Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 65 Menjelang Akad


__ADS_3

Seperti perkataan sang Mama jika tiga hari kedepan Miss Wanda akan mendatangi Mansion Wijaya untuk untuk memberikan lulur pengantin kepada Rara. Kalau boleh rasanya Rara sangat malas melakukan itu. Dengan wajah cemberut Rara tetap menjalani kegiatan tersebut yang dilakukan langsung oleh Miss Wanda.


Malam hari Surya mendatangi kamar adiknya. Setelah mengetuk pintu dan disilahkan masuk oleh pemilik kamar Surya langsung masuk dan duduk disofa yang berada dipojok kamar Rara.


“Kenapa Kak?” Tanya Rara


“Setelah menikah kamu mau tinggal dimana Dek?” Tanya sang Kakak


“ Kayaknya Kakak tau aku akan tinggal dimana, Mas Andika anak tunggal selain itu dia juga CEO perusahaan jadi sudah dapat dipastikan aku akan tinggal di Bandung Kak” Ucap Rara


“Aku titip Mama ya Kak, Kakak segera mencari istri biar Mama ada temannya. Aku gak mungkin setiap hari bisa kesini nemenin Mama, Kasian Mama kalau sering Kakak tinggal keluar kota gak ada temennya” ucap Rara sendu


“Ya doain aja Kakak segera mendapatkan calon istri yang baik, sholeh dan yang pasti menyayangi Kakak apa adanya”ucap Surya


“Ra, semoga pernikahan kamu sama Bang Andika nanti langgeng ya? Kakak yakin dia orang yang baik dan setia. Tetapi yang namanya pernikahan pasti ada cobaannya. Harapan Kakak kamu selalu kuat menghadapinya” Ucap Surya mengalihkan pembicaraan


“Dan apapun yang terjadi kamu tetap adik Kakak yang paling kakak sayang, kalau terjadi apa apa dengan rumah tanggamu pulanglah kamu kemari pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu. Jangan pernah kamu merasa sendiri karena sampai kapanpun darah kita tetap sama Ra” ucap Surya kembali.


“ Kak jangan bikin aku sedih dong……..Aku jadi inget sama Papa dan Kak Bella nih “ucapnya sedih


“Udah jangan sedih, Kakak yakin Papa dan Kak Bella bahagia diatas sana menyaksikan pernikahanmu besok” ucapnya menenangkan sang adik.


Bukannya tenang Rara justru semakin terisak. Disaaat bahagia begini Rara selalu teringat dengan orang - orang terkasih yang telah berpulang. Karena sedang asyik mengorol, mereka tidak sadar jika ada seseorang yang mencuri dengar obrolan mereka. Tak hentinya dia mengucap terima kasih karena dikaruniai anak – anak yan Soleh dan sholeha dan saling mendukung satu sama lain. Ya dia adalah Nyonya Rani orang tua tunggal dari Surya dan Rara

__ADS_1


“Kak bagaimana kalu besok Mas Andika gak dating dan tiba- tiba membatalkan pernikahan?” ucap Rara tiba - tiba parno


“Percaya sama Kakak itu tidak akan terjadi, jika itu terjadi Kakak sendiri yang akan membakar AW Group dan akan menyeret Bang Andika kehadap……..” ucap Surya menggebu dan terpotong


Tok………Tok


“Boleh Mama masuk?” Ucap sang Mama menampakan kepalanya


Rara dan Surya saling pandangdan tertawa


“Masuk aja Ma, kenapa ijin segala” ucap Rara tersenyum


“Takutnya Mama menggaggu momen kakak beradik” ucap sang Mama ikut duduk disofa


“Ma janji sama Rara Mama akan selalu menjaga kesehatan Mama, tidak boleh terlalu lelah dan satu lagi jangan terlalu banyak pikiran” ucapnya berhambur memeluk sang Mama dengan mata sudah sembab


“Iya Mama janji. Kamu juga baik – baik disana ya… berbhaktilah kepada suamimu. Turuti apa yang diperintahkan oleh suamimu. Belajarlah untuk mengerti dan memahami suamimu agar pertengkaran dapat dihindari, walau tidak ada rumah tangga yang berjalan lurus saja karena pertengkaran merupakan bumbu dalam mengarungi biduk rumah tangga. Tapi jika kalian dapat saling memahami setidaknya pertengkaran dapat dihindari.” ucap nyonya Rani menasehati putrinya.


“Mama sedikit lega melepas kamu menikah dengan nak Andika yang ternyata putra dari sahabat Mama sendiri. Mama yakin kamu pasti akan sangat disayangi oleh mertua kamu. Hormati kedua mertua kamu ya Ra. Mereka sama dengan Mama, mereka juga orang tuamu” ucapnya kembali


“Ya Ma makasih banyak ya Ma untuk semuanya, Rara akan selalu mengingat semua nasehat Mama” ucap Rara kembali berhambur kepelukan ibunya


“Seandainya Papa masih disisi kita Ma, Papalah besok yang akan menikahkan Rara dengan Mas Andika” ucapnya bersedih.

