Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 11 Menikmati cuti


__ADS_3

Pagi ini Rara susah sekali dibangunkan, Ratih sudah berulang kali mebangunkannya namun Rara tak kunjung bangun juga. Sepertinya dia benear – benar menikmati cutinya. Jam dinding sudah menunjukan pukul 07:30 harusnya Rara sudah berangkat kerja pikir Ratih. Tapi ini jangankan berangkat, anaknya aja masih betah dibawah selimut gitu. Akhirnya diapun kembali membangunkannya dengan menyiapkan pengaman untuk gendang telinganya kalau Rara nanti akan protes tidak dibangunkan sejak tadi.


‘Oh… ya ampun siang banget…., Kenapa gak dibangunin siiii? Gimana ini?? Ini aku udah telat , mana bos cerewet melebihi emak emak arisan,Ratih….!!!!!!’ Ratih sadar dari lamunanyaa karena badannya digoyang – goyang oleh Rara.


“Kamu kenapa Tih?” Cutimu kemarin kurang? Masih kepikiran orang rumah? Pagi – pagi ngelamun” Ratih anya terbengong dengan tingkah aneh Rara kenapa dia sesantai ini pikirnya.


“ Ra kamu gak teriak teriak?” Tanya Ratih


“Maksdumu?” Memicingkan mata kearah Ratih


“Itu… hem… ini udah pukul 07:40 Ra..” Ucapnya memejamkan matanya sambil menutup telinganya


“Terus….?” Jawabnya membuat Ratih tambah bingung


“Kamu gak kerja gitu”? Tanyanya masih dengan hati – hati


“ Aku kan cuti Tih” jawab polos Rara


Oh ya ampunn kalau tau Rara cuti mungkin Ratih juga tidak mau membuang waktu begini. Taukah Rara? Bagaimana ketakutan Ratih? Sampai dia bingung sendiri bagaiman caranya membangunkan ratih yang tak kunjung bangun. Bagaimana dia mempersiapkan semua pengaman untuk gendang telinganya?


“ Eh aku lupa kasih tau ya?” Rara nyengir memamerkan deretan gigignya tanpa dosa sedikipun.


“ Aku cuti 7 hari Tih…. Pingin nyantai…. Pingin refreshing” imbuhnya menutupi pertengkarannya dengan Ronal.


“Tumben mikirin liburan, tapi bagus Ra kamu memang harus menikmati hidup jangan melampiaskan kemarahanmu dengan bekerja terus” paparnya panjang lebar.

__ADS_1


“Otak kita juga perlu di refresh Ra biar segar dan semangat kerjanya” Imbuh Ratih


“ Tapi kayaknya aku liburan dirumah aja deh hehheehe” tersenyum lebar menampilkan jejeran giginya.


“ Ih… gak asyik banget liburan dirumah buat apa ngambil cuti sebanyak itu kalau mau dirumah doang. Kamu enggak memiliki keinginan berliburkah kahh…? Ke labuhan bajo mungkin, destinasi yang lagi trend. Atau mau keBali?” Ratih Nampak antusias menawarkan destinasi wisata.


“ Atau kamu mau pulang ke Jakarta nengok Nyonya Maharani sama Tuan Surya?” Pertanyaan Ratih yang ini sukses membuat Rara mendelik.


“Tih jangan sekali – sekali kamu bilang ke Mama atau Kak Surya aku lagi cuti. Aku gak mau disuruh pulang yang ujung ujungnya ditanyain kapan nikah? Mau sama anak temen mama gak? Atau mau aku kenalin sama temen kakak? Aku bosen Tih. Trus kamu kenapa masih manggil kakaku dengan Tuan dan mamaku dengan Nyonya?” Ucap Rara panjang lebar


Ratih belum terbiasa memanggil kakak Rara tanpa tuan dan mamanya tanpa sebutan nyonya. Bagaimanpun dia sadar diri akan kedudukan dia. Ayah Ratih adalah orang kepercayaan Tuan Wijaya bahkan sampai tuan wijaya meninggal Ayah Ratih atau Om Seno masih tetap bekerja menemani Surya Wijaya penerus keluarga Wijaya. Padahal Maharani dan Surya sudah sering mengatakan kepada Ratih agar jangan memanggilnya dengan panggilan tuan karena Ratih dan Rara seumuran jadi Ratih dianggap seperti adiknya sendiri.


