
Riris terus berjalan sehingga dia dapat melihat Tia dan Rangga yang sedang di suap oleh pengasuhnya itu . Timbul ide jahil di kepala Riris , dia berjalan dengan mengendap-endap .
DORRRR,,,,
Tia dan Rangga sama-sama kaget, sehingga Rangga menangis dengan kencang , Riris langsung mengendong dan menenangkan Rangga .
" maafkan mommy nak , mommy tidak sengaja " ucap Riris merasa bersalah
" kau sih yang tidak hati-hati !! lagian kenapa kau jahil sekali Ris " ucap Tia kesal
" hihihihi maafkan aku Tia , sini biar aku yang suap , dan kau bisa cuti untuk mengasuh nya selama sebulan " ucap Riris mengambil alih dodot dan mangkuk makan Rangga
" kenapa aku harus cuti ??? aku bisa mengelola kafe dan mengasuhnya " jawab Tia dengan bingung
" Kau harus mencari Bryan dan anak buahnya , mereka berhasil lolos , ajak Rere untuk menangkap mereka , karna dia bisa negosiasi dengan Bryan " ucap Riris dengan wajah yang dingin
" Baiklah , maaf semalam aku tidak bisa berbuat banyak " sesal Tia
__ADS_1
" Tidak apa-apa , yang penting kau baik-baik saja . Dan berlatih lah kembali untuk memperdalam ilmu bela dirimu " ucap Riris sambil melihat ke arah Tia yang sedang bersiap untuk pergi .
Tia pergi dari halaman belakang menuju ke kamar Rangga untuk mengambil keperluannya , sedangkan Riris fokus memberi makan Rangga.
Semua tingkah dan percakapan mereka di halaman belakang dapat di dengar oleh Randi yang sedang berdiri di balkon kamarnya.
Randi segera turun ke bawah , akan tetapi dia tidak menuju ke arah meja makan melainkan ke halaman belakang.
" Sayang ,,,, aku juga mau sarapan " ucap Randi manja sambil memeluk tubuh Riris dari arah belakang , Randi menyandarkan dagunya di bahu istrinya.
" Aku sudah merobek kontrak nikah itu , berjanjilah untuk membuka hati mu dan belajar mencintaiku , aku sudah menerimamu apa adanya " ucap Randi mempererat pelukanya , karna dia tau Riris sedang berusaha melepaskannya.
" jika ingin sarapan , ayo ke meja makan dan lepaskan aku mas " ucap Riris
Bukan nya menjawab pertanyaan Randi , Riris malah mendorong Rangga ke arah meja makan , dan Randipun melepaskan pelukannya , Dia tau Riris sangat sulit menjawab itu karna kejadian masa lalunya.
Setelah sampai di meja makan , Riris mengambil roti dan memberi selai kacang di atasnya dan menaruh di piring untuk sarapan suaminya.
__ADS_1
" Ini mas,,, sarapan dulu baru kita berangkat " ucap Riris menyerahkan sarapan Randi
" kau tidak sarapan ???" tanya Randi sambil mengunyah sarapannya
" nanti setelah Rangga selesai makan dan minum susu " jawab Riris
" kan bisa bersama-sama " ucap Randi lagi
Riris mengambil roti lagi dan memberi selai coklat keatas nya , dan menyantap nya dengan gerakan cepat , dan tak lupa minum susu dingin di dalam kulkas.
" Apa kau tidak takut mati , karna keselak nantinya " tanya Randi heran setelah melihat Riris yang sudah menyelesaikan sarapannya
" Kenapa mas bawell sekali , mas yang menyuruhku sarapan , setelah aku sarapan mas menyumpahiku untuk mati " jawab Riris kesal , dia fokus lagi kepada baby Rangga
" pelan-pelan bisa kan sayang , kenapa harus buru-buru " ucap Randi sambil mengunyah sarapannya dengan senyum yang samar di wajahnya
" cepat lah selesaikan sarapanmu mas , karna Rangga juga sudah selesai " jawab Riris dengan mengambil Rangga dari tempat troli dorong itu .
__ADS_1