Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 28 Menghadiri Pesta Bersama CEO


__ADS_3

Tepat pukul 19: 00 Tuan Andika sampai di rumah Rara. Mereka berdua berangkat kepesta mengendarai Rolls Royce, salah satu koleksi kesayangan Tuan Andika. Rara terlihat sangat memukau hari ini dia tampil sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun merah mermaid ekor yang pas ditubuh Rara dengan rambut disanggul rapi. Dan sulaman benang emas menyilang didada pada gaun tersebut menambah keanggunan serta glamor seorang Rara. Tuan Andika sampai tidak berkedip sejak tadi memandang Rara.


Mobil yang dikendarai Tuan Andika telah sampai dilobi hotel bintang lima. Terlihat penjaga hotel sigap membukakan pintu untuk Tuan Andika dan Rara. Begitu memasuki hotel Rara dan Tuan Andika langsung disambut oleh Pak Bagas selaku Tuan rumah pesta.


“ Selamat malam Tuan Andika sebuah kehormatan terbesar dalam hidup saya Tuan berkenan menghadiri pesta kecil kami ini” ucap Pak Bagas pemilik Bagas Corporation merendah.


Pak Bagas diperkirakan berumur 50 tahunan, mungkin 10 tahun lebih muda dari Papa Tuan Andika.


“ Wah anda terlalu berlebihan Pak Bagas “ ucap Tuan Andika menimpali.


Tuan Andika mengerti arah pandang Pak bagaspun mulai mngenalkan Rara.


“Kenalkan Pak Bagas ini Citra biasa dipanggil Rara dia adalah sekertaris saya, Ra ini Pak Bagas beliau adalah pemilik Bagas Corporation” Ucap Tuan Andika memperkenalkan keduanya.


“ Wah saya kira Tuan Andika akan segera memberikan saya undangan” gurau Pak Bagas menepuk pundak Tuan Andika.


Tuan Andika hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Memang ini pertama kali dia mengajak wanita kepesta sudah bisa dipastikan jika besok pasti banyak media social atau berita menampilkan dirinya dan Rara.


“Selamat menikmati pestanya Tuan Andika” ucap Pak Bagas kembali.


Tuan Andika hanya menjawab dengan anggukan kepala dan berlalu mengajak Rara untuk menikmati jamuan pesta tersebut. Rara dan Tuan Andika tampak menikmati pesta tersebut tanpa sadar jika diperhatikan oleh seseoarang dari kejauhan. Tatapannya tajam dan tangannyapun terkepal erat. Orang tersebutpun mengambil gawainya dan menghubungi seseorang.


“ Hallo Ra kamu dimana” ucap Yuda, ternyata Yuda menghubungi Rara.


“ Ada apa Yuda? Aku sedang dipesta rekanan perusahaan tempat aku bekerja” uap Rara.


Ya.. ternyata orang tersebut adalah Yuda mantan calon tunanganya. Orang yang diam – diam memprhatikan kedekatan Rara dengan Tuan Andika.


“Ra bisakah besok malam kita keluar? Ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu” ucap Yuda.


“ Hemm… gimana ya Yud? Besok aku ada janji, siang sii cuma takutnya kalau kebablasan sampai malam” Ucap Rara menjelaskan.


“Gini aja Yud besok aku kasih tau ya selesainya jam berapa, kalau bisa besok aku hubungi ya Yud?” ucapnya kembali.


“ Oh… iya Ra… “ Ucap yuda.

__ADS_1


Saat Rara hendak menutup panggilannya suara Yuda terdengar memangilnya kembali.


“Ra… Ra” Panggil Yuda.


“ Ada apa lagi Yud?” tanya Rara.


“ Kamu hati – hati dipestanya, pulangnya jangan terlalu larut, bahaya Ra. Ingat kamu itu perempuan. Ya sudah besok malam aku jemput kamu dirummah ya?” Ucap Yuda mencoba memberi perhatian.


Baru saja Rara hendak berkata memang kenapa kalau dia perempuan? Apakah kalau peremuan harus dirumah saja? Pikir Rara tak mengerti ucapan Yuda. Rara terbengong memandangi ponselnya. Perhatian Yuda mengingatkan dia pada masa pacaran dahulu kala . Yuda yang selalu possesif, dan memanjakan Rara.


Rara tersadar saat pundaknya ditepuk Tuan Andika yang baru saja datang dari stand makanan, hampir saja ponselnya terjatuh.


“ Telfon dari siapa Ra? Kenapa malah ngelamun?” Tanya Tuan Andika.


“ Eh Tuan mengagetkan saja” ucapnya memegangi dadanya.


“ Ya lagian ngelamun o… iya ini jus kamu Ra” Ucap Tuan Andika memberikan satu gelas jus kepada Rara.


“ Terima kasih Tuan” Ucap Rara.


Pesta kini sudah sampai pada acara puncak, yaitu acara dansa bersama pasangan. Rara dan Tuan Andika terlihat kikuk lantaran semua peserta pesta yang datang menyuarakan nama Tuan Andika agar ikut berdansa.


