
" Kau masih ingatkan insiden itu , jika kita langsung menyerang maka nyawa Riris akan dalam bahaya " ucap Riski sedih
" Kita akan menyusun rencana , jadi kumpulkan semua anak buahmu " jawab Randi
Tanpa menunggu lama Alex datang ke markas Drak Devil's dan mereka semua menyusun rencana pembebasan Riris dengan matang.
Sudah tiga hari Riris tinggal di mension Monster Drak , dan itu semua di lewatinya dengan Denis yang selalu menempel padanya dan setiap malam mereka melaluinya dengan malam yang panas dan panjang.
" Lapor Queen , sudah tiga hari ini tidak ada pergerakan dari Drak Devil's maupun Anggel Drak " ucap Xander
" Nanti malam siapkan semua anak buah eksklusif untuk memantau dari kejauhan , dan bawa kesini baju yang sudah ku pesan " jawab Queennya
" Kenapa nanti malam Queen ?" tanya Xander
" Der,,, jangan memancing emosi ku dengan pertanyaan konyol dan bodoh mu itu , cepat ambil bajunya dan panggilkan pengasuh baby ku " titah Queennya kesal
" Baik Queen " pamit Xander pergi
Xander pergi mengambil baju pesanan Queennya , dan tak lupa untuk memanggilkan pengasuh anak Queennya itu .
" Permisi Queen " ucap Pengasuh itu
" Masuk " jawab Queen
__ADS_1
" Oh,,, baby ku yang tangguh ,,,, kamu rindu tidak dengan mommy dan Daddy mu ??? " tanya Queen nya dengan mengambil baby yang sudah berumur hampir dua tahun .
Mommy dan anak itu terus saja bercanda ria , sehingga kegiatan mereka terhenti saat pintu kamar di ketuk.
" Ini dia Queen " ucap Xander
" Pasangkan padanya " titah Queennya pada pengasuh anaknya
" Nanti malam , kau pakailah pakaian yang sudah ku siapkan , karna kita akan membantai para sampah itu semua " ucap Queen
" Kenapa bisa Queen tahu ?" tanya pengasuh itu
" Oh ayolah , kau taukan Jika si Riski itu teliti namun bodoh , jadi dia akan merencanakan sebuah penyelamatan yang gegabah , maka dari itu kita hanya memantaunya dari kejauhan , dan kau Xander beri tahu anak buah mu untuk berjaga dengan ketat " jelas Queen
" Boss,,, apa saya bisa bertanya ?" tanya Xander
" Apa ?" tanya Reza
" Apa Queen slalu seperti itu ?" tanya Xander
" Maksudmu ?" tanya Reza
" Saya merasa aura kegelapan dari dalam diri Queen , dan saat melihat sorot matanya saya slalu saja merasa takut " jelas Xander
__ADS_1
" Selagi kau tidak mengusiknya , maka dia tidak akan mengeluarkan aura itu " jawab Reza
" Dulu dia mempunyai pandangan mata yang sayu dan ramah , namun semua itu hilang sejak keluarga nya dihina dan di cemohkan oleh warga kampung mereka , sehingga membuat adiknya di bully di sekolah dan ibunya selalu di omongin di belakangnya " lanjut Reza lagi
" Apa mungkin kita akan menang pada misi ini ?" tanya Xander
" Jangan merehkannya , meskipun dia wanita dia lebih kuat dari pada Ryan ketua geng Anggel Drak " jawab Reza
" Sudahlah jangan menanyakan pertanyaan bodoh , dan Apa kau sudah mengirim obatnya kepada wanita itu ?" tanya Reza
" Sudah Boss, dan dia melewati hari-harinya dengan mudah " jawab Xander
" Bagus , setelah kita menyerang markas Monster Drak , Queen menyuruh kita untuk memasukkan wanita itu kedalam geng , jadi persiapkan pelatihan untuknya " ucap Reza
" Huu,, Queen memang bijaksana dan cantik " puji Xander tanpa menyadari ucapannya
" Cukup di depan ku saja kau memuji Queen , jika kau memujinya di depan suaminya bisa habis kau di tangannya " ucap Reza
" Apa dia lebih kuat di bandingkan si Riski bocah itu ?" tanya Xander
" Jangan kau salah memilih lawan bung " jawab Reza
Sebelum Xander bertanya kembali , Reza dengan segera mengeluarkan pistolnya dari belakang jaketnya .
__ADS_1
" Sejak kapan kau berisik begini , dan berhenti bertanya sebelum ku ledakkan kepala mu itu menggunakan pistolku ini " ancam Reza