
Seharian ini Tuan Andika berada didalam ruangannya. Dari baru datang sampai pukul 18:00 Tuan Andika tidak beranjak dari ruangannya, hal itu mencuri perhatian David. Ada apa lagi dengan Tuannya, bukankah hubungannya dengan Mba Rara harusnya semakin ada peningkatan berhubung kemarin Tuan Andika berhasil menyelamatkan Mba Rara. Kenapa hari ini Tuannya seperti mayat hidup tidak ada senyum dan tidak bergairah menjalani hidup.Dalam Meeting kinerja perusahaanpun Tuan Andika tidak menyimak seperti hanya raganya saja yang berada diperusahaan sehingga semua dilimpahkan kepada David.
David mengetuk pintu Ruangan CEOnya karena sudah pukul 18:00 tetapi bosnya belum juga beranjak dari ruangannya.
Tok …tok…tok
“Maaf Tuan apakah Anda tidak pulang?Tanya David
“Kau pulang saja David hari ini aku ingin bermalam diperusahaan” ucapnya masih memandang monitor
Entah apa yang dikerjakan Tuannya dari pagi hingga petang begini. Padahal perusahaan baik – baik saja tidak ada masalah apapun. Lalu kenapa Tuannya ini memilih tidur diPerusahaan, Kenapa Aneh sekali sikap Tuan Andika hari ini. Apakah Tuan Andika tidak menjenguk Mba Rara pikirnya .
“Maaf Tuan Anda tidak menjenguk Mb…..”
“Jangan banyak Tanya David, aku sedang malas menjawab peranyaan” ucapnya datar
“ Baiklah kalau begitu saya pamit undur Tuan” ucap David.
Kalau sudah mood singa lebih baik David pergi. Dia tidak mau menjadi sasaran amukan CEOnya. Biarlah Tuan Andika dengan keanehannya pikir David beranjak pulang. Baru saja David beranjak pergi ponsel Tuan Andika bergetar. Terlihat disana Mamanya yng mengubungi, ada apa mama menghubunginya, tanpa pikr panjang Tuan Andika langsung menggeser icon hijau.
Drt…..Drt…Drt
“Ya ma ada apa?” Tanya Tuan Andika setelah
“Dika kamu tidak lupa kan hari ini ada janji dengan keluarga Sherin. Kenapa kamu belum pulang Nak?” Tanya Nyonya Tama.
Ya malam ini nyonya Tama mengundang Sherin dan keluarganya untuk makan malam dikediaman Pratama. Rencana awal hanya akan mempertemukan Andika dan Sherin terlebih dahulu, tetapi berhubung Pak Brata dan bu Widya Orang tua Sherin sedang berada di Indonesia jadi Nyonya Tama merubah pertemuan putranya dan Sherin menjadi pertemuan dua keluarga.
“Hallo Dika kamu tidak lupa kan? Kamu udah menerima kemarin tawaran Mama lho” ingat Nyonya Pratama
“Tapi Ma pekerjaanku numpuk malam ini, ini aku masih dikantor Ma” ucap Tuan Andika
“ Trus… ini Om Brata dan Sherin udah disini Dika apa kamu tidak bisa pulang Nak?” ucap Nyonya Tama kecewa
__ADS_1
“ Maaf Ma sepertinya Dika tidak bisa ini sebentar lagi Dika ada janji temu dengan clien jam 19:30” ucap Tuan Andika berbohong
“Ma maaf yaa clien Andika menghubungi Dika. Mala Ma” ucap Tuan Andika langsung mematikan ponselnya.
Nyonya Tama memandang nanar pada ponselnya. Dia menghela nafasnya panjang selalu begini jika akan dipertemukan dengan wanita. Padahal kemarin Andika sudah menyanggupi dan bilang terserah lalu sekarang kenapa menghindar lagi pikir Nyonya Tama.
“ Sherin maaf ya Nak, Andikanya belum bisa pulang dia sedang ada clien” ucapnya tak enak hati
“ Ga papa tante, lagi pula Sherin lama di Indonesia. Bisa kapan – kapan ketemu dengan Andikanya” Ucap Wanita cantik , rambut coklat sebahu, dengan dres selutut merah terang.
Walaupun ada kekecewaan Sherin mencoba untuk menutupinya. Bagaimanapun dia tidak boleh terlihat egois. Sudah lama Sherin menyukai Andika hanya saja susah sekali untuk mendekatinya. Lebih tepatnya Sherin tidak memiliki keberanian karena Andika seperti tidak tersentuh. Belum lagi jadwal pemotretan Sherin yang padat membuatnya harus bolak balik keluar negri walaupun sang Papa dan Mama sudah menetap diIndoensia.
