
Setelah mendudukan Rara kembali kekursinya Tuan Andika memutuskan untuk memberi ruang kepada Rara dan mantan tunangannya untuk menyelesaikan masalahnya. Walaupun hatinya sedikit berdenyut membiarkan Rara Sekertaris nya yang diam – diam disukainya duduk berdua dengan sang mantan. Namun mau berbuat apalagi bukankah karena mantannya ini pula membuat Rara berganti ganti kekasih.
“ Saya tunggu 15 menit lagi dimobil” Ucap Tuan Andika datar
Setelah kepergian Tuan Andika Rara menagis pilu. Memandang Yuda sang kekasih hati yang tega meninggalkannya disaat hari bahagianya. Karena kejadian itu juga Rara kehilangan papanya yang terkena serangan jantung. Luka yang mulai mengering kini terkoyak kembali karena pertemuan tak terduganya.
Yuda berhambur memeluk Rara didekapnya tubuh ramping tetapi sintal itu. Mengelus rambut panjangnya Rara berusaha menenangkan agar tangisnya reda. Rara memberontak namun kalah tenaga dengan Yuda, Yuda semakin mendekap erat Rara, menyalurkan rindu yang teramat, semua mata yang memandang haru melihat pasangan tersebut. Seperti pasangan yang sudah terpisah lama dan baru bertemu kembali. Dan pemandangan tersebutpun tidak luput dari mata tajam Tuan Andika, Hatinya berdenyut, tangannya terkepal erat. Tanpa pemberitahuan kepada Rara Tuan Andika meninggalkannya di Resto.
Mobil Tuan Andika melesat menelusuri jalan menuju kantor AW group kembali. Perjalanan kali ini terasa sunyi tanpa ada Rara disampingnya, tanpa ada aroma parfum Vanila yang membuatnya melayang. Mengingat aroman parfum Vanila Kembali Tuan Andika teringat dengan Rara. Ternyata sebesar itu cinta Rara kepada Yuda pikir Tuan Andika. Apakah Rara akan kembali kepada mantan tunanganya pikirnya. Pantas saja saat ditinggalkan membuat Rara prustasi hingga mengakibatkannya hilang arah dan menjadi seorang playgirl. Pikiran Tuan Andika dipenuhi dengan Rara lelah memikirkan semuanya hingga Tuan Andika memejamkan matanya.
Dilain Tempat, tepatnya di RY Resto Kini Rara dan Yuda saling pandang. Entah sudah berapa kali Yuda meminta maaf kepada Rara atas kejadian satu tahun yang lalu. Seandainya dulu dia tidak meninggalkan Rara mungkin sekarang dia dan Rara sudah menikah. Seandainya saja dia tidak menuruti keegoisan Orang tuanya yang menginginkan Yuda berpisah dengan Rara karena kasus kakak Rara yang hamil diluar nikah mungkin Yuda dan Rara sudah bahagia dengan keluarga kecil mereka . Seandainya dia dulu berani melawan perintah orang tuanya untuk meninggalkan Rara menjelang pertunangan mungkin Tuan Wijaya Papa Rara masih hidup. Dan masih banyak penyesalan Yuda yang lainnya yang tidak sanggup di ucapkan kembali.
“ Tidak ada yang perlu dimaafkan lagi Mas yuda”. Kata Rara
“ Dulu kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita bukan?” Kata Rara menjeda ucapannya yang direspon dengan gelengan kepala dan isak tangis oleh Yuda
“ Selama ini aku mengganggap hubungan kita belum berakhir karena belum ada kesepakatan dari kita berdua”. Ucapnya kembali menjeda untuk menarik nafas.
__ADS_1
Yuda berbinar mendengar ucapan Rara, Yuda berpikir Rara masih sangat mencintainya. Dia berjanji jika memang masih diberi kesempatan Yuda tidak akan mengecewakan dan menyakiti Rara kembali
“ Berarti kamu masih mencintaiku kan Ra? Terimakasih sudah memberikanku kesempatan kedua,Kita bangun kembali impian kita dahulu yang sempat tertunda ya?” ucapnya penuh percaya diri
“ Sekarang aku menyetujui untuk mengakhiri hubungan kita. Aku terima keputusanmu Mas Yuda” Ucap Rara tegas.