“ Saya tidak bisa berdansa Tuan” Ucap Rara merendah.


“Nanti saya ajarkan” ucap Tuan Andika sudah mengulurkan tangan mengajak Rara berdansa.


Rara dan Tuan Andika sampai dilantai dansa disambut dengan sorak gembira orang- orang yang datang kepesta tersebut. Rara dan Tuan Andika saling pandang, terlihat sekali jika Rara sedang gugup. Berulangkali Rara menundukan pandangan menghindari tatapan dalam Tuan Andika.


Tepat pukul 23:00 Rara diantar pulang oleh Tuan Andika. Rolls Royce behenti dihalaman rumah minimalis milik Rara. Sebelum Rara membuka pintu Tuan Andika lebih dulu membukakan pintu untuk Rara dan mempersilahkan Rara keluar.


“Terima kasih Tuan” ucap Rara.


“Sama – sama Ra” ucap Tuan Andika.


“ Weekend besok apakah ada acara Ra? Bagaimana kalau kita jalan?” tanya Tuan Andika.

__ADS_1


“Maaf Tuan saya sudah ada janji dengan teman saya” ucap Rara.


Walaupun kecewa namun Tuan Andika mencoba menutupinya dengan senyum manisnya. Mungkin lain kali Tuan Andika harus membuat jadwal terlebih dahulu agar tidak kedahuluan teman – teman Rara yang lain pikir Tuan Andika. Saat Rara kembali melangkahkan kaki menuju rumahnya Tuan Andika kembali memanggil Rara.


“ Ra….” Panggil Tuan Andika .


“ Iya” ucap Rara membalikan badannya dengan alis mengernyit heran ada apa lagi bosnya memangil kembali pikir Rara.


“Terima kasih untuk malam ini” ucap Tuan Andika dengan senyum manis membuat Rara terheran karena bosnya dari tadi tersenyum manis terus tidak seperti saat bersama David atau saat bersama klien atau seperti saat mereka baru bertemu. Karena terlalul lelah Rarapun hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam rumahnya.


Rara berjalan gontai menuju kamarnya, baru berapa langkah Rara sudah dikagetkan oleh teriakan Ratih.


“Rara !!!” Seru Ratih melengking.


“ Pantas saja yaaa tadi kamu dandan secantik ini ternyata keluar dengan boss tampanmu itu.” Uap Ratih menggoda mengedipkan mata kearah Rara.


Rara hanya geleng – geleng kepala melihat kelakuan Ratih.


“ Apakah kamu sudah mulai membuka hatimu untuk atasanmu itu Ra?” Tanya Ratih kepo.


“ Tadi Yuda kembali menelfonku Tih, dan Yuda mengajak aku ketemuan besok malam” bukannya menjawab Rara justru menceritakan bahwa tadi waktu dipesta Yuda menghubunginya.


“ Jangan bilang kamu masih cinta dengan Yuda Ra”Ucap Ratih tidak percaya bahwa Rara menerima ajakan Yuda bertemu besok malam.


“Oh… My God Ra” Ucap Ratih menepuk jidatnya karena Rara hanya diam.


“Ra… kamu diam aku anggap jawaban kamu ya. Kamu mikir gak Ra, Yuda itu bukan laki – laki yang tepat buat kamu. Dia ninggalin kamu dihari bahagia kalian Ra” Ucap Ratih heran dengan Rara yang ternyata masih mencintai mantan tunangannya itu.


“ Kamu lupa ya Ra? Bagaimana terpuruknya kamu ditinggalin Yuda dulu? Bagaimana kamu harus menanggung malu dari cemoohan orang – orang? Dan yang terakhir Ra papa kamu meninggal karena Yuda ninggalin kamu saat acara pertunangan kalian. Ingat gak kamu Ra???” ucap Ratih emosi.


“ Tapi Yuda sudah menjelaskan kenapa dia ninggalin aku waktu itu Tih? Dan melihat perjuangan Yuda beberapa hari kemarin aku yakin Yuda memang sudah berubah, dia tidak mungkin meninggalkan aku lagi Tih” ucap Rara meyakinkan Ratih.


“ Terserah kamu Ra, aku lelah ngejelasinnya sama kamu. Saran aku sebelum kamu mengambil keputusan lebih baik kamu pikir ulang. Pikir pakai ini Ra!!!” Ucap Ratih menggebu sambil menunjuk kepanya sendiri.


Rara hanya menangis termenung diruang televisi. Awalnya dia memang ragu untuk kembali dengan Yuda tetapi melihat bagaimana perjuangan Yuda selama ini mewujudkan impian mereka tanpa embel – embel keluarga Yuda dibelakangnya, dan bagaimana Yuda meyakinkan Rara, bahwa Yuda benar – benar berubah dan masih sangat menyayanginya, membuat hati Rara luluh. Begitu besar cinta Rara terhadap Yuda sehingga membuat Rara lupa akan luka yang telah ditorehkan oleh Yuda dahulu kepadanya dan kepada keluarganya.

__ADS_1


Bersambung


Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part.


__ADS_2