Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 74 Hadiah dari Rara


__ADS_3

Hari berganti, tidak terasa sudah 4 hari pasangan suami istri itu berada di Maldevis. Dan sudah empat hari juga Rara selalu mengenakan pakaian dinas entah itu pagi, siang maupun malam. Asisten suaminya memang benar – benar mesum, alih – alih percaya jika semua pakaian telah disisapkan oleh David agar dia tidak kerepotan membawa pakaian dari Indonesia justru membuatnya hanya berada di Vila dan menghabiskan waktu bulan madunya hanya untk berkembang biak dan hal itu tentu saja membuat senang sang suami Tuan Andika Pratama.


“Mas ayolah kita jalan – jalan, kalau hanya didalam vila begini lebih baik kita tidak perlu jauh – jauh ke Maldevis” ucapnya cemberut dan memeonyongkan bibirnya.


“Ya nanti kita jalan – jalan ya…… duhh kasiannya istri Mas yang cantik ini” ucapnya kepada sang istri sambil menjepit dan memainkan hidung istrinya.


“ Ya sudah ayo kita siap – siap aku mau ke pusat perbelanjaan dulu Mas” Ucap Rara


“Ngapaian” Tanya Tuan Andika dengan dahi mengernyit


“Tentut saja membeli pakaian yang lebih layak disebut pakaian Mas, sudah empat hari aku memakai pakaian kurang bahan itu, lama – lama aku bisa masuk angin” keluh Rara


“OKe tapi setelah ini jinak dulu ya” ucapnya mengarahkan tangan Rara pada inti tubunya


“Hah!!!”


Rara tidak habis pikir dengan sang suami yang tiada lelah. Padahal mereka baru saja selesai melakukan aktivitas itu selepas subuh, bahkan mereka berduapun belum mandi. Apa suaminya tidak bosan pikirnya, bahkan mereka melakukannya sehari hampir empat kali dan itu sudah berlangsung selama empat hari ini. Rara sampai bingung dimana tempat yang belum dipakai oleh mereka berdua karena setiap mengedarkan pandangannya seolah – olah ada bayangan dia dan sang suami sedang make love.


Setelah pergulatan panas itu pasangan pengantin itupun kembali terlelap. Angan – angan ingin jalan – jalan kepusat perbelanajaanpun sepertinya harus Rara kubur untuk hari ini mengingat sampai pukul 13:30 mereka masih terlelap dibalik selimut. Suaminya memang benar – benar tidak membiarkannya untuk tidur tenang tanpa pergulatan dalam sehari saja.


Sama seperti hari - hari yang lalu Tuan Andika selalu memanjakan istrinya dengan membawakan makanan kekamarnya. didalam kamar terlihat sang istri sedang memainkan ponselnya dengan wajah yang ditekuk.


“Sayang makan dulu ya” ucapnya menyiapkan makan siang yang sudah sangat terlambat untuk sang istri. Rara tidak bergeming masih berselancar dengan benda pipih kesayanagn sejuta umat. Tuan Andika tersenyum geli melihat Rara yang ngambek. Dia sebenarnya kasian dengan Rara yang terus merengek meminta diving dan jalan – jalan. Hanya saja tubuh Rara kini telah menjadi candu bagi Tuan Andika hingga selalu menignginkan dan menginginkan lagi.


Tuan Andika menghela nafasnya kasar melihat istrinya yang masih merajuk, dia duduk dihadapan sang istri yang masih enggan untuk menatapnya.

__ADS_1


“Mas minta maaf sayang, tapi mas janji besok kita akan pergi kepusat perbelanjaan sekalain membelikan oleh – oleh untuk Papa,Surya dan kedua Mama kita” ucapnya dengan tangan terulur ingin membelai surai hitam dan panjang milik Rara tetapi hanya menggantung diudara karena sang istri menghindari sentuhannya. Tuan Andika kembali tersenyum simpul melihat penolakan sang istri


“ Sayang makan dulu yaa… biar kuat divingnya kata….”


“Beneran Mas?” ucapnya berbinar


“Iya tapi jangan lama – lama nanti keburu dingin air lautnya. Nanti pukul 17:00 kita sudah dipermukaan lagi”ucap sang suami.


Rara melirik jam didindingsudah pukul 14:30 tetapi masih lumayan waktu utuk diving pikirnya. Dengan gerakan cepat kilat Rara menghabiskan makanan yang dibawakan oleh suaminya. Tuan Andika yang melihat perubahan sikap Rarapun hanya tersenyum simpul.


