
Mendengar jawaban yang di lontarkan Monika membuat darah Randi mendidih , bagaimana tidak sejak Randi menolak perasaan wanita ini , dia bagaikan di teror dengan sifat posesif yang Randi rasa itu sangat gila , sehingga kejadian pembunuhan Bulan , baru Randi bisa bebas dari ke posesifan wanita itu.
Ya wanita itu adalah Monika dan lelaki yang mengikutinya adalah Morgan , Monika sudah bersahabat dengan Randi sejak mereka masih kecil , dan Monika jatuh cinta kepada Randi saat mereka masuk sekolah menengah.
" Kenapa kau masih belum bisa memaafkan aku ?" tanya Monika
" Dan kenapa kau tidak pernah mencintaiku Ran,,,,dan insiden itu semua terjadi karna rasa cintaku padamu " lanjut nya lagi
" Tapi kau tidak berhak membunuhnya , dan aku tidak akan pernah mencintaimu " jawab Randi dingin
Tanpa mereka sadari , Alex menguping di luar pintu ruangan bossnya , dia takut jika harus terlibat dalam urusan tersebut , namun niat nya untuk tidak masuk itu hanyalah angan-angan semata , sebab seseorang sudah berdiri di belakang Alex, dengan wajah yang bingung.
" Kenapa kau hanya berdiri disini saja Lex,,,, " tanya Riris
" Kenapa nyonya tidak mengabari jika ingin datang " tanya Alex dengan wajah panik namun ditutup dengan sifat tenang
" Sudah lah , ayo kita masuk nanti kita bahas kembali " jawab Riris yang sudah memegang ganggang pintu , namun dia berhenti kala mendengar perdebatan di dalam
" Matilah aku,,,, boss akan marah besar , dan semua nya akan kacau " batin Alex
****
__ADS_1
" Ran,,,, jika kau tidak mau mencintaiku, tidak apa-apa tapi kau harus menikahiku , agar kau tidak di miliki oleh wanita manapun " ucap Monika marah
" Apa hak mu untuk mengaturku ?" tanya Randi dingin
" Baiklah,,,,jika kau masih belum menerima dan memaafkanku jangan salahkan aku jika insiden itu akan terus ku ulang demi mendapatkanmu " jawab Monika
" Dan ingat akan terus membunuh semua wanita yang berada di sisimu " lanjutnya
Morgan yang mendengar itu hanya bisa diam saja , sebab jika dia bicara maka dia akan menjadi sasaran amukan Monika , sedangkan Randi di buat geram sekaligus marah mendengar jawaban wanita itu.
Dan jangan lupakan dua orang yang di luar pun di buat geram dan marah akan kesombongan wanita itu.
" Dasar wanita arogan , siapa dia yang berani mengancam mas Randi , bahkan dia ingin membunuh ku " batin Riris kesal*
" Pergilah dari perusahaan ku sebelum kau menyesal " teriak Randi marah
Namun sebelum Monika menjawabnya , suara pintu yang di buka mengalihkan pandangan mereka , sehingga perdebatan itu terhenti sejenak.
" Maafkan saya tuan , saya terlambat mengantarkan tuan muda ke sini " ucap Riris menunduk
" Siapa kau , berani sekali kau masuk tanpa meminta izin " tanya Monika marah sambil berjalan ke arah Riris
__ADS_1
" Maafkan saya nyonya , saya adalah pengasuh tuan muda " jawab Riris menunduk
Monika dan Morgan memperhatikan wanita itu secara bersamaan , dan Morgan langsung mengenalinya , sehingga senyum manis timbul di wajah nya.
" Sudahlah Mon , kita pergi saja,,,,biar baby ini tenang disini " ucap Morgan tersenyum manis ke arah Riris
Randi yang melihat itu di buat murka , namun dia menahan nya agar Monika tidak curiga , sedangkan Alex di buat merinding melihat drama yang di depan matanya.
" *Mampuslah aku , aku sudah terjebak di majikan yang berdarah dingin " batin Alex
" Akting istri kecilku sangat bagus " batin Randi
" Baguslah jika wanita ini pengasuh Randi , maka aku akan mudah untuk mendapatkannya " batin Morgan
" Dasar bocah ingusan dekil " batin Monika*
Monika dan Morgan akhirnya pergi dengan raut wajah yang berbeda , Monika dengan wajahnya yang kesal sedangkan Morgan dengan wajah yang tersenyum cerah. Saat kedua orang itu pergi , Riris mengangkat kepalanya dengan senyum yang tidak bisa dia artikan.
" *Welcome to the game " batin Riris dengan senyum iblisnya
" Kita akan saling mengenal di alur drama yang kau buat wanita arogan " lanjutnya dalam hati*
__ADS_1