
Riris melangkahkan kakinya untuk keluar kamar dengan gerakan perlahan agar suaminya tidak terbangun, setelah dia berhasil keluar kamar dia mencari Bi Ratna untuk menemui anak sambungnya itu.
Di ruang tamu dia melihat Bi Ratna sedang mengajak anaknya itu untuk bermain , dan dia tersenyum melihat tingkah anaknya yang menggemaskan itu.
" Apa dia rewel malam ini bi ?" tanya Riris setelah menghampiri kedua manusia itu.
" Tidak nyonya,,, tuan muda sangatlah patuh " jawab Bi Ratna sambil tersenyum
Bi Ratna menyerahkan baby Rangga ke dalam gendongan nyonya nya , dan dengan senyum yang mengembang bi Ratna menyampaikan kabar baik itu.
" Nyonya ada kabar baik yang ingin ku sampaikan " ucap bi Ratna
" Apa itu bi ?" tanya Riris
" Tuan Radit sudah sadar nyonya " ucap Bi Ratna bahagia
Riris diam mematung , tidak mampu berkata apa pun , namun dengan cepat kaki nya membawa baby Rangga menuju kamar adiknya , dan di saat dia sampai di ambang pintu , dia melihat suaminya sedang menyuapi adiknya makan , dan dengan langkah yang pasti dan tak lupa senyum manis merekah di bibir nya dia masuk.
" Sejak kapan Dit,,,?" tanya Riris setelah berdiri di samping Randi yang sedang duduk di samping tempat tidur adiknya
" Sedari tadi nyonya " jawab Suster yang merawat Radit
__ADS_1
" Terimah kasih ya Sus " ucap Riris tersenyum
" Bagaimana kabar kakak ?" tanya Radit
" kakak baik-baik saja sayang " jawab Riris dengan senyum manis nya namun dari matanya terpancar kesedihan
" Jika kakak tidak baik-baik saja , kakak bisa memeluk kak " ucap Radit yang masih terbaring lemah
Bi Ratna yang baru saja masuk segera mengambil alih baby Rangga dari gendongan sang nyonya , dan Riris pun dengan segera menghambur ke pelukan sang adik yang sangat di sayanginya itu.
" Terimah kasih dee,,, sudah mau bangun dan bertemu dengan kakak lagi " ucap Riris dengan suara yang mulai serak
" Jangan menangis kak , malu pada umur " canda Randi sambil terkekeh
" Sayang,,,, aku ingin mengatakan sesuatu " ucap Randi
" Dee,,, kakak keluar dulu, lanjutkan makan mu itu , nanti kakak datang lagi kesini " pamit Riris
Radit menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis , dan sepasang sejoli itupun akhirnya keluar kamar Radit menuju ke taman belakang.
" ada apa mas ?" tanya Riris
__ADS_1
" Bagaimana jika kita pindahkan Radit ke kamar yang di lantai bawah sayang,,, bukannya mas tidak mengizinkan tapi kamar sebelah itu kamar baby Rangga agar lebih dekat " jelas Randi hati-hati
Mendengar permintaan suaminya Riris di buat tersenyum karna melihat raut wajah khawatir yang di tunjukkan suaminya.
" Mas,,, aku paham itu , jadi tenang saja !! nanti aku dan beberapa pelayan yang akan memindahkannya " jawab Riris tersenyum tulus
" Maaf bukannya mas bermaksud lain " ucap Randi
" Aku paham sayang,,, dan terimah kasih sudah mau menerima adikku " jawab Riris
Sepasang sejoli itu akhirnya berpelukan , namun tangan suaminya bertingkah nakal di sela-sela pelukan mereka , dan akhirnya Randi melonggarkan pelukannya dan mencium bibir ranum istrinya.
" Mas,,, kenapa mesum sekali ?" tanya Riris kesal setelah ciuman mereka terlepas
" Entalah sayang , jika mas melihat mu saja Randi junior sudah bangun " jawab Randi
" astaga , bisa pusing aku kalau masih disini " ucap Riris hendak berdiri pergi
Namun sebelum dia berhasil tangannya sudah di tarik sehingga dia terjatuh di pangkuan suaminya , Randi memeluk pinggang istrinya posesif , sedangkan Riris mengalungkan tanggannya di leher sang suami , dan bibir mereka bertabrakan kembali.
Namun aktivitas itu tidak bertahan lama , saat seseorang memanggil mereka dari arah belakang dengan deheman keras.
__ADS_1
" Ehemmm maaf jika aku menganggu , namun aku ingin mengatakan sesuatu " ucap seorang itu