
"kenapa aku harus kesal melihat dia di peluk oleh lelaki lain, dasar gadis sinting" ucap Randi dengan wajah kesal
...Pagi hari yang cerah telah membangunkan semua makhluk yang berada di muka bumi ini, dengan wajah yang terlihat senang yang diiringi dengan handsfree ditelinganya, Riris keluar rumah dengan pakaian santai dan sederhananya menuju ke rumah Randi calon suami kontraknya....
Setelah sampai di depan mension Randi, Riris dibuat terngangga karena melihat rumah semewah itu, dengan pagar yang sangat menjulang tinggi, Riris pun menekan bel rumah, tak menunggu lama satpam yang berada di gerbang segera membuka pintu dan bertanya,
" mau cari siapa mbak" ucap pak satpam.
" saya mau cari pak Randi , apa pak Randi ada di dalam pak ???" tanya Riris.
" ohh silahkan mbak, pak Randinya masih di dalam" jawab pak satpam.
"kalau begitu saya masuk dulu pak, terimah kasih pak" ucap Riris.
Dengan langkah yang masih di iringi handsfree di telinganya , Riris pun masuk kedalam rumah , dan melihat Randi sedang menuruni tangga menuju ruang makan, Randipun telah melihat keberadaan Riris yang sedang berdiri di depan pintu utama.
__ADS_1
"silahkan masuk, dan duduklah di meja makan !!" perintah Randi.
" Baiklah om" ucap Riris dengan santai.
Riris dan Randi duduk berhadapan , Randi langsung menyantap sarapannya , sedangkan Riris hanya sibuk dengan smartphone yang sedang dia pegang, dengan lirikan yang tajam dan aura dingin.
"aku menyuruhmu kesini untuk uji coba mengasuh anakku, bukan untuk memainkan smartphone mu itu" ucap Randi
"astaga om, masih pagi sekali sudah marah-marah, nanti ganteng nya nambah loh,,,," canda Riris.
"Rangga ada di atas , sedang di mandikan bi Ratna, sebentar lagi akan turun" ucap Randi.
" dan satu lagi, kau dan Rangga akan ikut ke perusahaanku, guna untuk melihat uji cobamu" lanjutnya dengan wajah datar.
Tak lama kemudian Rangga yang sedang di gendong bi Ratna pun turun dari lantai atas, yang diikuti oleh seorang pelayan yang sedang membawakan tas berukuran sedang yang berisi pakaian dan keperluan Rangga.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Riris langsung berdiri dari duduknya guna untuk mengendong baby Rangga, saat melihat wajah baby Rangga , Riris merasa gemas sendiri karna baby Rangga mempunyai wajah yang putih, gembul,dan imut,,,
"utututu,,,,anak orang kok bisa se imut ini cup,,,cup,,cup,," ucap Riris sambil mencium wajah baby Rangga dengan gemas.
Sedangkan baby Rangga tidak menolak seperti biasanya, bahkan baby Rangga tersenyum senang sambil menggeliat-liatkan badan nya sendiri.
Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut tampak tersenyum terkecuali Randi yang mengeluarkan aura dinginnya.
"ayo kita berangkat" ucap Randi
Di dalam mobil , Randi dan Riris duduk di jok belakang, Randi sibuk dengan pekerjaannya yang melalui smartphonenya, sedangkan Riris sibuk dengan mentoel-toelkan hidung baby Rangga, sehingga dia terkadang tergelak sendiri karna gemas melihat ekspresi kesal bercampur senang baby Rangga.
Sesampainya di perusahaan, semua mata tertuju kepada mereka berempat, Randi, Riris, baby Rangga, dan Alex. Semua karyawan bingung, kenapa hari ini bos meraka membawa anaknya, dan siapa gadis yang berpenampilan tomboy + sederhana itu.
Namun meraka tak mengubris tatapan itu, mereka trus berjalan menuju lift khusus CEO dan di dalam lift tiba-tiba HP Riris merdering dengan nyaringnya, dan mau tak mau Riris meminta tolong kepada Randi untuk mengambil di saku jaket yang dikenakannya, dan Randipun mengambilnya dengan terpaksa, di layar HP yang dia pegang tertera nama Ryan is calling.
__ADS_1