Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 44 Pergi Untuk Sementara Waktu


__ADS_3

Tepat saat mobil Tuan Andika meninggalkan rumah Rara. Rarapun sampai disana dan langsung disambut oleh Mang Jaja dengan kernyitan didahi.


“Lho neng kok sudah pulang, baru saja Tuan Andika kesini mencari Neng kemari ada apa atuh Neng?” Tanya Mang Jaja heran


“ Oh.. Tuan Andika sudah kesini trus kemana sekarang?” Tanya Rara bingung.


“ Mamang tidak tau Neng, tadi Tuan Andika kesini nyuruh Mang Jaja manggilin Neng Rara, ya Mamang jawab saja Neng Rara belum pulang. Ehh Tuan Andika langsung pergi, padahal Mamang teriak – teriak manggil Tuan Andika tapi sepertinya Tuan Andika buru – buru” ucap Mang Jaja menjelaskan


“Oh.. gitu iya Mang, memang kita mau keluar kota karena ada pekerjaan dan Rara menemani Tuan Andika keluar kota. Mungkin Tuan Andika nunggu Rara di Resto karena tadi sebenarnya janjian di Resto. Ya sudah Mang, Rara siap siap dulu yaaa mau ngambil keperluan selama diluar kota” jawab Rara berbohong.


Mang Jaja percaya saja jika majikannya Rara akan keluar kota urusan pekerjaan bersama dengan atasannya. Karena Mang Jaja sudah sedikit lebih banyak mengenal sosok Tuan Andika yang sering menolong majikannya.


Rara keluar dengan membawa sebuah koper yang berisi keperluan selama diluar kota. Ya Rara memang berniat kelar Kota tetapi bukan karena urusan pekerjaan bersama Tuan Andika, tetapi Rara hanya ingin pergi sementara waktu, ingin melupakan semua kejadian yang telah menimpanya. Dia hanya ingin berlibur sedikit merefresh otaknya.


“Sudah siap Neng? Biar Mamang antar ya?” Tawar Mang Jaja yang entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang aneh.


“Tidak usah Mang, itu taxi Rara dari tadi nungguin Rara kan kasian kalau dibatalin, Mamang dirumah saja toh Rara hanya ke Resto saja. Rara berangkat dulu Mang kasian Tuan Andika nanti nunggunya lama” ucap Rara meyakinkan sopir pribadi keluarganya yang ditugaskan Surya mengantar sekaligus menjaga Rara kemanapun . Setelah mendengar ucapan majikannya Mang Jaja merasa sedikit tenang. Dia pun memilih membiarkan majikannya pergi dengan taxi online yang sedari tadi memang menunggu Rara.


Kendaraan yang dinaiki oleh Rarapun melaju meninggalkan rumah minimalis tempat pelarian Rara selama satu tahun terakhir. Rara menatap sendu rumah yang selama ini mejadi saksi masa terpuruknya dia. Rumah yang menjadi tempatnya menangis tanpa suara .


“Ra kalau emang enggak pingin pergi gak usah pergi, banyak kali tempat di Kota ini yang bisa buat ngerefresh pikiran kita ga perlu keluar Kota bahkan sampai ke Lampung” ucap seseorang yang duduk disebelah kemudi


“ Tapi kalau aku masih disini aku gak bisa menjernihkan pikiranku Kania” ucapnya pada Kania.

__ADS_1


“ Aku juga lelah Kania selalu dibuntuti pengawal kemanapun aku pergi. Walau kakaku maupun Ratih tidak bercerita, tetapi aku tau kakaku menempatkan pengawal bayangan untuku sejumlah empat orang. Gak nyaman tau Kania, ngap – ngapain selalu ada yang mengawasi dan membuntuti, walaupun dari jarak jauh. Entahlah Kania, selain karena masalah dengan Tuan Andika aku juga sebenarnya kecewa dengan kakaku yang tidak mau terbuka denganku jika dia menyuruh beberapa pengawalnya untuk mengawasi dan menjagaku selama ini” curhat Rara panjang lebar.


Ya Kanialah yang akan menemani Rara bepergian kali ini. Karena hanya Kania temannya selain Rara. Kalau mengajak Ratih sepertinya tidak mungkin karena Ratih harus menjaga Resto dan kafenya belum lagi Ratih yang pasti akan melaporkan semuanya kepada sang kakak. Rara hanya ingin berlibur dengan tenang tanpa ada keributan dan gangguan. Sedangkan Sinta dan Dewi pasti sangat sibuk dengan pekerjaanya.


