
Maaf ya kakak,,,, baru di up lagi !!!
" CUP.... itu kan yang om mau ? " tanya Riris sambil mengedipkan matanya dengan nakal.
Dengan wajah yang memerah dan mata melotot , Randi tidak menyangka kalau pengasuh anak nya itu berani mencium bibirnya.
Riris berbalik menuju kamarnya di sebelah sambil komat-kamit.
" Dasar duda gila,,, apa dia tidak tau kalau jantung ingin melopat apa ,,,," umpat Riris
" tapi aku puas , melihat wajah nya yang melotot itu, hahahahaha" lanjut Riris
Pagi hari yang cerah, telah menyapa semua penghuni di mension Randi tanpa terkecuali. Dengan langkah yang pelan dan wajah yang di hiasi senyum , Riris yang mengendong baby Rangga langsung menghampiri Randi yang sedang menikmati sarapannya.
" Tumben sekali kau di pagi hari sudah rapi begini ?" tanya Randi
" astaga om , romantis dikit kenapa sih " jawab Riris
" uhhh sayang nya kakak , dede mau makan apa ?" lanjut Riris
" mau gimana mau romantis , kepada anak saya saja, dia harus panggil kakak !" jawab Randi dengan kesal
" jadi mau om , baby Rangga harus panggil mommy gitu " tanya Riris
__ADS_1
" TERSERAH " jawab Randi
" dasar aneh,,,, tapi kalau om mau baby Rangga panggil itu , ya tidak masalah,,,, tapi ada syarat nya " ucap Riris
" apa ? " tanya Randi dengan ketus
" saya boleh bawa teman saya kemension ini , untuk menjaganya ?" ucap Riris
" dasar gadis bodoh , kalau kau ingin membawa teman untuk apa saya memberi gaji padamu, ?" tanya Randi
" om tenang saja , kalau masalah gaji biar saya yang atur " jawab Riris
" TERSERAH KAU SAJA " ucap Randi dengan kesal
Tanpa berpamitan , Randi segera berangkat ke kantor. sedangkan di dalam mension Riris dengan telaten mengurus baby Rangga , sehingga baby Rangga tidur kembali.
Setelah 15 menit menempuh perjalanan nya menuju cafe X , Riris melihat Tia yang telah duduk manis sambil memakan es krim nya. Tanpa pamitan Riris langsung duduk di depan Tia.
" Pagi Queen " sapa Tia
" kau sudah tau maksud ku memanggil mu kesini ?" tanya Riris to the point
" sudah Queen " jawab Tia
__ADS_1
" bagus , besok pagi kau datang ke alamat yang sudah ku kirim ke HP mu , jangan sampai terlambat, karna kau tau apa hukuman kepada orang yang tidak disiplin " ucap Riris
" baik Queen " jawab Tia.
" tapi Queen bagaimana dengan tugas saya di markas ?" lanjut Tia
" kamu tenang saja , biarkan si Riski yang pusing sendiri , hahahaha " jawab Riris dengan tawanya yang jahil.
Sedangkan di markas Drak Devil's , sang kaki tangan sedang marah-marah tak jelas.
" dasar sahabat sinting , bagaimana dia bisa menyuruh Tia menjadi pengasuh anaknya , bagaimana jika aku membutuhkan Tia di disini " ucap Riski dengan frustasi
Sore menjelang malam, Randi telah sampai di mension , dengan wajah lelah dia menaiki tangga menuju ke kamarnya , setelah sampai di dalam kamar Randi membersihkan badan nya , dan menikmati angin sore di balkon kamarnya.
" ngapain gadis bodoh itu di taman sendirian ?" ucap Randi dengan bingung
Dari pintu belakang , bi Ratna keluar sambil mendorong baby Rangga menggunakan troli anak.
" utu...utu..utu... anak mommy sudah datang " ucap Riris sambil mendorong baby Rangga.
mereka berdua menikmati indahnya taman tanpa bunga itu, Riris terus mengoceh walaupun dia tau baby Rangga tidak paham.
" dede apa kamu tau daddy mu sangat menyebalkan " ucap Riris
__ADS_1
" kapan ya daddy mu mendapat kan pacar , dan menikah lagi ??" tanya Riris dengan wajah bingung + bodohnya.
Tanpa di sadarinya , semua yang di ucapkan nya telah di dengar oleh orangnya sendiri.