
Pagi ini mentari bersinar sangat cerah. Burung – burung berkicauan seolah menyapa sepasang suami istri yang sedang memadu kasih dipagi hari. Entah kenapa semakin bertambah usia kehamilan Rara semakin membuat sang suami bergairah saat melihatnya.
Menurut Tuan Andika penampilan Rara dengan perut membuncit semakin membuatnya terlihat seksi. Hari ini adalah weekend dan Tuan Andika hanya ingin menghabiskan waktunya berdua bersama sang istri tercinta.
Nafas keduanya masih terengah saat kegiatan panas itu terhenti. Tuan Andika mengelap peluh di dahi Rara dan memberikan kecupan lama di kening sang istri. Kegiatan yang selalu dilakukan Tuan Andika saat sudah menyelesaikan permainannya.
“Mas, kamu enggak jijik melihat penampilanku” Tanya Rara setelah menutupi tubuh polosnya dengan selimut
“ Kamu seksi sayang. Kamu adalah wanita terseksi diseluruh dunia” ucap Tuan Andika menghibur sang istri.
Tuan Andika heran kenapa istrinya selalu saja insecure dengan bentuk tubuhnya akhir – akhir ini. Memang sekarang badan Rara terlihat gemuk dengan perut yang membesar dan tentunya dengan aset kesukaan suaminya juga membesar. Terlebih saat ini usia kandungan Rara sudah memasuki Sembilan bulan. Tetapi walaupun Rara terlihat gemuk Tuan Andika justru semakin bergairah saat melihat istrinya.
Tuan Andika tidak mau melewatkan semalam tanpa menyentuh istrinya. Bahkan karena semalam Tuan Andika tidak tega melihat wajah lelah istrinya, setelah berkunjung dari rumah kedua orang tuanya. Tuan Andika meminta haknya pagi ini, tentunya setelah memastikan sang istri sudah sarapan. Bagaimanapun juga Tuan Andika selalu megutamakan Rara dan calon anaknya agar tercukupi nutrisinya. Dia tidak mau hanya karena menuruti keinginanya tetapi sang istri merasa tidak nyaman atau bahkan terabaikan. Menurutnya Rara adalah prioritas utamanya.
“Is… gombal” ucap Rara sambil memukul dada sang suami yang sama sekali tidak dirasa sakit oleh Tuan Andika.
“Beneran sayang, kehamilan kamu ini membuat kamu terlihat lebih bersinar dan yang pasti kamu terlihat sangat seksi” ucap Tuan Andika sambil meremas buah kesukaannya.
“Auw…Mas!!!” pekik Rara yang hanya ditanggapi kekehan oleh sang suami.
“Dasar mesum! Udah ah aku mandi dulu” ucapnya seraya melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya.
“Mandi bareng Yang” ucap Tuan Andika yang reflek berdiri tanpa mengingat jika tubuhnya masih polos.
“Mas kamu mesum amat si, pakai celanamu dulu” ucap Rara menutupi matanya.
Bukannya segera mengenakan celana, dengan jahilnya Tuan Andika justru melepaskan lilitan selimut ditubuh istrinya.
“Eh mas mau ngapain” ucapnya menahan selimut agar tetap menutupi tubuhnya tetapi semuaitu percuma karena dengan kelihaian tangan Tuan Andika selimut itu sudah teronggok di lantai.
“Ya ngajak kamu mandi bareng Yang, mau apa lagi? Lagian mana ada orang mandi menggunakan selimut” ucap Tuan Andika dan langsung menggendong tubuh Rara.
Rara hanya menahan geli karena suaminya bukan hanya menggendongnya tetapi menciumi tubuhnya yang terjangkau oleh sang suami.
“Mas, perut aku mulas please kali ini mandinya sendiri – sindiri ya?” ucapnya dengan pandangan memelas
__ADS_1
“Perut kamu sakit sayang?” ucapnya khawatir
“Bukan sakit Mas, mulas pingin BAB, kamu keluar dulu ya?” ucapnya sambil mendorong tubuh sang suami.
“Ya sudah tapi pintunya jangan dikunci” ucapnya mengalah
“ Ya Mas. Aku janji nanti sore kita mandi bareng” ucap Rara dengan senyum menggoda
“Aku tagih nanti sore sayang, jangan beralasan mulas lagi” ucapnya meninggalkan sang istri dikamar mandi dengan senyum mengembang.
Tuan Andika memilih merapikan tempat tidur yang terlihat berantakan karena ulahnya. Setelah semua terlihat rapi Tuan Andika memutuskan mandi di kamar mandi yang terletak dikamar sebelah yang rencanaya akan dijadikan kamar untuk anaknya kelak.
Kamar yang telah didekor untuk menyambut buah cintanya bersama Rara. Calon penerus keluarga Pratama. Kamar dengan cat dominan biru muda dan perpaduan warna putih membuat siapa saja terasa damai berada didalammnya. Bahkan semua perlengkapan bayipun sudah lengkap dan sudah ditata dengan sangat apik oleh pasangan suami istri tersebut.
