Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 56 Penyesalan Sherin


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, sang mentari telah tenggelam diufuk barat digantikan dengan terangnya sinar rembulan. Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya Tuan Andika sedikit bisa bernafas lega. Senyum merekah menghiasi bibirnya saat memandang wallpaper di ponsel yang sedang dipegang. Sedang asyik memandang paras ayu pemilik hatinya, tiba -tiba layar ponselnya menampilkan gambar sang asisten sedang memanggil, Tuan Andika berdecak kesal karena kesenangannya diganggu oleh David.


“Hm ada apa?” Tanya Tuan Andika malas


“ Tuan saya sudah mengumpulkan beberapa bukti pelaku pengiriman paket ke Mansion Tuan Besar” ucap David melaporkan tugas yang tadi diberikan oleh Tuan Andika


Tuan Andika berdiri dari duduknya, saking senangnya dia lupa jika masih ada masalah yang harus dia selesaikan mala mini juga.


“Siapa?” Tanya Tuan Andika menaikan nada bicaranya satu oktaf


“No..Non nona Sherin Tuan” ucap David terbata


“Semua buktinya sudah saya kirim ke email Tuan. Kami akan bertindak menunggu perintah dari Tuan” ucap David


Tuan Andika meremas ponselnya dadanya kembang kempis mengetahui jika Sherinlah pelakunya. Haruskah dia memberikan pelajaran kepada Sherin? Atau mungkin melaporkan tindak kejahatan yang dilakukan Sherin terhadap kekasihnya. Tetapi bagaimana dengan hubungan baik Papanya dengan Papa Sherin.


“Kamu bawa dia ke ruang bawah tanah gudang kita David sebentar lagi aku akan kesana” Ucap Tuan Andika dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Tuan Andika menghela nafasnya. Dia bersiap menggunakan celana jeans hitam dengan kaos pres bodi dan tidak ketinggalan jaket hodi hitam yang selalu melekat ditubuhnya saat dia akan mengintrogasi musuh seperti saat ini. Dunia bisnis tidak selamanya bisa berjalan mulus dan dalam dunia bisnis pasti memiliki dunia hitam.


Seperti Tuan Andika, sebagai CEO sebuah perusahaan yang tersohor dinegri ini sudah dapat dipastikan ada yang tidak menyukainya baik itu saingan bisnis ataupun yang lainnya. Dia membuat ruangan bawah tanah digudang perusahaan yang sudah tidak terpakai kembali ini, untuk saat - saat genting sama seperti sekarang ini. Karena, tidak semua masalah bisa langsung selesai dengan menjebloskan seseorang ke penjara. Tuan Andika tidak mungkin membawa Sherin kerumahnya yang terletak di permukiman elit, dia takut Sherin membuat keributan dan mengganggu istriahat orang tuanya maupun warga lainnya.


Setelah memasuki gudang yang pengap Tuan Andika membuka pintu yang menghubungkannya ke ruang bawah tanah. Terlihat seorang wanita duduk disebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat serta mata masih tertutup dengan kain hitam. Sebenanya Tuan Andika tidak tega memperlakukan Sherin seperti itu, tetapi Sherin sangat keterlaluan mengirimkan foto tak senonoh seorang wanita dengan wajah Rara kepada orang tuanya.


“Andika” ucap Sherin kaget saat penutup matanya dibuka oleh Tuan ANdika


“Terima kasih Dika kamu udah nyelametin aku dari penculik kurang ajar itu, kamu memang pahlawan untuku Dika” ucapnya berbinar dengan senyum merekah


Senyum Sherin menghilang saat Tuan Andika bukannya melepaskan ikatan tangan dan kakinya tetapi justru duduk dikursi yang disediakan oleh komplotan penculik yang menculiknya tadi.

__ADS_1


“Di…DiDika …”


“Kamu kaget Sherin? Ya benar akulah yang menyuruh mereka semua membawamu kemari dan mereka semua adalah anak buahku” ucap Tuan Andika datar


“ Kenapa kamu lakuin ini Dika? Jika kamu mau, aku sendiri yang akan menemuimu kenapa harus menculiku begini?” Tanya Sherin bingung


Cih..


Tuan Andika berdecih dan membuang mukanya mendengar perkataan Sherin. Sungguh dia sama sekali tidak berminat bertemu kembali dengan Sherin bahkan Tuan Andika sangat muak melihat wajah Sherin kembali. Karena Sherinlah acara hari jadinya dulu dengan Rara berantakan dan mengakibatkan Rara kabur keluar kota. Seandainya bukan karena hubungan baik Papanya dengan Papa Sherin mungkin Tuan Andika sudah menjebloskan Sherin kepenjara.


