
Dua hari sudah lamanya Rara beristirahat dirumahnya sesuai dengan cuti yang diberikan oleh CEOnya. Hari ini adalah hari pertama Rara masuk kerja setelah cuti 4 hari lamanya.Wajah Rara lebih fresh dari kemarin – kemarin. Hidupnya benar – benar sudah normal sekarang. Tidak ada lagi setiap pagi yang berlomba memberi ucapan selamat pagi. Tidak ada lagi bunyi panggilan yang tiada henti karena bergantian yang menghubunginya. Dan yang terpenting tidak ada lagi tumpukan buket bunga untuk Rara yang dibawa oleh Ratih dari kafe.
Rara sangat bersyukur bisa melewati semuanya. Rara bersyukur para mantannya berhenti mengejarnya. Rara benar – benar bisa memulai hidup normal sekarang. Ternyata keikhlasan mendatangkan kebaikan. Saat dia ikhlas dengan apa yang terjadi pada hubungan dia dan Yuda dimasa lalu dia mendapatkan balasan tiada tara berupa ketenangan hatinya. Kini Rara merasa lebih nyaman menjalani hidupnya.
Pagi ini Rara diantar oleh Mang Jaja sopir pribadi Rara yang ditugaskan oleh Surya untuk selalu mengantar Rara kemanapun sekaligus menjaga Rara. Hari ini Rara menggunakan celana panjang Cotton Rich straight leg chinos Warna light grey dipadukan dengan blazer warna serupa, yang menggunakan bahan polyester yang biasa digunakan untuk jas premium. Dan tidak lupa higheel kesayangannya koleksi dari Chritian Louboutin menambah keanggunan seorang Citra Maharani.
Dengan Rambut yang dikucir kuda Rara terlihat sangat fresh berjalan berayun menuju ruangannya. Saat sampai dimeja kerjanya alisnya mengernyit menemukan satu buket bunga lily putih kesukaannya. Selama ini yang mengetahui Rara menyukai bunga lily putih hanya keluarganya, Ratih dan terakhir yuda mantan tunangannya. Apakah Yuda mengriminya bunga pikirnya. Segera Rara membuang buket bungaLily tersebut ke tong sampah, karena takut ketahuan CEOnya jika masih ada mantan – mantannya yang mengirim buket bunga kembali kealamat kantornya. Rara langsung mengerjakan pekerjaannya, seperti biasa pagi dia menyiapkan kopi dan sarapan untuk CEOnya.
“ Selamat pagi Tuan, maaf saya sedikit terlambat ini sarapan dan kopi anda Tuan” Ucapnya tidak enak hati ternyata CEOnya sudah berada diruangannya.
“ Hem …” Jawab CEOnya
“ Kenapa buket bunganya dibuang?” Tanya sang CEO
Rara melongo, bibirnya hingga membentuk huruf O. Ternyata bosnya tau kalau dia kembali mendapat buket bunga dari sang mantan, matiii aku batin Rara mengumpat dalam hati.
“ Maaf Tuan saya pastikan hari ini terakhir ada yang mengirim buket Bunga kealamat kantor ini”. Ucap Rara menunduk tidak enak lalu berlalu kearah ruang pribadi Tuannya menyiapkan dasi dan jas CEO karena dilihatnya CEOnya belum mengenakan jas dan dasi.
Rara keluar dari ruang pribadi CEO membawa jas dan dasi untuk CEOnya dilihatnya sarapan sang CEO sudah habis dan kopipun tinggal setengahnya. Rara menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apakah dia terlalu lama membuat simpul dasi pikirnya.
“ Bawa sini Ra dasinya” kata Tuan Andika
“ Tuan mau memakai yang mana maroon atau hitam garis” tanya Rara memberikan pilihan
“Menurutmu cocok yang mana dengan jas yang kamu bawakan” Tanya Tuan Andika meminta pendapat
“Eh… kalau saya suka maroon Tuan” ucap Rara sedikit gugup karena Tuaanya meminta pendapatnya.
Tuan Andikapun mengambil jas dan dasi maroon yang dipilihkan oleh Rara. Saat Rara hendak keluar langkahnya ditahan oleh Tuan Andika.
__ADS_1
“Ra… boleh minta tolong rapikan?” Tanynya pada Rara
“Hah?” Ucap Rara kaget.
Biasanya Tuannya ini tidak pernah meminta tolong dirapikan kenapa ini minta tolong dirapikan pikir Rara. Namun Rara tetap mendekat dan merapikan dasi Tuan Andika yang memenag lipatannya sepertinya tidak simetris. Jantung Rara berdebar kencang berada didekat Tuan Andika dengan posisi saling berhadapan. Tangannya sedikit gemetar ketika merapikan kerah kemeja Tuan andika.
