
Pagi ini Rara tidak berangkat bekerja, Badannya demam dan dehidrasi sehingga dia harus dirawat intensif dirumah sakit. Terlalu banyak masalah yang hinggap dihidupnya secara bersamaan membuatnya tumbang. Dia sudah mengirim surat keterangan sakit lewat Sinta dan Dewi untuk diserahkan ke HRD langsung. Sang kakak dan mamanya sudah pulang semalam karena butik yang sedang ramai pesanan dan tidak mungkin ditinggalkan.
Sebelum pulang mamanya hanya berpesan kepada Rara agar berhati hati dan selalu menjaga diri. Surya pun yang merupakan kakak yan sangat posesif wanti – wanti kepada Rara agar selalu berhati – hati. Walau sebenarnya surya sudah menempatkan anak buahnya kurang lebih lima orang untuk selalu menjaga Rara dari kejauhan agar tidak ada yang curiga dan semua ini tentu diluar sepengetahuan Rara. Bagaimanapun juga Surya tidak mau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada adik semata wayangnya.
Dikediaman almarhum Pak Wijaya di Jakarta Bu Rani dan Surya terlibat obrolan serius membahas Rara
“ Surya… bagaimana laporan anak buahmu yang menjaga Rara apakah aman?” Tanya Bu Rani khawatir
“ Tenang ma.. aman, Rara baik – baik saja” Ucap Surya menenangkan.
“ Mama takut kalau Rara sampai menerima ajakan Yuda untuk kembali dengannya, kamu tahu sendiri gimana cintanya Rara kepada Yuda ?” Ucap Bu Rani kembali
“ Dari cerita Ratih si…Rara mengatakan tidak mau kembali dengan Yuda” Ucap Surya
“ Ya harusnya Rara bisa menggunakan logikanya juga, lagian kamu kenapa tidak sekalian bilang ke Rara kemarin kalau orang tua Yuda bangkrut, makanya Yuda meninggalkan orang tuanya dan mengejar Rara kembali. Atau mungkin ini juga rencana dari orang tua Yuda kita khan tidak tau” ucapnya lagi
“ Biarkan Rara mengambil jalannya sendiri ma… toh yang terpenting Rara sudah menolak Yuda untuk kembali, dan Rara juga sudah memutuskan semua kekasihnya itu, Surya bisa agak tenang sekarang. Perkara kekasihnya yang ngeyel tidak mau putus sudah Surya kasih daftar namanya kepada anak buah Surya ma. Dan kalau ada sesuatu yang mencurigakan tentang Yuda anak buahku akan selalu menjaga Rara ma” Ucapnya menenangkan mamanya.
Di gedung Awiguna Group tepatnya dilantai sepuluh Tuan Andika sedang kesal karena sampai pukul 09:00 sekertarisny belum juga datang. Kemana Sekertarisnya pergi pikirnya. Tuan Andika memutuskan menghubungi sang asisten.
“ Halo… David kemana sekertarismu itu? Jam segini belum juga datang benar – benar tidak tau aturan. Apa maunya sebenarnya” ucapnya tanpa membiarkan David berbicara
“…..”
“David kamu Tuli?kamu cari tau kemana itu sekertaris, sepuluh menit lagi keruanganku” Ucapnya langsung menutup telepon
David hanya menghela nafas dan geleng – geleng kepala. Dia menggaruk telinganya yang terasa panas mendengar kemarahan Tuannya. Begini nasibnya kerja sama orang arogan pikirnya. Giliran ada dihina giliran gak ada dicariin, pusingkan ini Mba Rara baru ijin sakit belum mengundurkan diri kalau sampai mengundurkan diri mungkin Tuan Andika bakalan seperti banteng yang siap ngamuk pikir david. Ya David sudah tau perihal Rara yang ijin sakit karena tadi tidak sengaja bertemu dengan teman – teman Rara bagian produksi mengantarkan surat ijin sakit Rara.
DAVID!!!!!!
__ADS_1
Panggilan alam kembali terdengar, David berjalan tergesa menuju ruangan Tuan Andika. Padahal semenjak Rara menjadi sekertaris CEO tidak pernah David dipanggil dengan berteriak begitu, kini karena Rara tidak bekerja kembali lagi panggilan teriakan itu terdengar. Segitu besar pengaruh keberadaan Rara untuk Tuan Andika. Cinta mengalihkan Dunia Tuan Andika, batin David
“ Ya tuan saya datang” ucap David membuka pintu ruangan bosnya
“ Lama sekali kamu… sudah ketemu kemana sekertaris itu? apakah kencan dengan kekasih – kekasihnya itu? Ucapnya dingin.
Alisnya menukik saat David menyodorkan satu lembar kertas berlogokan rumah sakit. Apakah David sakit pikirnya. Kenapa menyodorkan surat sakit pikirnya.
