Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 42 Tamu Tuan Andika


__ADS_3

Hari berganti, tak terasa hari ini adalah hari kelima setelah pernyataan cinta Tuan Andika kepada Rara. Tuan Andika selalu menghitungnya setiap hari, setiap mengirim buket bunga pasti ada tulisan yang menegaskan kurang berapa hari. Sama seperti hari ini Rara berniat akan memberikan jawaban kepada Tuan Andika tanpa menunggu dua hari lagi seperti kiriman buket bunga lily putih untuk Rara yang diberikan tulisan.


‘Ku tunggu dua hari lagi baby’


Pagi ini Tuan Andika berangkat dari apartemennya tidak langsung kekantor tetapi langsung menemui clien. Untuk bunga lily sudah pasti abang GoJek yang menghantarnya setiap pagi. Rara sudah mengetahui jika Tuan Andika tidak kekantor pagi ini. Jadi dia tidak perlu menyiapkan sarapan pagi, Rara hanya akan mempersiapkan kejutan makan siang untuk Tuan Andika sekaligus memberikan jawaban untuk Tuan Andika. Selama lima hari ini Rara sudah memantapkan dan meyakinkan hati. Dan tidak lupa memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pemilik hidup. Mudah – mudahan dia tidak salah lagi mengambil keputusan.


Diliriknya jam dinding menunjukan pukul 11:00 Rara pun segera menyiapkan menu makan siangnya bersama dengan Tuan Andika . Hari ini dia membuat ayam goring kalasan bekal pertama Rara yang dihabiskan oleh Tuan Andika dengan sayur capcay dan ditambah sayur pakcoy rebus yang disiriam tumisan jamur yang telah dibumbui terlihat sangat menggugah selera.


Semua masakan Rara sudah Rara letakan dipiring dan diantar ke ruangan Tuan Andika. Tetapi tiba – tiba ada seorang wanita yang datang bersama recepsionis dan mengaku sebagai tamu Tuan Andika dan sudah membuat janji. Dan Tamu tersebut meminta untu menunggu didalam, tetapi tidak diijinkan oleh Rara hingga terjadi perdebatan.


“Mba saya ini calon istrinya Andika, apa perlu saya Telfon Tante Tama ? Biar sekalian kamu dipecat?” Ucap wanita itu mengaku sebagai calon istrinya Tuan Andika


DEG


Jantung Rara berdentum keras begitu mendengar jika tamu yang dimaksud sudah membuat janji dengan Tuan Andika adalah calon istrinya. Lalu bagaimana dengan dirinya, apakah Rara akan gagal lagi pikirnya. Dada Rara tiba – tiba terasa sesak, bola matanyapun memanas mendengar wanita cantik tersebut mengaku sebagai calon istri Tuan Andika.


Kalau diliat wanita ini cantik, badannyapun bagus, bodynya bak gitar spanyol. Rara merasa tidak asing dengan wanita tersebut dia berusaha mengenali tetapi tidak bisa karena dadanya yang semakin sesak.


Sedangkan didalam mobil Tuan Andika memarahi David karena lambat membawa mobilnya.


“Cepat David, aku tidak mau Sherin keburu sampai di Perusahaan” ucap Tuan Andika


Ya Wanita itu adalah Sherin temn bermain Tuan Andika saat kecil. Tuan Andikapun baru mengetahui, beberapa menit yang lalu mamanya menelfon mengatakan jika Sherin akan berkunjung kekantornya. Tuan Andika tidak menyangka jika Sherin sudah menemui Mamanya dan meminta ijin untuk menemui Tuan Andika dikantornya.

__ADS_1


Nyonya Tama yang mengira kalau putranya jatuh cinta kepada Sherinpun dengan senang hati mengijinkan dan justru memberi akses lewat resepsionis jika Sherin adalah tamu Tuan Andika dan sudah membuat janji.


Begitu sampai di Basemant Tuan Andika langsung berlari langsung menuju lift agar cepat sampai keruangannya. Nafasnya masih terengah begitu dekat dengan ruangannya dia melihat disana Rara menunduk dan Sherin seperti memarahi Rara.


“Sherin!!!” panggil Tuan Andika dengan tatapan dingin


“ Hai Dika aku disuruh sama mama kamu kesini, membawakan makan siang untukmu” ucap Sherin langsung merangkul lengan Tuan Andika kuat agar tidak terlepas karena Tuan Andika mengibas – ngibaskan tangannya.


“Padahal Mama kamu udah nyuruh aku langsung masuk aja keruangan kamu, tetapi sekertaris kamu ini melarangku” ucapnya lagi.