Setelah selesai membersihkan diri Tuan Andika kembali kekamar tetapi tidak menemukan sang istri dikamarnya. Apakah Rara masih dikamar mandi pikirnya.
Tok Tok Tok
“Sayang?”
“Dek mas dob……”
Ceklek
Pintu terbuka dan keluarlah Rara yang sudah menggunakan pakain lengkap.
“Kenapa pintunya dikunci? Sudah sering mas ingetin jangan mengunci pintu kamar mandi Dek, kamu sedang hamil besar kalau terjadi sesuatu bagaimana. Trus ini kenapa kamu malah menggunakan pakaian dikamar mandi, pakai saja pakaianmu diruang ganti sayang kenapa mesti dikamar mandi nanti kalau terpeleset bagaimana?” ucapnya panjang lebar
Rara memutar bola matanya malas. Suaminya selalu begini over protektif terlebih setelah kandungannya menginjak Sembilan bulan.
“Aku udah pakai baju dikamar tadi Mas, tapi tadi perutku mulas lagi makanya aku kekamar mandi” ucapnya menjelaskan
“Apa kamu mulas lagi? Kita kedokter ya?” ucapnya khawatir
Dengan sigap Tuan Andika mengambil perlengkapan bayi dan perlengkapan untuk Rara melahirkan yang sudah dimasukan kedalam satu tas jauh – jauh hari sebelumnya.
__ADS_1
“ Mas ngapain?” ucap Rara dengan dahi mengernyit melihat tingkah sang suami
“Ya mau bawa kamu kerumah sakit mungkin kamu akan melahirkan sayang. Karena dari tadi kamu bilang perutmu mulas” ucapnya dengan menenteng dua tas keperluan istri dan calon anaknya
DEG
Tiba – tiba saja Rara terpaku mendengar ucapan sang suami. Apakah dia kan melahirkan sekarang pikirnya. Walaupun sudah dipersiapkan jauh jauh hari dan rajin berkonsultasi dengan dokter kandungannya tetap saja Rara merasa was – was.
“Hei kenapa kamu bengong begitu. Jangan takut semuanya akan baik – baik saja” ucapnya memeluk dan menenangkan sang istri
“ Sepertinya ini bukan mau lahiran mas. Ini khan baru memasuki usia Sembilan bulan. Sepertinya Ini hanya kontraksi palsu saja sama seperti yang dijelaskan oleh dokter Lily karena gak rutin mulasnya” ucap Rara mencoba mengalihkan dari pikiran jika dirinya akan segera melahirkan.
“Apapun itu kita tetap ke Rumas sakit dulu. Aku gak mau kamu kenapa – kenapa oke” ucapnya menagkup wajah Rara dan memandangnya dengan tatapan teduh.
“ Ya sudah iya tapi aku mau makan bakso Mang Dadang yang ada ditaman kota dulu ya?” Ucap Rara memelas dengan mata mengerjap berkali kali membuat Tuan ANdika tak kuasa untuk menolaknya.
Entah kenapa tiba – tiba saja Rara menginginkan Bakso Mang Dadang yang terletak ditaman kota. Kedai Bakso yang menjadi saksi saat Arta menyatakan keseriusannya dahulu. Dan karena tempat itu juga akhirnya Rara memeperjelas hubungannya yang hanya bisa menganggap Arta sebatas sahabat tidak lebih.
Rara mengakui bakso Mang Dadang adalah bakso terenak yang pernah dimakannya. Tuan Andika geleng – geleng kepala melihat istrinya sangat lahap menghabiskan satu mangkuk bakso ditempat itu. Padahal Tuan Andika setengahnya saja belum habis.
“Mas aku habiskan punyamu ya” ucap Rara langsung menyambar mangkuk sang suami yang membuat Tuan Andika melongo dengan tingkah istrinya
“Pelan – pelan sayang” ucapnya meringis melihat cara Rara makan
“ Mau mas pesankan lagi?” ucapnya setelah melihat bakso miliknya telah dilahap habis oleh sang istri.
“Gak Mas, udah kenyang” ucap Rara mengelus perutnya
Tuan Andika tersenyum simpul. Dari awal bertemu istrinya memang selalau apa adanya. Tuan Andika berdiri dan membayar bakso terlebih dahulu sebelum mengajak istrinya beranjak dari kedai. Namun baru dua langkah dia meninggalkan istrinya, Tuan Andika kembali mendengar istrinya meringis.
“Duh mas perutku sakit banget” ucapnya meringiis sambil memegangi perutnya.
“Kita ke Rumah sakit sekarang” ucapnya langsung menggendong Rara dan meninggalkan kedai setelah mmeberikan uang pecahan 100.000 kepada pemilik kedai.
Hai… hai para readers maaf beribu maaf author lama kasih extra partnya. Semoga para readers dalam keadaan sehat sentosa. Setengah bulan ini author disibukan didunia nyata. Dirumah semua bergilir sakit termasuk dua malaikat kecil yang masih Balita. Bahkan Author belum berani publish novel baru author karena belum yakin bisa up setiap hari karena masih bolak balik RS. Mohon doanya agar diberikan kesehatan dan kelancaran agar Author bisa berbagi cerita kembali disini. Terima kasih
__ADS_1