
Tuan Andika berlari kembali kekamarnya saat mendengar jeritan sang istri. Bahkan nampanyapun dilemparkan begitu saja.
BRAK
“Ada Apa?” ucapnya setelah membuka pintu kamar dengan kasar dan mendapati sang istri terbengong didepan lemari pakaiannya. Bukannya menjawab Rara justru hanya menunjuk dengan jari telunjuk kedalam lemari. Dahi Tuan Andika menngernyit melihat Rara menunjuk lemari pakaian, Tidak mungkin ada ular masuk kedalam lemari pakaian mereka bukan pikirnya. Tuan Andika pun segera menghampiri sang istri dan memeluknya dan menjauh dari lemari pakaian mereka.
“Ada Apa Hm?? Kenapa teriak?” TanyaTuan Andika
“Mas yang menyiapkan semua pakaian dilemari?” Tanya Rara penasaran
“Bukan, Mas hanya meyuruh David agar menyiapkan semua keperluan kamu dan mas termasuk pakaian kita” Ucap Tuan Andika
“Oh... iya mas lupa, katanya David menyiapkan hadiah untuk kita, Mas juga belum melihat didalam lemari. Apa kamu sudah melihatnya? Apa hadiah dari David sayang??” Rara semakin syok mendengar ucapn suaminya, berarti semua yang ada dilemari itu hadiah dari asisten suaminya David? Oh My God dasar David mesum umpat Rara dalam hati. Rara hanya menunjuk lemari memberikan jawaban pertanyaan sang suami.
Arah mata Tuan Andika mengikuti jari Rara, matanya membulat melihat banyaknya jejeran pakaian dinas seperti yang Rara pakai semalam. Tuan Andika menelan salivanya berkali – kali melihat semua pakaian itu mengingatkanya tentang kejadian semalam. Dan menit berikutnya Tuan Andika tersenyum lebar, ternyata sang asisten benar – benar mengerti akan kebutuhannya.
“Is… kenapa senyum gitu” ucap Rara memicingkan matanya.
“Enggak papa nanti malam pakai yang merah ya sayang… bagus, o iya hari ini kamu pakai yang hitam itu saja untuk berenang, mas tunggu dibawah sayang” ucapnya pas ditelinga Rara membuat Rara meremang.
Tuan Andika meninggalkan Rara begitu saja yang masih mematung ditempatnya melihat pakaian renang yang dipilihkan oleh sang suami. Belum memakainya saja sudah membuat wajah Rara merona apa lagi jika sudah memakainya pikir Rara. Rara menggelengkan kepalanya berulang kali, memandang nanar pakaian yang dipilihkan sang suami. Sepertinya Rara memang sudah tidak memiliki pilihan lain. Setelah menghela nafas dalam Rarapun mengganti pakaiannya tidak lupa dia menambahkan jubah mandi untuk menutupi pakaian yang tidak menutupi tubuhnya dengan sempurna.
Rara berjalan menuju kolam renang, ternyata Tuan Andika sudah menunggunya disana
“Kemari sayang” ucap sang suami melambaikan tangan dari dalam kolam renang.
Rara hanya mengangguk dan tersenyum canggung. Melihat sang istri yang tak kunjung melepas jubah mandi dan menyusulnya untuk berenang sang suamipun berinisiatif menyusulnya.
“Kenapa masih disini hm?” Tanya Tuan Andika mengangkat dagu Rara hingga mereka bisa saling pandang.
__ADS_1
“ Trus kenapa masih pakai jubah? Kamu mau berenang menggunakan jubbah mandi?” Tanya sang suami lagi.
Tidak mendapat respon dari sang istri Tuan Andikapun berniat untuk melepaskan jubbah mandi yang dipakai oleh Rara. Saat Tuan Andika akan melepaskan simpul tali jubbah mandi Rara tangannya ditahan oleh Rara.
“Mas aku malu” ucap Rara sambil menunduk
“ Kenapa malu? Mas sudah melihatnya semua sayang. Kalau kamu takut terlihat sama pelayan di villa ini kamu tenang saja mereka tidak akan mengganggu kita. Karena mereka tidak akan berani kemari tanpa izin dari Mas” ucapnya menjelaskan
“ Jadi ayukk kita mulai nanti keburu panas sayang” ucap Tuan Andika dan dengan secepat kilat berhasil membuka jubbah mandi Rara.
Tuan Andika membeku melihat penampilan Rara. Berulang kali dia menelan salivanya dia tidak menyangka jika Rara benar – benar menggunakan pakaian renag yang dipilihkannya. Rara menggunakan pakaian yang hanya menutupi bagian dadanya dengan tali spageti yang terhubung keleher sebaai penyangga dan kain segitiga yang hanya menutupi sedikit inti tubuhnya.
Gugup ditatap dalam oleh sang suami Rarapun langsung menceburkan diri kedalam kolam renang. Tuan Andika tersenyum devil kearah Rara dan ikut menceburkan diri menyusul sang istri. Rara sampai diujung kolam dan menyandarkan tubuhnya didinding kolam. Nafasanya masih terengah karena menluncur tiba – tiba dan berenang dalam keadaan gugup.
