Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 37 Mulai Membuka Hati


__ADS_3

Sepasang Kakak beradik itu sedang asyik bersenda gurau dan bercanda, sepertinya kehadiran sang kakak melupakan kejadian tadi siang. Tak henti – hentinya Rara dibuat tertawa dengan candaan kakaknya hingga kedatangan seoang perawat menghentikan tawanya.


“ Selamat malam Mba Rara, sudah makan kan? Sekarang waktunya minum obat ya” ucap perawat menyerahkan 2 buah obat bentuk pil. Rarapun menerima dan langsung meminumnya dibantu oleh perawat.


“ O iya mba Rara dapat titipan bunga dari Tuan Andika” ucap perawat menyerahkan buket bunga Lily putih


“O iya terimakasih Sus, trus sekarang Tuan Andikanya kemana?” Tanya Rara bingung,


“ Hm saya kurang tau Mba, mungkin sudah pulang. Oke sudah semua, saya pamit keluar ya Mbak semoga lekas pulih” ucap perawat dengan senyum manis.


“Ya Sus terimakasih” ucap Rara


Rara bingung kenapa Tuan Andika tidak masuk saja dan menyerahkan buket bunganya langsung kepadanya pikir Rara. Apakah Tuan Andika ada masalah? Atau ada sesuatu yang terjadi dengan Yuda karena seingat Rara Tuan Andika memukul Yuda berkali – kali dan keluarga Yuda tidak terima.


“Ciye…. siapa Tuan Andika Dek?” Tanya Surya mengacak – ngacak rambut Rara


“Ih… Kak Surya rambutku berantakan” ucapnya memonyongkan bibirnya


“Siapa Tuan Andika Dek? Salah satu dari puluhan pacar kamu itu?” Tanya Surya menggoda


“Ngawur!!”Sembur Rara


“Aku udah gak punya pacar lagi Kak, aku bukan Playgirl lagi, aku udah insyaf, aku sadar, tidak seharusnya kemarin aku melampiaskan kekesalan kemarahan dan kekecewaanku kepada semua lelaki” ucap Rara.


Surya terbengong mendengar ucapan adek bungsunya, sejak kapan adiknya ini berubah seperti dulu lagi, sebelum tragedy gagalnya pertunangan itu. Apakah sudah ada yang menaklukan hati adiknya yang playgirl ini pikirnya. Tetapi siapa lelaki yang berhasil mengembalikan adiknya kejalan yang benar, kembali Surya berpikir sambil menggaruk kepalanya. Sedangkan Rara hanya tersenyum memandang buket bunga Lily yang dikirim Tuan Andika.


Sedangkan disebuah mobil SUV hitam terdapat seseorang dengan aura dingin tanpa senyum sedang mengendarai kendaraannya menuju mansion kedua orang tuanya. Beberapa menit yang lalu sang mama menelfon meminta Tuan Andika untuk pulang ke Mansionnya. Ya lelaki itu adalah Tuan Andika, senyum yang mengembang selama diperjalanan menuju rumah sakit tadi menguar diudara mendapati seseorang yang berhasil menimbulkan rasa yang berbeda dihatinya sedang berpelukan dan dicium oleh seorang lelaki.

__ADS_1


Sesampainya di Mansion kedua orang tuanya, Andika langsung menuju kamarnya tanpa menyapa kedua orang tuanya. Padahal sang Mama sudah merentangkan tangan dan tersenyum manis berharap mendapatkan pelukan dari putra mahkota. Tetapi jangankan pelukan, senyumpun Andika enggan entah kenapa aura Andika yang sekarang mengingatkan sang Mama pada kejadian puluhan tahun yang lalu tepat saat sang Mama menjemputnya dari rumah sang adik.


Tuan Tama dan Nyonya Tama saling pandang, bukankah beberapa hari yang lalu putranya sudah sumringah. Terlebih setelah pesta perusahaan Bagas Corporation, Andika terlihat sering tersenyum dan kadang bersiul. Kedua orang tuanya mengira Andika sudah memiliki kekasih. Tetapi melihat putranya hari ini kembali dingin dan cuek mungkinkah putranya putus cinta pikir nyonya Tama. Nyonya Tama menghela nafas dan menyusul Andika ke kamarnya.


Tok…Tok…Tok


“Dika ini Mama nak, buka pintunya Dika” ucap Nyonya Tama didepan kamar Andika


Tok…Tok…Tok


“Dika, kamu didalam kan? Mama buka pintunya ya” Karena tidak mendapat jawaban dari putranya, akhirnya nyonya Tama membuka pintu kamar Andika bersamaan dengan Andika membuka pintu kamar mandi. Ternyata Andika berada dikamar mandi tadi pantas saja Mamanya memanggil tidak ada jawaban dari dalam.


“Kamu kenapa Dika? Kok kusut gitu?” Ucap Nyonya Tama penuh selidik


“ Ga papa ma Dika hanya lelah” ucapnya memeluk sang mama manja


Nyonya Tama mengernyit melihat tingkah anaknya seperti tidak bersemangat sama sekali. Seperti orang patah hati saja, eh tapi khan Dika gak punya pacar monolog Nyonya Tama dalam batinnya.


