
📲 " untuk ku tidak ada ?" tanya Rere
📲 " Di dalam kotak pertama itu sudah ada milik mu , jadi laksanakan dengan benar , dan pergilah sebelum ada yang melihat mu " ucap Riris
Rere mematikan sambungan teleponnya dengan sepihak, dan dia pun segera pergi berlalu dari tempat itu.
Riris berbalik kebelakang melihat suaminya yang masih tertidur lelap.
" Dia yang bermain , kenapa dia yang lelah ??? padahal aku kan korban " ucap Riris lirih sambil terkekeh
Dia kembali menghubungi seseorang , namun dia melangkah ke arah balkon , agar suaminya tidak dapat mendengarnya.
📲 " Pulanglah , dan bawa wanita itu bersama kalian " ucap Riris
📲 " Baik Queen , besok kami sudah berada di markas " jawab seseorang di sebrang sana
Setelah mendengar jawaban itu , Riris mematikan sambungan teleponnya , dan hanya berdiri di teras balkon untuk sekedar menikmati angin malam yang sejuk.
Randi mulai mengeliat dalam tidurnya , saat kulit tubuhnya di terpa sedikit angin , namun saat tangan kekarnya ingin memeluk istrinya untuk mendapatkan kehangatan , istrinya malah tidak ada .
__ADS_1
Dengan gerakan cepat dan mata yang terbuka lebar , Randi duduk di ranjang dan mencari sosok istrinya di setiap sudut kamar , dan matanya langsung berhenti pada sosok yang berpakaian kemeja dengan keadaan yang kebesaran di tubuhnya , sedang berdiri di teras balkon.
" Sayang kenapa disini ?" tanya Randi memeluk tubuh istrinya dari belakang
" Ada apa mas , kenapa terbangun ?" tanya Riris
" Dingin " jawab Randi manja dengan tangannya sudah mulai masuk kedalam kemeja istrinya
" Pakailah pakaianmu dengan benar mas , agar tidak terlalu dingin " ucap Riris sambil menggenggam tangan suaminya yang sudah nyaman memeluk perutnya
" Gak mau , mau nya tidur " jawab Randi manja
Randi yang mendengar itu , menjilat sedikit belakang telinga istrinya dan itu membuat Riris sedikit meremang.
" Ayo mas tidur kembali " ajak Riris sambil melempaskan tangan suaminya yang semakin erat memeluk nya
" Seperti ini saja sayang " jawab Randi
" Tapi kita akan berjalan begitu lambat mas , dan kamunya juga akan semakin kedinginan " ucap Riris
__ADS_1
" Tapi aku mau nya seperti ini " jawab Randi manyun
" Oh astaga , kenapa dia bisa semanja ini sih " batin Riris
Riris mulai melangkah ke arah ranjang dengan Suaminya di belakang dengan posisi yang masih memeluk erat tubunya.
Setelah sampai di ranjang , Randi melepaskan pelukannya dan kembali berbaring di ranjang , Riris juga kembali tidur namun sebelum dia tidur telentang, suaminya sudah menarik tubunya agar mereka dapat berhadapan.
Dan Randi hanya tersenyum manis melihat wajah istrinya yang kesal akibat tarikan tangannya , dan Randi langsung melakukan kegiatannya sebelum tidur.
" *oh astaga , apa dia tidak bosan menggulumnya seperti itu , sedangkan bayi yang masih menyusu saja tidak akan seperti ini " batin Riris melihat aksi suaminya
" Tapi kenapa rasanya nikmat dan nyaman ya , saat dia melakukannya " batin Riris lagi dengan senyum aneh di wajah cantiknya*
Riris sudah tidur , namun suaminya yang masih melakukan kegiatannya sudah hampir setengah jam itu masih terjaga dalam tidurnya.
Randi melihat wajah damai istrinya yang sudah tidur , melihat itu timbul senyum jahil di wajah tampannya , dan matanya langsung tertuju pada kedua benda kenyal favoritnya itu.
Dengan gigitan gemas , Randi meninggalkan kissmark yang sangat banyak , dan itu tidak mampu membuat istrinya terbangun , Randi menghentikan aksinya dengan cekikan menahan tawanya .
__ADS_1