
" Maafkan kakak Radit sudah membuatmu seperti ini , tapi tenang saja semuanya akan berlalu " batin Riris sambil memakaikan pelacak itu.
Setelah Riris dan Randi menyelesaikan tugas nya , mereka segera menyusul Riski dengan Randi yang sudah memakai topeng wajah.
Melihat wanita yang mereka incar telah keluar mension itu membuat mereka sangat bahagia dan senang , sebab sudah tiga bulan mereka mengintai wanita itu tanpa mereka sadari kalau mereka sudah melewatkan satu hal.
📲 " Lapor Bos , Nyonya sudah keluar mension dengan seorang pria , mungkin itu adalah anak buahnya " ucap Seseorang di seberang telepon
📲 " Ikuti mereka , dan jika ada kesempatan untuk menculiknya , maka bawa dia ke markas tanpa menyakitinya " Jawab seseorang di sebrang telepon juga.
Tanpa menunggu waktu lama mereka bertiga telah sampai di depan pintu apartement , dan Ryan sudah ada di sana.
" Sudah lama ?" basa basi Riris
Dengan segera Randi memeluk pinggang istrinya dengan posesif , dan Ryan yang belum mengenalnya segera ingin menghajarnya dengan tinjunya yang panas namun....
" Berhentilah bermain-main aku punya misi penting " ucap Riris menangkis serangan Ryan
" Tapi dia siapa ??? kenapa dia memelukmu Ris ?" tanya Ryan
" Masuk dan kau akan tau " ucap Riski sambil melangkah masuk ke dalam apartement
Randi , Riris dan Ryan mengikutinya , mereka duduk di sofa dengan Riris yang duduk langsung di pangkuan suaminya .
__ADS_1
" Kenapa kau duduk disitu nyet ?" tanya Riski kesal
" Ya terserah ku lah " jawab Randi sambil mencium pipi istrinya
" Jika kalian ingin pamer kemesraan , tu di taman kota banyak orang nyet " jawab Riski
" Dia ini siapa ?" tanya Ryan dengan suara yang sedikit keras
Randi segera melepaskan topengnya , dan menyusupkan kepala nya di ceruk wanita yang di cintainya.
" Mas berhentilah , dan aku akan duduk di situ " ucap Riris sambil ingin berdiri
" Jika kau pindah , maka kita akan lanjutkan yang tertunda tadi " jawab Randi dengan santai namun dengan seringai di ujung bibirnya
Dengan berat hati , Riris kembali duduk di pangkuan suaminya dan membiarkan tingkah nakal suaminya.
Riski dan Ryan yang melihat tingkah nakal Randi hanya mampu mengumpat di dalam hati .
" Ryan apa kau sudah bawa chip yang ku minta ?" tanya Riris
" Ya " jawab Ryan
" Aku akan memancing anak buah Denis , dan setelah itu kalian semprot obat bius agar kita bisa membawa mereka dengan mudah " ucap Riris
__ADS_1
" Buat apa ?" tanya Ryan
" Tanam chip itu kepada mereka , dan setelah itu kirim mereka kembali " jawab Riris
" Baiklah , jika itu yang kau rencanakan aku akan membantu mu , dan aku akan pergi sekarang " jawab Ryan
" Kenapa buru-buru bro ?" tanya Riski
" Gua muak dengan tingkah konyol + posesif dari suami sahabat mu ini " jawab Ryan sambil melangkah pergi
Riris yang melihat kepergian Ryan hanya bisa tersenyum simpul dan di memandang Riski dengan penuh arti.
" Jangan melihatnya seperti itu , aku tidak suka sayang " ucap Randi saat menyadari arah pandangan istrinya
" Jangan terlalu mempercayai Ryan , dan siapkan mentalmu yang kuat " ucap Riris
Randi yang kesal karna tidak didengarkan dengan segera mengigit pelan leher jenjang istrinya dan itu membuat Riris meringgis sakit , sedangkan Riski yang menyaksikannya , segera berdiri dan mengambil mantelnya .
" Jangan lupa mengunci pintu , aku akan pergi dan kabari aku jika kalian sudah pergi dari sini " ucap Riski melenggang pergi
" Mas aku akan menelpon seseorang , jadi aku duduk di situ " ucap Riris menunjuk sofa di sebelahnya
Randi tidak mengubris perkataan istrinya dia langsung mengangkat dress istrinya sampai ke atas dada dan memulai aksinya yang sudah sedari tadi di tahannya.
__ADS_1