“Duhh pinternya istri Mas, makannya sudah habis saja, sekarang kamu ganti pakaian itu dipaper bag ada pakaian kamu untuk diving” ucap Tuan Andika menunjuk papaer bag


“Mas kapan belinya? Kirain aku divingnya pakai lingre” cletuk Rara yang membuat Tuan Andika melotot.


“No!! Jangan pernah memakai bahkan membayangkan memakai pakaian dinas itu didepan orang lain selain sama mas. Diving nanti ada yang ngawal kita dek, ada yang memberikan pengarahan sama kita. Mas gak mau tubuh kamu yang seksi itu dipandang oleh orang lain. Semua yang ada pada tbuh kamu milik Mas. Hanya mas yang boleh melihat dan memilikinya” ucapnya tegas dan posesif.


“Beneran Mas?”Tanya Rara dengan wajah penuh binar


“Ya sayang... asal istri Mas bahagia apapun akan mas lakukan”ucapnya menggombal


“Is.. so sweet... makin cinta deh” ucap Rara dan mengecup bibir sang suami sekilas dan berlalu begitu saja.


“Dek. Kamu jahat yang bener ciumnya” ucap Sang suami cemberut sementara Rara tertawa terbahak. Rara hapal betul bagaimana mesum suaminya dan sekarang dapat dipastikan jika si Kobra dibalik boxer sang suami sudah bersiap untuk bertempur kembali.


“Udah sore Mas kita harus bersiap, aku sudah tidak sabar menjelajahi laut dipulau ini. Nanti malam aku kasih hadiah deh” ucap Rara mengedipkan sebelah matanya kepada Tuan Andika.

__ADS_1


“Oke mas tunggu nanti malam awas kalau kamu bohong. Ya sudah kamu bersiap mas bawa ini kebawah dulu” ucapnya sambil membawa nampan.


Tepat pukul 14:50 pasangan yang sedang dilanda asmara itu mulai melakukan diving setelah memperoleh pengarahan dari instruktur dipulau itu. Menikmati indahnya pesona bawah laut pulau maldevis. Tuan Andika selalu berada didekat Rara kadang menggenggam tangan Rara disela – sela aktivitas diving yang dilakukanya.


Sesuai dengan syarat yang diajukan oleh sang suami mereka menghentikan aktivitas diving pukul 17:00. Mereka kembali ke villa dengan saling merengkuh dan senyum yang selalu mengembang.


“Jangan lupa janjimu dek” tagih sang suami


“Astaga Mas masih ingat saja” ucap Rara sambil menepuk jidatnya


“Ingatan mas sangat tajam sayang. Kalau tidak tajam tidak mungkin Papa mempercayakan Perusahaanya kepada Mas” ucapnya membanggakan diri


“Ya..ya”ucapnya malas menaggapai suaminya yang mulai narsis


“Mas kekamar dan mandi nanti keruang makan setelah aku panggil, ingat jangan ngintip” ucapnya saat sudah sampai di villa


Tuan Andikapun menurut setelah bebersih dia menunggu Rara didalam kamar sambil berselancar dengan ponselnya. Sementara Rara tengah sibuk menyiapkan makan malam romantis dengan sang suami. Ini adalah pertama kalinya Rara masak untuk Tuan Andika setelah statusnya berubah. Setelah selesai masak Rarapun mandi menggunakan kamar tamu dan mengenakan salah satu pakaian yang dipilihkan sang Mama yang diletakanya tadi sebelum berangkat diving.


Setelah semua hidangan tertata rapi dimeja makan dengan lilin sebagai cahaya temarannya dan tidak lupa setangkai mawar merah menambah suasan romantis Rara memanggil suaminya agar segera ke meja makan. Derap langkah sang suami semakin mendekat tetapi Rara masih duduk dikursinya sangat anggun dengan rambut tergerai.


Tuan Andika tercekat melihat penampilan istrinya malam ini. Kenapa istrinya berpenampilan seperti itu disaat akan makan malam. Apakah ini hadiah yang dimaksud oleh Rara tadi pikirnya, Oh My God sudah dapat dipastikan Tuan Andika tidak akan konsentrasi menyantap makan malamnya atau mungkin dia ingin menyantap Rara sebagai menu makan malamnya kali ini. Dengan pencahayaan temaran dari lilin membuat Rara terlihat cantik, mempesona dan…Seksi..


Bersambung


Maaf yaa telat updatenya Author kurang enak badan.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Terima kasih


__ADS_2