“ Ya aku gak akan bilang sama Kak Surya dan Tante Rani” final Ratih


Ditempat lain tepatnya di Ruang CEO Awiguna Group dudk seorang pria berwajah tampan sedang menandatangani beberapa dokumen yang disodorkan oleh asistennya. Sesekali dia terlihat menghela nafas sesekali dia terlihat memikirkan sesuatu membuat pria disebelahnya mengerutkan kening. Ada apa lagi dengan Tuan Andika pikirnya.


“Masih berapa banyak lagi dokumen yang harus aku tanda tangani David ?” Tanyanya datar


“ Ini yang terakhir Tuan” Sambil menyodorkan satu bendel laporan yang akan ditanda tangani oleh Tuan Andika.


“David, kamu tetap jalan yaa menyelidiki Rara semuanya kamu selidiki bila perlu 24 jam” perintahnya seperti tidak mau dibantah


“ Tapi Tuan….”


“Kamu keberatan? Kamu tau gimana caranya resign?” ucapnya mengintimidasi

__ADS_1


‘Bukankah baru dua hari yang laluTuan Andika menyuruhnya untuk membuang berkas penyelidikan Rara, Lalu kenapa sekarang harus menyelidiki kembali? Apa sebenarnya yang dicari oleh Tuan Andika. Bahkan baru kemarin pagi tuan Andika menyuruhnya untuk menghubungi manager produksi perihal pemindahan Rara menjadi sekertaris CEO. Dan apalagi ini sekarang disuruh menyelidiki kembali ’pikir David.


“ Kenapa diam? Kamu mau resign?” tanyanya lagi


“ Ti… tidak Tuan” Ucapnya tergagap


“ Saya akan menyelidikinya ulang Tuan” berusaha memaksakan senyum agar Tuannya tidak mengintimidasi kembali.


“ Bagus kamu selidiki dari kehidupan sehari – hari dia sebelum bekerja disini, bagaimana keluarganya dan bagaimana dia kesehariannya aku kasih waktu satu minggu dan informasi yang kamu dapat harus akurat”. Ucapnya tegas tanpa mau dibantah.


“ Lalu masalah manager produksi apa kamu sudah menghubunginya?” tanyanya kembali


“Sudah Tuan terhitung hari ini Mba Rara masih cuti, dia cuti selama tujuh hari tuan . Mungkin setelah masuk kerja dari cuti Tuan bisa memanggilnya agar menghadap Tuan” jawabnya tenang


“Kamu selidiki juga dia cuti selama tujuh hari ngapain saja cuti selama itu?” ucapnya datar


“ Mengenai penyelidikan Rara jangan sampai ada yang mengetahuinya David , Terlebih itu Mama bisa kacau semuanya” Ucapnya kembali.


“Baik Tuan “ Tidak mau membantah dan bertanya lagi, berharap urusannya dengan Tuannya segera selesai. David juga ingin menikmati hidupnya , ingin memanjakan kekasihnya. Malam minggu kemaren sudah mengabaikan kekasihnya demi tugas Negara yang diemban untuk menyelidiki Rara tetapi berkas hanya dibaca sekilas dan dibuang oleh Tuan Andika. Berharap hari ini dia bisa memberikan kencan romantis untuk kekasihnya sebagai penebus malam minggu yang sudah di ambil oleh tuannya.


Bersambung


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Janganlupa tinggalkan jejak like & komen ya…… see you next Part

__ADS_1


__ADS_2