
" yuuu hu aku dapat idenya say " ucap Riski
" APA ??" tanya Riris dan Rere bersemaan
" bagaimana kalau kita bunuh Ryan ?" jawab Riski
" jadi itu yang kamu maksud dengan idemu ??" tanya Riris .
" iya " jawab Riski dengan polos
" dasar gila , cepat kau bayar es krim kami , biar otak mu itu encer sedikit " ucap Riris dengan kesal.
" Re, emang ada yang salah ya, dengan ide ku itu ??" tanya Riski berbisik
" ide mu itu gak salah ki, cuma otak mu yang salah" jawab Rere
" itu sama aja dodol " ucap Riski
3 jam telah berlalu , Riris berniat ingin pulang ke mension nya Randi , tapi di tengah jalan seorang perempuan memberhentikan gojek yang di naiki oleh Riris.
" maaf kak , kakak ada perlu apa ya ?" tanya Riris dengan sopan
" tidak usah basa basi, KAU SIAPA HAA ??? " tanya wanita itu sambil teriak
__ADS_1
" yee kakak , situ yang halangin jalan, ehh mala siapa saya , kan gak lucu !!" hardik Riris
" Dasar bocah ingusan, cepat kau jauhi Randi , karna jika kau tidak mau, maka aku tidak segan-segan melenyapkanmu" ancam wanita itu.
" HAHAHAHAHAHAHA,,,, ditunggu dengan senang hati kakak" ucap Riris dengan tawanya.
" dasar bocah kurang ngajar " jawab wanita itu
Tanpa berpamitan Riris melangkah pergi meninggalkan wanita yang masih mengumpat diri nya itu, akan tetapi dengan raut kesal dia mengumpati lelaki yang menjadi suami nya sekarang.
Setelah malam hari , Riris keluar kamar setelah baby Rangga tertidur , untuk menemui Randi . Akan tetapi pelayan mengatakan kalau Randi belum pulang.
Setelah menunggu selama 15 menit di ruang tamu, Riris melihat Randi sedang naik keatas, dan dia mengikuti dari belakang sampai ke kamarnya.
" oh astaga , jadi om tau kalau aku sedang ikuti " jawab Riris kesal .
" kalau om tau kenapa tidak berhenti di bawah ?" lanjutnya
" karna aku ingin berbicara dengan mu !" jawab Randi sambil mengunci pintu kamarnya.
Riris duduk dengan santainya di atas sofa sambil memainkan ponselnya, sedangkan Randi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya dia pun duduk di samping Riris sambil melipat satu kakinya.
" apa yang ingin om bicarakan ?" tanya Riris dengan santai
__ADS_1
" ada hubungan apa kau dengan ketua mafia itu ?" tanya Randi penuh selidik
" ketua mafia siapa ?" tanya Riris dengan bingung
" ada berapa banyak mafia yang kau tau ?" tanya Randi
" om kalau bertanya itu langsung aja , siapa yang om maksud " jawab Riris
" ada hubungan apa kau dengan ketua mafia no 1 di dunia hitam itu ?" tanya Randi lagi
" ohh maksud om dengan si Riski , kami tidak punya hubungan apa-apa , tapi kami bisa dibilang sahabat " jawab Riris dengan santai
" what ,,,, sahabat ?" tanya Randi dengan terkejut
" astaga om , ternyata om juga cerewetya , sudahlah aku tidak mau bahas itu lagi " jawab Riris.
" dan ingat om , kalau om sudah punya pacar perkenalkan kepada ku , agar dia tidak mengganguku di luar " lanjutnya.
" siapa ??? pacar siapa ??" tanya Randi dengan bingung
" om gak tau ?? aku juga gak tau !!" jawab Riris
" APA ??? kamu gak tau , tapi kamu yang mengatakan ! dasar gadis bodoh " ucap Randi
__ADS_1
Karna kesal Randi ingin menggoda Riris , dia terus mendekat kearah gadis itu, terus dan terus sehingga sampai lah di depan wajah manis Riris dengan jarak hanya 5 cm.