“Terserah” ucap Andika tak semangat masih bergelayut manja di pundak sang Mama.


“ Oke besok malam Mama atur ya pertemuan kalian” ucap Nyonya Tama


“Hm” ucapnya dengan mata terpejam masih bergelayut dengan sang Mama menentramkan hatinya yang sedang tidak baik – baik saja.


Nyonya Tama memekik girang dalam hati. Entah sudah berapa kali Mamanya menawarkan mengenalkan wanita kepada Andika tetapi selalu ditolak selalu beralasan sibuk. Tetapi hari ini sepertinya Andika menerimanya. Apakah karena Sherin pikir Nyonya Tama atau dari kecil memang Andika menyukai Sherin dan tidak bisa move on sampai sekarang pikirnya kembali. Sherin adalah teman bermain masa kecil Andika. Hanya Sherin teman wanita yang Andika punya dulu. Sampai Sherin dan keluarganya pindah keluar Negri belum pernah melihat Andika meiliki teman bermain lain jenis.


Pagi ini Ratih ingin melihat kondisi Rara. Luka dipundaknya sudah membaik meski masih terasa nyeri. Dari kemarin Ratih tidak tenang meski dia yakin Yuda tidak menyakiti Rara tetapi psikis Rara sepertinya terguncang dengan kejadian yang di alami terlebih kemarin Kak Surya mengatakan jika Rara belum sadar. Hati siapa yang tak terguncang mengetahui orang yang sangat dicintai dengan teganya berniat memperkosa kita.

__ADS_1


Ratih menggunakan kursi roda dan didorong oleh Arta menuju ruang perawatan Rara. Ratih membuka pintu kamar perawatan Rara, dia terbengong melihat Rara jauh lebih segar dan ceria dengan duduk dibrankar Rumah Sakit dan disuapi oleh Kak Surya.


“ Ratih!!! Sini, baru aku mau kesana menjengukmu setelah selesai sarapan eh kamu udah kesini duluan, duhh maaf ya gara – gara aku kamu jadi terluka begini masih sakit Tih?” Tanyanya perhatian mengetahui Ratih sudah berada didepan kamarnya.


“Eh “Ratih tergagap melihat perubahan sikap Rara. Persis seperti Rara dahulu sebelum terjadi tragedy memilukan satu tahun yang lalu. Ratih mencoba mencari jawaban dengan bertanya dengan Kak Surya lewat lirikan matanya. Kak Surya hanya menjawab dengan senyum geli dan menunjukan buket bunga Lily putih di atas nakas dengan dagunya.


“Bunga Lily dari siapa Ra?” Tanya Ratih kepo


“ Dari Tuan Andika” dijawab oleh Kak Surya dengan suara meledek Rara


Ratih melirik Rara yang berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya. Apakah Rara sudah membuka hatinya untuk Tuan Andika pikir Ratih. Kalaupun iya Ratih bersyukur setidaknya Rara akan melabuhkan hati kepada orang yang tepat. Ratih dapat melihat bagaimana perhatiannya Tuan Andika terhadap Rara, dalam hati dia berharap mudah – mudahan Rara bisa mendapatkan kebahagiaan bersama Tuan Andika.


“ Eh.. sebentar – sebentar kenapa Arta bisa bareng sama kamu Tih?” Tanya Rara mengalihkan topik pembicaraan


Rara melirik Arta dan Ratih bergantian yang dilirik membuang wajah keduanya dengan malu. Sepertinya ada yang mereka berdua tutupi dari Rara. Kenapa Arta seperhatian itu kepada Ratih? Apa ada sesuatu yang tidak dia ketahui tentang mereka berdua pikir Rara sapai kening mengkerut. Tiba - tiba bola mata Rara membola dengan tangan yang menutupi mulutnya yang terbuka lebar.


“Apa kalian pacaran?” Tanyanya kembali


Ratih dan Arta saling lirik apa sekarang waktu yang tepat untuk menyampaikan kepada Rara pikir keduanya. Walaupun Rara tidak pernah mencintai Arta tetapi apakah tidak aneh sekarang Ratih pacaran dengan mantan pacar sahabatnya.


“Iya Ra kami sudah pacaran” bukan Ratih yang menjawab tetapi Arta.


“ Wah selamat ya, kalian memang sangat cocok sama – sama baik, Arta jangan pernah kecewakan Ratih ya, kamu adalah cinta pertamanya Ratih” ucap Rara bahagia yang hanya ditanggapi anggukan dan senyuman lebar oleh Arta.


Ratih bersyukur Rara tidak mempermasalahkan hubunganya dengan Arta. Setidaknya mulai sekarang dia tidak perlu main kucing – kucingan jika ingin bertemu dengan Arta.


Bersambung

__ADS_1


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang selalu setia dengan cerita author Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen,vote dan hadiah…. Terima kasih para Raeders


__ADS_2