Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 8 Nasehat dari sahabat


__ADS_3

Ditaman belakang kafe terdapat dua bidadari yang tengah berpelukan menyalurkan kekuatan untuk sahabatnya atas duka dan kekecewaan yang telah dialaminya. Siapa yang menyangka dibalik sifat ceria Rara terdapat luka hati yang menganga.


Kekecewaanya terhadap lelaki membuat dia mempermainkan kaum adam. Tak pernah ada cinta dihatinya walau dia sudah berganti pacar puluhan kali. Seolah itu semua hanya untuk menyatakan kalau dia baik – baik saja setelah ditinggalkan oleh Yuda. Menutupi kesedihan dan hati yang hampa setelah ditinggalkan belahan jiwa. Atau sebuah pembuktian untuk Yuda bahwa lelaki bukan hanya dia. Namun bukankah ada sebuah lagu menyatakan bahwa “tidak semua laki – laki .... bersalah kepadamu....”


Adilkah untuk orang lain yang memberikan cintanya yang tulus kepada Rara? Mau sampai kapan memendam kebencian dan kecewaan yang justru akan merugikan diri kita sendiri. Mungkin ikhlas adalah jalan satu satunya.


“ Ra... pasti ada yang mencintaimu secara tulus” ucap Ratih setelah melihat sahabatnya lebih tenang.


“ Arta adalah lelaki baik. Dia kelihatan sangat menyayangimu Ra” lanjut Ratih


“ Sekarang yang harus kamu lakukan adalah ikhlas dengan takdir ini dan cobalah untuk membuka hati kamu untuk Arta Ra..”lanjutnya


“Dari sorot matanya dia kelihatan tulus menyayangimu Ra... coba rasakan dihatimu” ucap Ratih lagi


Rara tak bergeming tak membalas perkataan Ratih, mungkin dia bingung dengan ucapan Ratih yang menyuruhnya ‘coba rasakan dihatimu’. Hm... Rara hanya tersenyum miris mendengar ucapan sahabatnya, bagaiman dia bisa merasakan dihatinya ketulusan Arta sedangkan dia sendiri tak pernah melibatkan hati kepada pacar – pacarnya setelah Yuda termasuk Arta.


“ Mungkin Yuda memang bukan yang terbaik buat kamu Ra. Itu terbukti dengan sekarang ada Arta yang sangat tulus menyayangimu. Aku bisa melihat bagaimana cara Arta memperlakukanmu, jangan sia – siakan orang yang sangat menyayangimu Ra hanya untuk masa lalu nanti kamu menyesal percaya padaku. Sudah saatnya kamu membuka hatimu. Sudahlah putuskan kekasih – kekasihmu yang lainnya itu. Kamu fokuslah kepada Arta “ kata Ratih menasehati sahabatnya.


Dret… dret,,,


Benda pintar milik Rara berdering pertanda ada pesan masuk. Rara pun langsung mengambilnya dan menunjukan kepada Ratih.


“ Ternyata panjang umur anak itu… atau dia bersin bersin karena kita membicaran mereka" kata Ratih sambil tersenyum.


“ Kok gak dibaca Ra?” Tanya Ratih


“Udah .. Arta ngajak jalan” jawab Rara sedater mungkin

__ADS_1


“ Yaudah dijawab… kasian anak orang pasti itu menunggu jawaban darimu” Kata Ratih


“ Jangan melampiaskan kekecewaanmu dan kemarahanmu kepada orang lain, terlebih orang itu tidak tau menau tentang masa lalumu” Jelas Ratih kembali


Baru saja Rara hendak membalas pesan Arta, tetapi Arta sudah melakukan panggilan kenomor Rara. Rarapun langsung menekan tombol hijau.


“ Hallo” jawab Rara dengan suara parau karena kelamaan menangis tadi


“ Kamu kenapa Ra??? Sakit? Kenapa suara kamu parau gitu? Ada masalah?” Tanya Arta penuh kekhawatiran.


“Ck banyak sekal pertanyaanmu Arta, sampai aku bingung mau menjawab yang mana dulu. Intinya aku tidak apa apa . Kenapa kamu nelfon pagi – pagi begini?”Tanya Rara


Sepanjang pacaran, ini pertama kali Rara berbicara panjang lebar dengan Arta. Dan itu berhasil membuat dua sudut bibir Arta melengkung membentuk senyuman menampilkan ketampanan pria yang hakiki.