Belum hilang rasa gugupnya, tiba – tiba Tuan Andika muncul tepat dihadapannya denga tangan langsung mememeluk dan mengunci tubuh Rara.
“Siapa yang kabur aku hanya berenang takutnya keburu siang Mas panas” ucap Rara berkilah memalingkan wajahnya
“Benarkah? Tidak menghindari Mas?” Tanyanya menangkup pipi Rara menggunakan kedua tangannya agar bisa saling tatap.
“Benar” ucapnya sambil meliat kebawah agar tidak bersitattap dengan mata elang sang suami.
Tuan Andika yang gemas dengan tingkah istrinyapun langsung ******* bibir Rara lembut. Rara kaget walau hanya diawalnya saja karena berapa detik berikutnya Rara menikmati sentuhan dari sang suami. Bahkan Rara membalas ******* serta belitan yang dilakukan oleh sang suami.
Tuan Andika terus menyusuri leher jenjang Rara dan kembali melukis bintang yang bahkan tempat itu sudah penuh dengan bintang yang diukir olehnya semalam. Tali spageti penyangga tempat favoritenyapun dilepaskan hanya sekali tarik menggunakan giginya. Hingga kedua benda itu terpampang jelas dihadapannya.
Tak mau menyia nyiakan kesempatan Tuan Andikapun langsung menikmati suguhan pertama dari sang istri. Dia menyesapnya secara bergantian dan kembali mengukir banyak bintang disana. Tangan Tuan Andikapun tidak tinggal diam dengan gerak cepat meloloskan kain yang menutupi inti tubuh sang istri. Jemarinya dengan lihai menari disana membuat Rara berkali - kali mengeluarkan suara keramatnya.
Terlihat jelas dari tatapannya jika sang suami sedang diliputi kabut gairah. Dengan sekali sentak Tuan Andika berhasil menyatukan kembali kedua inti mereka Mereka sedang sedang menikmati gelora asmara dengan hamparan birunya air laut. Riaknya gelombang air dikolam menunjukan betapa dahsyatnya pertempuran mereka berdua. Erangan mereka berduapun menggema diseluruh penjuru vila dan untung saja seluruh pelayan sudah diperintahkan untuk menyingkir dari vila utama oleh Tuan Andika.
__ADS_1
Masih Tanpa mengenakan busana Tuan Andika keluar dari kolam dan menggendong Rara. Sepanjang perjalanan mereka kembali meyatukan indra perasa mereka. Saat sampai diruang keluarga Tuan Andika mendudukan Rara disofa.
“Jangan ditutupi sayang, mas suka melihatnya” ucapnya meremas gundukan daging didada Rara
Kembali Tuan Andika menyusuri tubuh Rara seolah tiada hari esok. Tuan Andika seperti nara pidana yang baru keluar dari penjara dan sedang menikmati kebebasaanya. Rara tersentak ketika wajah sang suami berada tepat didepan inti tubuhnya. Tubuhnya semakin menegang ketika lidah tak bertulang itu mengobrak abrik semua yang ada didalammnya.
“Mas….ssssh” Rintih Rara dengan wajah yang telah terbakar api asmara.
Melihat Rara yang sudah siap sang suamipun kembali melakukan penyatuan. Walaupun selalu Tuan Andika yang mendominasi tetapi Tuan Andika tidak merasa lelah sama sekali. Bahkan hentakanya semakin keras, hingga erangan itu kembali terdengar untuk yang kedua kalinya dipagi hari ini.
Nafas keduanya terengah, Rara menyembunyikan wajahanya di dada bidang sang suami. Dia tidak menyangka suaminya yang dulu adalah CEOnya yang dingin dan arogan ternyata super mesum.
“ Kita mandi diatas ya” ucap sang suami hendak menggendong Rara ala Bridal style
“Mas aku jalan sendiri saja, apa kamu tidak lelah?” Tanya Rara penasaran dan melarang Tuan Andika menggendongnya.
Rara heran dengan suaminya yang tidak terlihat lelah sama sekali. Padahal Rara merasa sangat lemas seluruh tubuhnya terlebih lutut dan kakinya.
“Kamu meragukan kekuatan Mas sayang? Jangankan mengangkat kamu untuk membuat malaikat kecil agar segera hadir dipertumu juga mas masih sanggup” Ucap Tuan Andika menaik turunkan alisnya.
“Is…. Mesum” ucap Rara mencubit perutnya dan tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang belum tertutup apapun dan membuatnya dalam posisi siap berperang.
“Kamu yang membangunkannya Dek. Ok kita coba dibawah guyuran shower ya sayang” ucapnya tanpa dosa dan langsung menggenong Rara ala Bridal Style tanpa memperdulikan wajah pucat pasi sang istri dengan mulit terbuka lebar dan mata membulat.
Bersambung
Maaf Readers, Author baru sempat update karena ada kesibukan didunia Nyata. Semoga para readers selalu setia… o Iya dalam waktu dekat rencannaya Author mau publish cerita terbaru mohon dukudngannya kembali ya… Terima kasih
Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1