
Malam yang sejuk dan indah yang di iringi dengan angin sepoi-sepoi dengan cahaya bulan yang menerangi.
" Apa semua sudah siap sedia ?" tanya Alex
" Sudah tuan , kita akan bergerak dalam waktu lima belas menit lagi " jawab salah satu anak buah Drak Devil's
Riski dan Randi datang dengan pakaian yang serba hitam , semua pakaian mereka sama hanya saja Riski dan Randi memiliki topeng yang berwarna coklat keabu-abuan.
" Baiklah , laksanakan semuanya sesuai rencana " ucap Riski tegas
Semua anak buah telah bergerak , mereka semua pergi menuju ke markas Monster Drak , namun mereka tidak sadar jika mereka sedang di ikuti .
" Apa Ryan tidak ikut dengan kita ?" tanya Randi
" Sudah tiga hari dia menghilang , namun tangan kanan dan anak buah nya sudah bergabung dengan kita " jawab Riski
" Kemana dia ?" tanya Randi
" Entalah , mungkin dia ada misi " jawab Riski
" Kenapa dia menghilang , dia kan sangat dekat dengan Riris " batin Randi sedikit curiga
Mereka semua sudah sampai , semuanya bergerak sesuai dengan rencana , namun seperti ucapan seseorang kalau Riski akan melaksanakan rencananya dengan gegabah dan ceroboh .
__ADS_1
Riski dan Randi berada dalam tim yang sama dengan mereka di posisi pintu depan , sedangkan Alex berada di pintu belakang , dan anak buah yang lain sudah menyebar ke seluruh sudut mension.
" Queen apa mereka tidak melihat perangkap itu ?" tanya Reza
" Sudahlah jangan tanyakan itu , karna Riski tidak pernah teliti , sedangkan duda itu dengan bodohnya mengikuti rencana si Riski " jawab Queen
" itu semua karna Queen , demi membebaskan Queen tanpa menyakiti siapa pun " ucap Reza
" Jangan bodoh , tidak ada balasan yang setimpal dengan perbuatan " jawab Queen
" pergilah , arahkan semua anak buah untuk bersiap , karna sebentar lagi kita akan bergerak " lanjut Queen
Dorr,,,,Dorr,,,Dorr,,,,
" Welcome to the game " batin Richad mengambil senjatanya
Dorr,,,,Dorr,,,,Dorr,,,
Bukk,,,,Bukk,,,,Bukk,,,
Jleb,,,,,Jleb,,,,Jleb,,,
Suara tembakan dan pukulan sudah terdengar dengan jelas , bahkan suara tusukan pisaupun sudah tidak terelakkan lagi , namun sayang saat Richad turun tangan mereka bermain dari arah belakang , anak buahnya menyuntikkan obat bius berkadar tinggi sehingga semua anak buah Drak Devil's terkapar tidak berdaya tanpa terkeculi.
__ADS_1
Ini lah yang dimaksud Tim Xander , jika si Riski tidak memperhitungkan kalau Richad adalah dalang semua ini , mereka hanya tau jika Denis adalah pelakunya.
Anak buah Richad membawa Riski dan Randi masuk dengan keadaan yang sudah di ikat , sedangkan Alex masih berada dalam tim nya dan terkapar lemah.
" Hahahaha dasar sampah tidak berguna " ucap Richad
" Bawa sepasang bodoh itu kesini" titah Richad
Dari arah belakang anak buah Richad sudah membawa Riris dan Denis dengan keadaan yang diikat , dan di dudukkan berhadapan dengan Riski dan Randi.
" Bawa kesini air es itu , dan siram ke wajah sampah ini " ucap Richad
Sedangkan Bryan , Jeny , Jesy dibuat terkejut akan tingkah Richad , karna mereka baru menyadari sisi iblis dari dokter ini.
" Selamat datang di markas yang nyaman ini " ucap Richad saat melihat Riski dan Randi sadar
" Lepaskan kami brengsek " Teriak Riski
" oh ayolah , aku baru saja ingin bermain,,,,Bukkk,,,," jawab Richad sambil menendang Riski yang di ikat
" itu hukuman untuk mu karna sudah berteriak " lanjutnya
" Apa mau mu ?" tanya Randi dingin
__ADS_1
" Apa kau ingin melihat mau ku ?" tanya Richad dengan senyum iblisnya