Lampung sepertinya adalah tempat yang tidak mungkin terpikirkan oleh kakaknya, dan Lampung adalah salah satu Kota yang belum pernah dikunjungi oleh Rara padahal Lampung juga memiliki tempat liburan yang tidak kalah keren dengan kota – kota lainnya.


Sedangkan ditempat lain, Tuan Andika terburu – buru masuk kedalam Resto matanya memindai isi Resto berharap menemukan sosok yang sedang dicarinya. Kedatangan Tuan Andikapun diketahui oleh Ratih, tiba – tiba saja dia teringat ucapan Rara jika Andika sudah memiliki calon istri. Giginya begemelatuk menandakan Ratih sangat marah. Dengan nafas memburu dia menghampiri Tuan Andika.


“Untuk apa Anda kemari Tuan?” Ucap Ratih penuh emosi.


Dahi Tuan Andika mengernyit melihat sahabat Rara menyambutnya dengan amarah. Bukankah terakhir ketemu dia masih ramah pikir Tuan Andika.


“Dimana Rara?” Tanya Tuan Andika tenang


Ratih sebenarnya sosok yang lemah lembut walaupun dia jago bela diri. Dia selalu memikirkan perasaan orang dalam berucap. Entah kenapa hari ini sepertinya Ratih kehilangan kendali. Kalau tidak teringat dia dan Rara memiliki hutang budi kepada Tuan Andika mungkin Ratih sudah menghajarnya menggunakan jurus Taebaek, jurus andalan yang dia peroleh setelah meraih sabuk hitam selama mengikuti ilmu beladiri Taekwondo.


Alis Tuan ANdika menukik mendengar perkataan sarkas Ratih. Berarti benar firasatnya jika Rara berada di Resto.


“Dimana Rara? Ada satuhal yang harus saya jelaskan” ucap Tuan Andika kembali


“ Satu hal tentang pernikahan anda maksud anda Tuan? Dengarkan saya baik – baik jangan pernah temui Rara kembali. Anda memang kaya tetapi anda tidak bisa mepermainkan Rara seenaknya. Atau anda akan berhadapan dengan saya dan juga dengan Tuan Surya” ancam Ratih.


Tuan Andika geleng – geleng kepala melihat tingkah bar – bar sahabatnya Rara. Dia tidak perduli dengan ucapan Ratih, Tuan Andika tetap melanjutkan langkahnya mencari Rara. Namun baru selangkah Tuan Andika melangkah samar – samar pendengarannya mendengar gumaman Ratih.

__ADS_1


“Sudah memiliki calon istri dana kan menikah tetapi masih mendekati Rara.Memang kurang ajar” Gumam Ratih tetapi masih didengar oleh Tuan Andika.


Tuan ANdika mendelik mendengar ucapan Ratih. Apa maksudnya dengan pernikahannya. Dan apalagi tadi katanya calon istri. Tuan Andika bingung dengan ucapan Ratih, dia mmeang benar – benar tidak tahu.


“Pernikahan, calon istri, aku tidak mengerti maksudmu. Sekarang tolong kasih tau dimana Rara saya mau bertemu dengan dia ini penting” ucap Tuan Andika kembali


“Rara sudah tidak ada disini tepatnya sudah tidak ada dikota ini dia…”


“Apa maksudmu?” Tanya Tian Andika marah dan memotong perkataan Ratih membuat nyali Ratih menciut.


“ Rara sudah ke Jakarta, saya harap Tuan jangan mengganggu Rara lagi. Tuan tau sendiri Rara sudah pernah kecewa. Kenapa Tuan tega membuat Rara kembali sakit hati” Ucap Ratih sendu mengingat sahabatnya.


Tuan Andika meremas rambutnya frustasi. Dia sangat yakin jika Rara salah paham dengan kedatangan Sherin tadi. Tapi bukankah antara Tuan Andika dan Sherin memang tidak ada hubungan apa – apa, lalau apa yang harus dijelaskan pikir Tuan Andika.


“ Rara salah paham,Sherin bukan calon istri saya dan saya tidak mempunyai calon istri selain Citra Maharani Wijaya dan saya hanya akan menikah denganya dan tidak mungkin saya membuat wanita yang sangat saya cintai sakit hati” ucap Tuan Andika lantang meninggalkan Ratih yang masih termenung karena mendengar ucapan Tuan Andika.


Bersambung


...****************...


Hai Readers… selamat malam jangan lupa like dan komennya yaa…


Samapai jumpa besok subuh ya.. bye,,bye…

__ADS_1


__ADS_2