__ADS_1


“Ssst…sst… Udah jangan nangis Mama yakin Papa kamu pasti bahagia sekarang disana dan juga menyaksikan pernikahanmu besok. Kan ada Kakak kamu yang menggantikan Papa besok menikahkan kamu dengan nak Andika” ucap Nyonya Rani menenangkan putrinya


Disaat Rara sudah mulai tenang Nyonya Rani membiarkan Rara kembali duduk disebelahnya. Mereka duduk disofa panjang dengan Nyonya Rani berada diantara kedua putra dan putrinya. Nyonya Rani mengeluarkan sebuah kotak yang diduga didalammnya terdapat perhiasan dan sebuah map coklat.


“Ra… ini untukmu Papa dan Mama dulu menyiapkan sebelum kamu menikah” ucapnya menyodorkan kotak beludru merah yang didalamnya terdapt satu set perhiasan berlian.


“ Dan ini adalah kepemilikan beberapa Showroom yang sudah dibalik nama atas nama kamu oleh Papa” ucapnya menyerahkan map coklat kehadapan Rara


Rara kaget mendengar ucapan sang Mama. Kenapa Papanya bisa membuat itu semua, seolah sudah mengetahui jika umurnya tidak akan lama lagi.


“Ma… perhiasannya Rara terima tetapi untuk Showroom Rara gak bisa Ma, bukannya tidak menerima pemberian Papa tapi Rara memang kurang paham tentang marketing jadi ini Rara serahkan kepada Kakak saja untuk mengelolanya” ucap Rara menyodorkan kembali map coklat kehadapan Surya. Rara sadar betul akan kemampuannya dan Rara merasa sudah cukup mendapatkan bagian hasil dari kakaknya yang tiap bulan dia terima ditabungannya.


“ Terserah kalian atur saja bagaimana. Anak mama Cuma kalian berdua Mama harap kalian selalu akur. Selalu saling menyayangi dan saling mendukung” ucapnya memeluk kedua anaknya.


Malam ini menjadi malam tangis haru biru di kediaman Wijaya. Besok adalah hari pernikahan Rara dengan Tuan Andika. Dan mulai besok status Rara pun akan berbeda, dia akan menyandang status sebagai Nyonya Andika Pratama.


Pagi ini cuaca cerah, mentari menunjukan sinar jingga dan perkasanya diufuk timur. Kicauan burung terdengar dan berterbangan kesana kemari seolah ikut merayakan hari bahagia Rara dan Tuan Andika. Sejak subuh Rara sudah dihias. Dengan dibantu MUA yang telah disediakan oleh WO,Rara dihias sebagai pengantin Adat Sunda. Rara terlihat cantik dan mempesona dengan kebaya putih dengan train menjuntai hingga lantai dan bawahannya menggunakan kain batik yang dililitkan dipinggang dan panjangnya hingga mata kaki. Tidak lupa Rambut Rara disanggul dan menggunakan mahkota dengan tema adat Sunda.


Hingga pukul 09:30 keluarga dari mempelai lelaki belum juga sampai dikediaman Wijaya padahal akad sudah akan dilaksanakan pukul 10:00 . Kerabat Nyonya Rani kembali kasak kusuk memgahas mempelai pria yang tak kunjung datang. Tak jarang banyak yang mengeluarkan pernyataan yang tidak sepatutnya dikeluarkan. Dari pernyataan Rara yang akan gagal kembali sampai dengan pernyataan jika Rara adalah pembawa sial bagi keluarga Wijaya.


“Rani bukankah aku sudah mengingatkan jangan pernah membuat cara pernikahan untuk Rara? Jadinya begini hanya membuat keluarga malu saja” ucap salah satu kerabat yang merupakan saudara dari mendiang Tuan Wijaya.


“Mana ada lelaki yang mau dengan Wanita yang telah memiliki aib Rani. Harusnya kamu sadar akan keadaan putrimu. Ini malah dengan percaya diri akan mengadakan resepsi nanti malam dihotel bintang lima” ucap kerabat yang lainnya dan masih banyak perkataan yang tidak layak diucapkan.

__ADS_1


Dan tanpa sengaja Rara mendengar semua ucapan kerabatnyapun menangis. Dadanya terasa sesak dalam hati dia bertanya apakah lelaki yang telah berhasil menaklukan hatinya itu akan meninggalkan dia diacara pernikahannya. Mungkinkah kejadian dimasa lalau akan terulang kembali? Rara meremas jemarinya sendiri dengan air mata yang tak mau berhenti mengalir dipipi mulusnya membuat makeup diwajah Rara sedikit berantakan.


Bersambung


__ADS_2