“ Kalauu mau sakit sana berobat tapi cari dulu Rara, disuruh mencari Rara malah memberikan surat sakit” ucapnya datar dan meletakkan kembali surat sakit itu sembarang arah.
David mendelik mendengar ucapan tuannya Apakah tuannya menyumpahi dia sakit
“ Maaf Tuan hari ini Mba Rara tidak bekerja, mba Rara sakit itu adalah srat keterangan sakit mba Rara Tuan bukan surta keterangan sakit saya”ucapnya berusaha tenang walaupun sebenarnya dongkol.
Tuan Andika bengong mendengar penjelasan tentang Rara, kalau tidak salah dengar Rara sakit dan itu surat keterangan sakit Rara. Tiba – tiba saja Tuan Andika mengambil Surat keterangan sakit tersebut dan membacanya. Dari mimik wajahnya terlihat sangat kaget. Benar ternyata sekertarisnya sakit pikirnya.
“ Sakit apa Rara, David? Bukankah kemarin dia masih baik – baik saja? Walau saya perhatikan memang banyak melamunnya” Tanyanya khawatir
“ Maksud kamu?” Tanyanya bingung
“ Maaf ini Tuan kalau saya lancang, menurut saya tuan kemaren terlalu belebihan. Ucapan Tuan terlalu menyakitkan untuk kelas wanita seperti mba Rara yang kita tau sendiri dari keluarga mana dia berasal” Ucap David
“ Tapi dia memang tinggal serumah dengan mantan tunanganya itu? Ucapnya membela diri
“ Maaf dari informasi yang saya tau mba Rara itu hanya tinggal bersama dengan sahabatnya kalau tidak salah namanya Ratih. Mungkin Tuan salah paham” Ucapnya tenang dan pelan – pelan
“ Tapi khan dia memang gonta ganti kekasih” Kembali tuan Andika membela diri
“ iya tetapi kita sendiri tau kenapa mba Rara seperti itu, dan lagi pula bukankah itu adalah urusan pribadinya mba Rara Tuan? Kenapa anda harus marah dan menghina mba Rara?” Terang David
__ADS_1
“ Yasudah kamu gantikan saya meeting David saya akan kerumah sakit” ucapnya berlalu
David hanya mendengus, Cemburu berlebihan ini baru tidak masuk satu hari saja sudah seperti orang kebakaran jenggot gimana kalau mba Rara risgn. Cinta tapi tidak mau mengakuinya sungut David
Setelah sampai dirumah sakit Tuan Andika langsung menuju ruang perawatan Rara. Dia membuka pintu mendapati Rara sedang tertidur seorang diri dengan selang infus yang tertancap dikulit halus Rara. Tuan Andika mendekat dan meletakan papperbag yang berisi buah diatas nakas.
Suara langkah yang mendekat membangunkan Rara begitu kelopak mata itu terbuka dia kaget kenapa CEO dingin, arogan, tak berperasaan, dan labil ini disini pikirnya.
“Hai…apa kabar kamu?” Tanya Tuan Andika
“ Kenapa bisa dehidrasi? Tanyanya lagi
“ Maaf Tuan jangan dekat dekat dengan wanita murahan seperti saya” ucap Rara masih membuang muka.
Rara tentu saja kaget mendapat perhatian kembali dari CEO nya padahal baru kmren CEOnya ini memaki dia seperti itu, Dasar labil batin Rara
“ Maafkan perkataan saya jika menyakitimu, saya menyesal sungguh” ucap Tuan Andika kembali
“ Tuan tidak perlu meminta maaf, karena saya memang wanita murahan” Ucap Rara kembali
“ Ra…” Ucapnya memegang tangan Rara. Rara hendak melepaskan namun tidak bisa
“ Maafkan saya, saya benar – benar minta maaf. Saya tidak sengaja mengatakan itu semua karena saya marah sama kamu. Saya ngajak kamu makan malam, kamu bilang kamu ditunggu teman kamu dirumah dan kamu bilang teman kamu perempuan . Tetapi kenyataannya kamu ditunggu oleh teman kamu laki – laki terlebih itu mantan tunangan kamu Ra. Saya…” Ucpan Tuan Andika terpotong karena ada yang membuka pintu
Kriet…
“Eh…. Maaf” Ucap Ratih yang tidak tau kalau didalam ada tamu Rara yang berkunjung dan tanpa sengaja mata Ratih menatap tangan Tuan Andika yang menggenggam tangan Rara.
Wajah Tuan Andika merah merona karena malu. Dia melepaskan genggaman tanganya pada Rara. Setelah itu Tuan Andika pamit kembali kekantor dengan alasan ada meeting. Tidak lupa Tuan Andika membeikan perhatian kepada Rara agar cepat sembuh. Rara geli sendiri melihat wajah merona Bosnya yang terlihat menggemaskan menurut Rara.
__ADS_1
Bersambung
Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part