“ Sudah Rapi Tuan” Ucapnya gugup dan menunduk
“ Terima kasih Ra,besok – besok kalau ada buket bunga lily putih dimeja kamu jangan dibuang ya..? itu dari saya” Ucap Tuan Andika menahan gejolak riang didada bisa sedekat ini dengan Rara.
“ Hah” Kembali Rara terkaget
Rara tidak menyangka jika yang mengirimi bunga adalah Tuan Andika, CEOnya yang arogan, dingin, dan maunya menang sendiri. Dan tadi dia membuangnya ke tong sampah waduh…. Bagaimana ini… pikirnya.
“ Em… Ma… Maaf Tuan saya tidak tau “ ucap Rara terbata dan menunduk
Oh.. My God…. Rasanya Rara bisa pingsan mendapatkan senyum manis langka CEO. Seumur umur Rara bekerja baru kali ini CEOnya tersenyum kepadanya. Memang Rara akui CEOnya Tampan, bahkan sangat tampan saat tersenyum.
“ Ma.. maf Tuan saya kembali ke ruangan saya” Ucap Rara pamit undur
Rara masih menyayangi jantung dan kewarasaanya. Dia tidak mau berlama – lam berada didekat Tuan Andika yang mengakibatkan Jantungnya berdetak kencang. Dan membuat dia seperti orang gila setiap melihat Tuannya tersenyum.
Dimejja kerjanya sudah ada David yang menunggu Rara, Kenapa David ada dimeja kejanya , Kenapa tidak masuk saja kalau mau keruangan CEO pikirnya.
“Mba Rara ini semua file pekerjaan mba Rara yang baru tinggal update mulai hari ini ya.. terus untuk jadwal Tuan Andika sudah saya buatkan untuk satu bulan kedepan. Nanti Mba Rara tinggal konfirmasi dengan Tuan Andika” Kata David menjelaskan
“ Wah.. terima kasih banyak David, maaf merepotkan” Ucap Rara tak enak hati
“Tenang saja mba Rara sama saya, yang penting mba Rara sehat dan bisa bekerja tiap hari, biar bos besar tidak uring – uringan melulu” Kata David memberi kode kepada Rara
__ADS_1
“Eh..” Ucap Rara kaget.
David berlalu menuju ruangannya tanpa memperdulikan wajah terkejut Rara. David merasa senang Rara sudah kembali bekerja. Setidakanya Tuan Andika tidak akan meneriakinya saja sudah cukup bagi David.
Ditempat berbeda, tepatnya dirumah minimalis sederhana yang terdiri dari dua lantai seoang pria terlihat sedang berbicara serius dengan orang tuanya.
“ Yuda.. Bagaimana dengan rencana kita apakah sudah ada kemajuan?” Tanya Papanya Yuda
“ Belum Pa.. Rara selalu menolak aku ajak balikan, dan sekarang malah dia selalu menolak saat aku ajak keluar”. Ucap yuda sendu
Ya… orang tersebut adalah Yuda, benar dugaan ibu Rani mamanya Rara, kalau niat Yuda kembali dan mengajak Rara untuk balikan ternyata adalah rencana kedua orang tua Yuda
“ Bukankah Rara sangat mencintaimu Yud? Harusny tidak susah kamu mengajaknya untuk kembali kepadamu Yud” Ucap Mamanya Yuda menimpali.
“Ya Rara memang mencintai Yuda, itu dulu sebelum Yuda meninggalkannya saat acara pertunangan kami, lagian dulu juga siapa yang bersikeras meminta yuda untuk meninggalkan Rara?”Ucap Yuda kesal kepada kedua orang tuanya.
“ Lagian siapa coba yang mau besanan dengan keluarga yang hancur begitu Yuda?” Ucap Mamanya mulai terpancing emosi
“Kalau bukan karena bangkrut mama juga tidak akan sudi menerima Rara menjadi menantu mama” ucapnya jumawa
“ Jika kau berhasil mendapatkan Rara dan menikah dengannya otomatis keuangan kita juga akan membaik Yuda , Setelah kamu berhasil membalik nama harta yang dimiliki Rara kamu bisa langsung menceraikannya, Kita kembali ke Paris dan mulai membuka usaha disana mama sudah tidak tahan tinggal dipinggiran kota begini yuda” Ucap Mamanya kembali
Benar firasat mama Rani jika niatnya Yuda memang tidak tulus mendekati Rara kembali. Harta ternyata bisa membutakan hati nurani manusia. Sampai pernikahanpun hanya dipakai alat untuk memerlancar niat dan tujuannya.
Bersambung
**************************
Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part
__ADS_1