
" Ibu,,,, doa kan anak mu ini , agar bisa menjaga semua orang yang berada di dekat Riris bu,,," ucap Riris lirih
Namun dengan gerakan cepat dia menyeka air matanya saat mendengar suara pintu yang mulai di buka , dan dia pun pura-pura sudah tidur pulas.
Randi melangkahkan kaki nya ke arah ranjang kala melihat istri yang sudah berbaring atau mungkin sudah tidur , dengan iseng dia mengecup bibir sang istri , namun tidak ada respon atau pergerakan seperti biasa.
Randi membaringkan tubuhnya dengan posisi yang sudah menyandarkan kepala nya ke dada sang istri , sedangkan tangannya memeluk erat tubuh ramping wanita itu.
" Aku akan melindungimu sampai akhir , dan ku mohon berjuanglah untukku sampai akhir juga " ucap Randi
" Mungkin ini saat nya kau tahu jika aku juga salah satu dari anggota dunia hitam , tapi apa kau masih mau menjadi istriku jika kau tahu jika aku adalah ketua dari Dragon Drak yang terkenal kejam sekaligus berdarah dingin itu " ucap Randi lagi
" Mungkin jika kau tahu kau akan pergi meninggalkanku , dan itu mampu membuatku terluka sekaligus aku juga tidak mau kehilangan mu " ucap Randi lagi
Riris yang mendengar itu segera membuka matanya lebar-lebar , dia merasa senang saat mendengar jika suaminya adalah ketua dari Dragon Drak , sebab Xander tidak perlu repot-repot melakukan negosiasi lagi.
__ADS_1
" Kenapa mas tidak memberitahuku sejak dulu " tanya Riris
" Sayang,,,, kau belum tidur " ucap Randi
Bukannya menjawab Randi malah bertanya , dan segera Riris mengusap kepala sang suami.
" Jadi ini yang membuatmu menjadi murung malam ini mas ?" tanya Riris
" Sayang jangan tinggal mas ya ,,,, mas janji tidak akan kembali ke dunia kotor itu lagi " pinta Randi dengan mengeratkan pelukannya
Randi yang mendengarkan jawaban sang istri merasa senang , sebab apa yang di takutkannya tidaklah terjadi , dan ketika mendapatkan kecupan di kepalanya Randi segera mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah sang istri.
Dan betul saja saat pandangan mereka bertemu, sang istri sudah tersenyum manis , melihat itu Randi segera memberikan kecupan di bibir mungil sang istri.
" Apa yang kau perlukan sayang ?" tanya Randi yang kembali menyandarkan kepala nya di dada sang istri
__ADS_1
Namun kali ini tangannya tidak tinggal diam , yang satu mengelus punggung sang istri , sedangkan yang satunya membuka kancing piyama bagian depan sang istri , setelah kancing nya terbuka , Randi tersenyum melihat pemandangan di depannya .
Dan dia tidak perlu repot-repot untuk membuka bra milik sang istri , karna istrinya memiliki kebiasaan tidak memakai bra saat tidur.
" Aku ingin meminta salah satu obat yang kalian produksi mas " jawab Riris dengan suara yang sedikit tertahan
" Untuk apa ?" tanya Randi yang sudah memulai kegiatan yang sudah candu baginya yaitu menyusu bak seperti bayi yang kehausan
" Denis dalam pengobatan tahap akhir, dan dia membutuhkan obat itu " jawab Riris
" awww jangan digigit mas " lanjut Riris
" Itu hukuman , kenapa kau memikirkannya " ucap Randi dengan wajah yang puas kala membuat sang istri meringgis , dan dia sudah berhasil mencetak beberapa karya di benda kenyal itu
" Mas kau tahukan apa maksudku untuk merawatnya " tanya Riris yang sudah mulai bergerak gelisah kala dia merasakan tangan suaminya sudah mulai menyetuh area sensitifnya
__ADS_1
" Baiklah , tapi ada syaratnya " jawab Randi