“Kamu benar, kapan – kapan kita temuai Andika ke Perusahaannya” ucap Nyonya Tama
“Benarkah Tante?” TanyaSherin penuh binary
“ Ya, Andika kalau tidak kita temui ke kantornya kamu gak akan bisa ketemu dia, dia khan Workholic “ ucap Nyonya Tama kembali.
Ucapan Nyonya Tama disambut gelak tawa oleh semuanya. Memang Andika terkenal dengan pria bekerja keras, dingin dan arogan seantero negri ini. Sherin merasa tertantang ingin bertemu dengan Andika yang sudah berpuluh –puluh tahun tidak ditemuinya.
“ Ra, Kakak akan pergi ke Perusahaan tempat kamu bekerja mau bertemu dengan bos kamu. Hm.. bos kamu siapa namanya Ra?” Tanya Surya
“ Lho kakak belum tau? Namanya ya Tuan Andika” ucap Rara
“ Maksudmu Tuan Andika yang mengirimimu buket bunga lily putih?” Tanyanya kembali dengan alis menukik karena bingung
“ He’eh” jawab Rara sambil mengangguk.
Disinilah Surya berada setelah meminta Rara untuk mengabari asisten bosnya jika dia hendak berkunjung ke Perusahaan tersebut.
“Selamat siang Pak?Ada yang bisa saya bantu?” Ucap petugas receptionist ramah
“ Selamat siang Mba, Saya mau bertemu dengan Tuan Andika Pratama ” ucap Surya
__ADS_1
“ Maaf Pak sebelumnya apakah sudah membuat janji?” Tanya petuas lagi
“ Oh.. sudah, saya sudah membuat janji dengan asisten beliau” Ucap Surya kembali.
“ Tunggu sebentar ya Pak saya konfirmasi sebentar dengan Pak David, Maaf pak dengan Bapak siapa dari perusahaan man ya?” sang receptionist melakukan panggilan ke nomor ruangan asisten CEO.
“ Sampaikan saja dari Surya Wijaya dari Jakarta” Ucap Surya kembali
Setelah konfirmasi selesai dan Tuan Andika sedang tidak ada tamu Kak Suryapun diantar oleh petugas receptionist ke ruangan CEO. Kebetulan sekali David juga akan keruangan CEO.
“Maaf dengan Pak Surya? Saya David asistennya Tuan Andika, mari saya antar keruangan Tuan Andika” ucap David sopan.
“Oh.. iya pak David saya Surya Wijaya kakak Citra Maharani , terima kasih” ucapnya
Tok… Tok..Tok
“Masuk “ terdengar suara baritone menginterupsi dari dalam
Tuan Andika beranjak dari kursinya bersiap menerima tamu yang dikonfirmasi oleh David tadi. Dahinya mengernyit melihat sosok lelaki yang datang bersama David. Bukankah pria ini pacar Rara yang memeluk dan mencium Rara dirumah sakit? Lalu kenapa dia kemari pikir Tuan Andika bingung.
“Maaf Tuan Andika, saya menggangu waktu anda. Saya Surya Wijaya kakaknya Rara mau mengucapkan ter…” belum selesai Surya bicara sudah dipotong oleh Tuan Andika.
“Kakak??” Tanya Tuan Andika bingung.
“Bukankah dia kekasih Rara yang mencium Rara dirumah sakit” guman Tuan ANdika pelan tetapi masih terdengar oleh Kak Surya yang berada didekat Tuan Andika.
“ Bukan Tuan saya kakak kandungnya Rara yang dijakarta. Kalau kekasih sepertinya Rara tidak memiliki” Ucap Kak Surya mencoba memberi penjelasan.
Terjawab sudah kenapa buket bunga lily putih yang tidak langsung diantar oleh pengirimnya. Ternyata karena cemburu batin Surya tersenyum geli.
Tiba – tiba saja mendung hitam yang menyelimuti wajah Tuan Andika sirna berganti dengan senyum sumringah. David yang tidak mengetahui apapun hanya geleng – geleng kepala melihat keanehan sikap Tuan Andika.
Bersambung
__ADS_1
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang selalu setia dengan cerita author Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen,vote dan hadiah…. Terima kasih para Raeders.