“Kenapa kamu melakukan ini?” Tanya Tuan Andika melempar amplop coklat kehadapan Sherin setelah anak buahnya selesai membukakan ikatan ditangan Sherin.


Sherin kaget melihat isi map tersebut namun dia berusaha menutupinya


“Apa maksud kamu Dika?” Tanya Sherin berusaha tenang


“Jadi kamu tidak tahu perihal foto itu Sherin?” Tanya Tuan Andika dengan alis terangkat sebelah dan dijawab gelengan kepala oleh Sherin.


“Jack…. Apa kamu berminat menikmati tubuh wanita didepanku ini? Kamu bisa menikmatinya bersama teman – temanmu sekalian bukankah kalian biasa bermain beramai – ramai” ucap Tuan ANdika membuat wajah Sherin pucat pasi.


“Beneran Tuan? Wah dengan senang hati Tuan sudah nlama kami tidak bermain beramai – ramai” ucap Jack memandang Sherin dari atas kebawah dengan tatapan mesum.


“Jangan lakukan itu Dika, aku mohon” ucap Sherin memelas


“Jadi benar kau yang melakukan pemalsuan foto dengan menggunakan wajah Rara?” Tanya Tuan Andika dengan tatapan tajam


“Maaf” ucapnya terisak


“Aku benci dengan Rara Dika, karena dia merebutmu dariku. Gara – gara dia kamu meninggalkanku dan membatalkan perjodohan kita” ucapnya membela diri sambil terisak

__ADS_1


“Kamu gila?kita tidak pernah memiliki komitmen apapun Sherin. Jadi tidak ada siapa yang merebut siapa. Kalau kamu bukan anak dari temennya Papa sudah aku jebloskan kamu kepenjara malam ini juga” Ucap Tuan Andika.


“Jangan jebloskan aku ke penjara Dika. Karirku bisa hancur tolong” ucap Sherin memelas


“Aku tidak akan menjebloskanmu kepenjara dengan syarat besok pagi pagi sebelum pukul 08:00 kamu sudah sampai dimasion orang tuaku bersama kedua orang tuamu. Kamu harus mengakui perbuatanmu dihadapan kedua orang tuamu dan meminta maaf kepada kedua orang tuaku” ucap Tuan Andika masih menatap Sherin tajam


“Baiklah, besok aku dan kedua orang tuaku akan kemansion Paman Pratama. Aku akan melakukan sesuai dengan apa yang kamu perintahkan” ucap Sherin pasrah


“Jack lepaskan ikatannya dan hantarkan dia pulang. Kamu tetap berjaga diluar Rumah Sherin, pastikan dia tidak kabur Jack. Kamu ingat baik – baik ini Sherin kalau kamu sampai melanggar janjimu kupastikan kamu akan mendekam dipenjara” ucapnya berlalu meninggalkan gudang dengan senyum kemenangan dibibirnya


Keseokan harinya, tepat pukul 08:00 ternyata Sherin menepati janjinya untuk mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada Mama dan Papa Tuan Andika. Pagi itu di Mansion Pratama terdengar penyesalan Sherin, Cinta kadang memang mengalahkan logika. Kegagalan akan cinta kadang membuat seseorang gelap mata dan menghalalkan segala untuk sebuah pembalasan. Kedua orang tua Sherinpun meminta maaf atas semua kesalahan Sherin. Setelah selesai acara maaf – maafan Sherin dan keluarganya pamit pulang karena berniat mengirim Sherin kembali ke Paris.


Hari telah berganti, sesuai dengan rencana Nyonya Tama hari ini mereka berniat akan melamar Rara untuk putranya. Tuan Andikapun telah memberi kabar kepada Rara jika dia bersama dengan kedua orang tuanya berniat berkunjung kerumahnya tanpa memberi tau maksud dan tujuannya.


Setelah sampai didepan gerbang mansion Wijaya, Tuan Andika dan rombongan dipersilakan masuk oleh penjaga keamanan karena sudah berkali – kali melihat Tuan Andika berkunjung. Nyonya Tama sempat ragu dan menganggap Tuan Andika salah alamat. Tidak mungkin bukan seorang sekertaris memiliki mansion yang hampir mirip mewahnya dengan mansion miliknya.


Setelah mendapat kepastian dari putranya, Nyonya Tama memencet bel rumah milik Rara. Tak berselang lama pintu mewah tersebut terbuka dari dalam menampilkan wanita paruh baya yang masih cantik diusinya yang tidak muda lagi.


“Maharani” ucap Nyonya Tama terbengong


“Ti..Tik Tika?? Ucap Nyonya Rani kaget dengan mulut menganga dan tangan menutup mulutnya.


Bersambung


...****************...


Hai Readers terimakasih masih setia membaca cerita author, jangan lupa tinggalkan jejak like,komen, hadiah dan votenya yaa…


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2