“Diam ! Aku memang melarang orang lain masuk keruanganku selama aku tidak ada diruanganku” ucap Tuan Andika membela Rara yang dibela hanya menunduk.


“ Oke tidak apa tapi ini bagaimana? Mama kamu nyuruh aku bawain kamu ini dan ada hal penting yang ingin aku bicarakan” ucap Sherin


Saat Tuan Andika mengajak Sherin masuk dada Rara seperti dihantan bebatuan yang runcing membuat luka tapi tak berdarah. Dia tidak menyangka baru saja dia akan menerima Tuan Andika menjadi kekasihnya tetapi, justru Tuan Andika mengajak masuk wanita lain keruanganya yang mengenalkan dirinya kepada Rara sebagai calon istri Tuan Andika.


Tuan Andika membuka pint ruangannya, begitu dibuka dia kaget melihat meja dekat sofa tempat dia biasanya makan siang bersama Rara. Disana sudah tersusun makanan lengkap dengan minuman dan ada setangkai mawar merah di fas. Disebelahnya sepertinya menu penutup ada cupcake Red velvet yang disusun berbentuk hati.


Nafas Tuan Andika tercekat, dia tau siapa yang menata makan siang ini pasti Rara. Dan setangkai mawar merah itu apakah Rara akan memberikan jawaban untuknya, dan bentuk hati itu apakah tandanya Rara menerima dia pikirnya kembali. Lamunan Tuan Andika buyar ketika mendengar suara seseorang memekik


“Ya ampun Andika, aku gak nyangka kamu akan seromantis ini. Padahal kamu dijulukin CEO dingin dan tak tersentuh. Oh My God aku adalah wanita yang sangat beruntung diperlakukan semanis ini olehmu. Terimakasih banyak Andika, jadi bener kata Tante Tama kamu menyukai aku sejak kecil dan kamu setuju kita dijodohkan?” Ucap Sherin panjang lebar


Tuan Andika mendelik mendengar ucapan Sherin , dia melirik kebelakng diliatnya Rara yang masih menunduk dengan jarinya yang saling meremas. Tuan Andika yakin Rara sedang menyembunyikan kesedihannya. Dia merasa bersalah karena mengajak Sherin masuk keruangannya.

__ADS_1


“Sherin jangan sentuh itu. Itu bukan untukmu”ucap Tuan Andika saat Sherin hendak duduk disofa dan mengambil salah satu cupcake Red velvet yang disusun menyerupai hati.


“Kalau bukan untukku untuk siapa lagi Andika?” Tanya Sherin bingung bukankah kejutan ini untuknya pikir Sherin.


“Jangan sentuh Sherin itu untuk kekasihku, Maaf aku sudah memiliki kekasih”ucap Tuan Andika


JEDAR


Sherin kaget tidak menyangka dengan yang diucapkan oleh Tuan Andika. Bukankah Tante Tama mengatakan kalau Andika pemalu. Yahhh mungkin Andika malu mengakuinya pikir Sherin kembali.


“Sudahlah Dika, kamu gak usah malu sama aku. Tante Tama udah menjelaskan semuanya ke aku jika kamu menyukaiku dan aku juga sangat menyukaimu Dika”Ucap Sherin ngotot.


“Maaf Sherin Mama salah paham bukan kamu wanita yang aku sukai tetapi orang lain kamu tidak perlu tau. Satu hal yang pasti aku tidak pernah menyukaimu Sherin. Maafkan atas kesalah pahaman mamaku sehingga membuatmu merasa diberikan harapan. Tapi kalaupun aku belum memiliki kekasih aku juga tidak mungkin mencintai kamu Sherin. Aku sudah menganggap kamu seperti adiku sendiri” ucap Andika panjang lebar.


“ Sekarang tolong kamu pergi dari kanorku Sherin, aku tidak mau kekasihku salah paham, sekali lagi maaf”ucapnya yang melihat Sherin menangis. Sherinpun akhirnya pergi karen Tuan Andika terus mengusirnya


Tuan Andika mengedarkan pandangan mencari Rara antara toilet dan meja kerja Rara. Lama dia diluar memandang pintu toilet tetapi tidak ada. sampai akhirnya Tuan Andika turun langsung mengecek di kamar mandi, tetapi tidak ada. Lalu pandangannya mengarah pada amplop coklat yang berada diatas meja kerja Rara. Begitu dibuka Tuan Andika mengumpat mendapati Black card miliknya dan surat pengunduran diri Rara.


Bersambung


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang selalu setia dengan cerita author Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen,vote dan hadiah…. Terima kasih para Raeders.

__ADS_1


__ADS_2