
Hari ini adalah hari terakhir Rara dan Tuan Andika berada di pulau Maldevis setelah seminggu lamanya mereka disini memadu kasih. Sangat berharap bulan madunya di Pulau yang menggambarkan surga dunia membuahkan hasil.
Setelah seharian kemarin mereka berbelanja beberapa souvenir untuk para sahabat dan keluarganya kini pasangan halal itu tengah mengepak seluruh pakaian dan souvenir yang akan dibawa pulang.
“Sayang kamu istriahat saja dulu, biar mas saja yang mengepak barang – barang kita” ucapnya perhatian saat melihat wajah Rara yang terliat lelah
Bagaimana tidak lelah jika sang suami menggempurnya habis – habisan semalam dengan dalih malam terakhir di Maldevis. Entah berapa kali sang suami menggempurnya Rara sampai lupa karena dia sudah terlelap sebelum sang suami menyelesaikan permainannya.
Mereka akan kembali ke Indonesia nanti sekitar pukul 17:00 jadi masih ada waktu untuk Rara beristirahat tiga jam lagi. Merasa memang tubuhnya lelah Rarapun menurut merebahkan badannya untuk beristirahat. Tak perlu waktu lama Rara sudah terlelap membuai mimpi. Padahal mereka bangun setelah melewatkan sarapan pagi yang dirapel sekalian dengan makan siang. Tuan Andika tersenyum simpul melihat wajah damai sang istri dikecupnya kening istri dengan sayang.
“Maaf ya sayang membuatmu lelah” monolognya sambil membenarkan selimut sang istri
Sesuai ucapannya kepada sang istri Tuan Andika mngepak seluruh pakainnya dan pakaian sang istri menjadi satu koper. Sedangkan untuk souvenir dipak manjadi tiga koper terpisah untuk keluarga, art dan para sahabat Rara. Tidak lupa Tuan Andikapun membelikan souvenir yang unik dan eksentrik untuk asistennya yang telah banyak berjasa mengatur masa bulan madunya di pulau Maldevis.
Tepat pukul 17:00 pengantin baru itu kembali ketanah air menggunakan jet pribadi milik kelarga Pratama. Dan tepat pukul 08:00 meraka mendarat sempurna di Bandar Udara Soekarno Hatta. Mereka memutuskan untuk kerumah Mama Rani terlebih dahulu sebelum kembali Ke Bandung dan menetap disana.
Terlihat Surya melambaikan tangan kepada adik dan iparnya. Ya Surya memutuskan dia yang menjempun pengantin baru itu karena dia sangat merindukan sang adik.
“Hai… bagaimana bulan madu kalian? Apakah sudah ada Rara atau Andika Junior diperutmu Ra?” Tanya sang kakak membuat Rara melotot kepada kakanya.
“Baru datang bukannya Tanya kabar, malah nanya sesuatu yang aneh - aneh saja kamu ini Kak” ucapnya tersungut – sungut.
Surya tertawa terbahak melihat reaksi adiknya sedangkan Tuan Andika hanya tersenyum simpul. Walau jauh dilubuk hatinya dia memang sangat mendamba segera hadir Rara dan Andika junior diperut sang istri.
“Kalau perjalanan pasti nyaman khan kalian menggunakan jet pribadi pasti bisa tidur didalam pesawat jadi sepertinya tidak perlu Kakak tanyakan” ucapnya ngengir
Rara menghela nafasnya ada benarnya juga apa yang dibicarakan kakaknya.
“Bagaimana kabar Mama? Sehat kan?” Tanya Rara mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
“Sehat, kita mampir kekafe bentar ya ada yang mau kakak bicarakan kepada kalian” ucap Surya serius
Pasangan pengantin baru itu saling lirik, Kenapa tiba – tiba kakaknya berubah serius? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Mamanya selama mereka bulan madu pikir Rara. Tetapi kenapa tidak ada yang memberi tahu mereka berdua.
“Mama sehat dan baik – baik saja kan Kak?” Tanya Rara serius
“Sehat Ra, ya ampunn gak percaya amat ama kakaknya” ucap Surya gemas
“Kakak mengajak kalian kekafe untuk membicarakan perial Kakak bukan tentang Mama” ucapnya kembali.
Pasangan pengantin baru itu kembali saling lirik dan tersenyum simpul. Mungkinkah sang Kakak akhirnya memiliki tambatan hati setelah sekian purnama menjomblo pikir Rara. Tak mau merusuh Rara memilih duduk anteng menunggu sampai di kafe dan mendengarkan perihal kegundahan sang kakak.
Berbeda dengan Rara yang merasa bahagia karena mengira kakaknya telah menemukan tambatan hati, Surya justru tengah kalut bagaimana cara menjelaskan kesalah pahaman Mamanya beberapa hari lalu yang masih berbuntut hingga sekarang.