“Aku tidak mau kita berakhir Ra” Kata yuda mengiba
“ Apa maumu Mas Yuda?” Tanya Rara tegas matanya menatap yuda nyalang
“ Aku ingin kita kembali seperti dulu Ra, Bukankah kau masih mencintaiku?” Tanya Yuda
Yuda tersadar kembali betapa besar luka yang telah dia torehkan kepada Rara dan keluarganya karena dia yang terhasut oleh keegoisan orang tuanya. Sungguh Yuda sangat menyesal atas kejadian satu tahun yang lalu.
“Aku berharap kita tidak bertemu lagi mas. Jangan pernah mencoba menemuiku lagi maaf aku masih jam kerja” Ucap Rara meninggalkan Yuda yang masih dengan penyesalannya.
Setelah Rara keluar dari Resto, Rara tidak menemukan mobil CEOnya entah kemana pikir Rara. Dia mencoba menghubungi Tuan Andika tetapi tidak dijawab padahal tersambung. Entah sudah berpapa kali Rara menghubungi CEOnya tetapi tetap saja tidak diangkat oleh atasannya itu. Akhirnya Rara memutuskan untuk memesan taxi online.
__ADS_1
Setelah sampai di perusahaan betapa kagetnya Rara melihat mobil SUV hitam milik sang CEO sudah terparkir dibasemant. Berarti tadi Tuan Andika meninggalkannya di RY Resto pikir Rara. Kenapa tidak bilang saja kalau beliau akan kembali ke perusahaan terlebih dahulu . Atau minimal Tuan Andika mengangkat teleponnya barusan jadi Rara tidak bingung menunggu disana seperti kucing tak bertuan. Dasar Bos menyebalkan umpat Rara dalam hati.
Setelah sampai di Ruang kerjanya Rara memutuskan untuk tidak keruang CEO. Untuk apa juga dia bertanya kenapa dia ditinggalkan di Resto sendiri pikir Rara. Yang ada nanti Rara akan dikatakan ngelunjak karena menyuruh bosnya menunggu, Dimana – mana biasanya juga bawahan yang menunggu atasan. Rara memilih untuk menyibukan diri dengan mengarsipkan kontrak kerja sama tadi dan menyelesaikan laporan lainnya.
Di ruang CEO, Tuan Andika berharap Rara langsung keruangannya dan meminta maaf karena hari ini dia bersikap tidak professional. Kenapa harus membahas masalah pribadi dijam kerja pikir Tuan Andika. Lama Tuan Andika menunggu Rara, namun yang ditunggu tidak muncul juga. Karena tidak sabar Tuan Andika akhirnya menelpon Rara dan menyuruh Rara keruangannya.
“Maaf Tuan ada yang bisa saya bantu?” Ucap Rara tenang menyembunyikan kedongkolannya kepada Tuan Andika
“Kau tak ingin minta maaf Ra?” Tanya Tuan Andika dingin
“Maksud Tuan?” Tanya Rara bingung
Tuan Andika mendengus sebal karena Rara tidak sadar akan kesalahannya di Resto. Kenapa Rara harus menyelesaikan masalah pribadi dijam kerja dan Rara tidak sadar bahwa itu salah. Tapi tungu dulu.. bukankah tadi Tuan Andika sendiri yang memberinya waktu. Kenapa sekarang Rara harus minta maaf bukankah harusnya Tuan Andika yang harusnya meminta maaf kepada Rara karena sudah meninggalkannya sendiri di Resto. Benar – benar Tuan Andika definisi bos yang menyebalkan.
Tuan Andika benar marah karena Rara menyelesaikan masalah pribadi dijam kerja atau Tuan Andika marah karena melihat Rara yang dipeluk oleh Yuda. Sang mantan yang menurut Tuan Andika masih dicintai oleh Rara.
Bersambung
__ADS_1
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya…… see you next Part