“ Ra hari ini weekend khan?? Jalan yuk? Kayaknya kita luamaaa banget tidak pernah jalan bareng” tawar Arta mencoba menormalkan hubungan mereka layaknya sepasang kekasih. Bukankah normal sepasang kekasih disaat weekend begini pikirnya.


“ Kemana?” Tanya Rara singkat


“ Okeee baiklah ke Taman aja yaa… ini aku sekarang mandi dan siap siap” kata Rara


“ Apa Ra?” Tanya Arta takut kalau pendengarannya eror


“ Ya udah jemput aku kita ke Taman aja “ kata Rara lagi


“ Oke oke Ra aku jemput sekarang sayang” kata Arta girang


Jangan tanyakan bagaimana reaksinya Arta mendapati kekasih hati tidak menolak untuk diajak keluar walau hanya ke Taman tak masalah bagi Arta asal keluar berdua. Saking senengnya dia sampai jingkrak – jingkrak dan berkata “ yess….1!!! yess!!” sampai Arta tidak sadar kalau sambungan telephonenya masih terhubung dengan Rara. Dan sudah dapat dipastikan kalau Rara mendengarkan itu semua. Rara hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena tingkah absurd Arta kepergok oleh Ratih yang masih berada disebelahnya.

__ADS_1


“Ciye…. Yang mau kencan” Kata Ratih menggoda


“Apa sihh Tih …. Yaudahlah aku batalin aja” kata Rara merajuk


“ Eh.. jangan kasian anak orang sudah kegirangan seperti itu kamu hempaskan gitu ajaa” kata Ratih mencegah Rara menghubungi Arta kembali.


“ Ya udah gih… sana siap siap Ra dandan yang cantik… sekali – sekali senengin si Arta kasian kamu jutekin terus “ kata Ratih lagi perhatian.


“ Ya .. ya aku siap siap dulu deh” kata Rara beranjak dari tempat duduknya


“ Havun Ra…” kata Ratih menyemangati sahabatnya.


Besar harapan Ratih, Rara bisa kembali hidup normal seperti sebelum tragedy setahun yang lalu. Mudah – mudahan dengan ketulusan dan kasih sayang Arta mempu meluluhkan benteng kebencian yang sengaja dibangun oleh Rara sendiri.


Ditempat lain tepatnya diApartemen milik Andika dia sedang membaca laporan yang diserahkan oleh David sang asisten. Terlihat sekali ketegangan diwajah sang atasan yang ditunjukan alisnya menukik hingga tekumpul menjadi satu.


“ Kenapa laporanmu tidak lengkap David” Tanya Andika tajam


“ Tidak lengkap tuan?? Maksud tuan? Disana sudah terdata semua informasi tentang Rara tuan” Jawab David gugup


“ Mana laporan tentang keluarganya?? Disini kamu hanya menerangkan kalau Rara 2 bersaudara dan Orangtuanya tinggal di Jakarta. Yang banyak data disini malah tentang kekasih dan mantan kekasihnya yang segudang itu. Dan sama sekali tidak berkelas” dengus Andika menunjukan ketidaksukaannya tentang mantan Rara yang memang masih banyak.


“ Dan ini dia sekarang masih memiliki kekasih yang namanya Arta pemilik bengkel Mobil dan Sparepart Arta Jaya Group. Oh… my God ternyata perempuan begitu yaaaa tidak puas dengan lelaki satu” katanya penuh kekecewaan.


“Sudahlah kau jangan menggangguku aku mau gym dulu… dan berkas itu buang saja tidak penting” kata Arta lalu meninggalkan David sendirian dengan kebingunannya . Hemmm David hanya menghela nafas panjang begitulah atasan selalu benar pikir David. Kemaren minta dicarikan informasi tentang Rara giliran sekarang malah dibuang dikatakan tidak penting.


Bersambung

__ADS_1


***************************************************


Hallo readers terima kasih karena sudah berkenan untuk mampir ke karya receh author. Dan jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya. Terima kasih.


__ADS_2