Ya sebelum Rara dan Tuan Andika sampai kerumahnya sepertinya lebih baik dia memberi tau sang adik apa yang terjadi dua hari yang lalu. Dari pada Rara maupun iparnya salah paham dengan sikap sang Mama nantinya. Mengingat sikap sang Mama dua hari belakangan ini selalu ketus kepadanya dan terus mendesak untuk mencari wanita yang pernah menginap di Apartemennya.
Walau sempat kecewa, karena Rara mengira sang Kakak telah menemukan tambatan hati tetapi mendengar cerita akhir dan membaca surat dari wanita yang ditolong oleh kakaknya Rara tidak bisa menahan tawanya. Bagaimana bisa kakaknya kecolongan uang pikirnya dan tidak tangung – tanggung wanita itu mengambilnya lima juta hanya untuk ongkos ke Bandung.
Setelah selesai menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi dengan Mamanya mereka melanjutkan kembali perjalanan ke Mansion Wijaya. Surya dapat bernafas lega setidaknya kini dia memiliki pendukung saat menghadapi sang Mama yang alot dan susah diberikan pengertian.
“Mama!!!” teriak Rara sat turun dari kendaraan Kakaknya dan mendapati sang Mama yang telah menunggunya. Dua wanita beda generasi itupun saling berpelukan.
“Bagaimana bulan madunya sayang? Kamu senang?” Tanya sang Mama membelai pipi putrinya
“Senang Ma, senang banget malah” ucapnya terxixix dan bersandar pada pundak ibunya
“Semoga segera dapat kabar baikya sayang” ucapnya sambil membelai perut putrinya
“Mudah – mudahan Ma karena kami juga tidak menundanya” ucap Tuan Andika yang tiba – tba saja muncul menyusul Rara dan mencium tangan mertuanya dengan takzim
__ADS_1
Nyonya Rani tersenyum bahagia memiliki menantu seperti Tuan Andika. Terlebih Nyonya Rani melihat putrinya dicintai begitu besar oleh suaminya. Berharap semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarganya.
“Ya sudah kalian istirahat dulu nanti jam makan siang kita kumpul dimeja makan. Ada yang ingin Mama sampaikan kepada kalian. Ingat jangan ada yang pergi hari ini dengan alasan kerjaan numpuk” ucapnya melirik sang putra sinis
Rara hanya tersenyum simpul melihat sang kakak yang meringis mendapati keketusan Mamanya. Rara merasa kasihan teradap sang kakak, sepertinya dia harus segera meluruskan kesalahpahaman antara ibunya dan kakanya pikir Rara.
Jam makan siangpun tiba, semua berkumpul sesuai dengan permintaan ibu suri. Makan siang berjalan dengan khidmat tanpa ada suara obrolan dari keempatnya sampai suara nyonya Rani memecah keheningan.
“Mama sudah selesai, Mama tunggu kalian diruang keluarga” ucapnya meninggalkan meja makan
Semua yang tersisa dimeja makan saling lirik, Rara memandang kakaknya mencoba bertanya ada apa dengan Mamamnya melalui tatapan tetapi Surya hanya mengedikan bahunya saja.
Tidak mau membuat mamanya menunggu lama kedua anak dan menantunyapun kini sudah bergabung diruang keluarga, duduk disofa memanjang yan berbentuk huruf L tempat biasa keluarga Wijaya habiskan untk bersenda gurau.
“Andika, Mama boleh minta tolong sama kamu? “Tanyanya pada menantunya
“Tentu saja Ma katakana saja” ucap Tuan Andika tenang walau sebenarnya dia penasaran ada apa sebenarnya.
“ Didalam USB ini ada rekaman CCTV di Apartemen Surya, tetapi hasilnya memang tidak jelas karena obyeknya terlalu jauh. Dan sayangnya bebebrapa cctv lainnya memang dalam tahap perbaikan disana jadi hanya itu yang Mama dapatkan sebagai petunjuk. Mama minta tolong kamu cari tau siapa wanita itu kalau sudah ketemu langsung kabari Mama” ucapnya panjang lebar dan menyerakan sebuah USB kepada menantunya.
“Ma! Come on berapa kali harus Surya jelaskan antara aku dan wanita itu tidak terjadi apa – apa. Aku hanya meno……..”
“Tidak terjadi apa – apa katamu?” ucapnya ketus dengan pandangan sinis kepada putranya
“ Siapa yang bisa menjamin jika tidak terjadi apa – apa, sedangkan kalian berada dikamar bahkan ranjang yang sama dalam keadaan kamu memeluk wanita itu dengan kamu hanya mengenakan dalaman saja sedangkan wanita itu mengenakan pakaianmu Hah…!!” Ucapnya lantang
“APA????” pekik Rara yang kaget dengan ucapan sang Mama karena tadi saat dikafe Kakaknya tidak ada menceritakan part ini. Sedangkan Tuan Andika hanya bengong dengan fakta baru yang didengar oleh mertuanya.
Bersambung
__ADS_1