
Tok,,,Tok,,,,Tok,,,
Suara pintu di ketuk dari luar , dan itu sudah pasti bi Ratna yang ingin mengambil alih untuk menjaga baby Rangga.
Setelah Randi menyerahkannya kepada bi Ratna , dia kembali lagi ke dalam kamar setelah mengunci pintu , Randi merangka ke atas ranjang untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
" Mas ini masih sore , apa mas tidak pernah lelah , pagi, siang , malam melakukannya ?" tanya Riris bingung dengan gairah suaminya
" Satu ronde saja sayang " jawab Randi yang memulai kegiatan panasnya
Riris hanya bisa pasrah , mau bagaimana pun itu adalah tugas nya untuk melayani suaminya . Memang mereka melakukannya hanya satu ronde , namun memakan waktu yang sangat lama yaitu dua jam lamanya.
Karna suaminya betah bermain-main di bagian dadanya, dengan wajah yang cemberut Riris pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , dia menghentakkan kakinya ke lantai sebab menahan kekesalan nya yang sudah memuncak .
Bagaimana tidak memuncak , kakinya sampai kram saat mengikuti permainan suaminya itu , setelah Riris masuk kedalam kamar mandi , senyum puas dari suaminya langsung muncul karna dia berhasil kembali mengagahi istrinya.
****
Di sebuah klinik kesehatan , seorang wanita bergerak gelisah akibat apa yang di inginkannya belum terpenuhi satupun , di bergerak kesana kesini untuk mencari solusi , namun apa adayanya otaknya itu tidak berfungsi dalam mencari solusi.
__ADS_1
" Aduhhh boss,,,, aku pusing melihat dia seperti ini " ucap Xander yang sedari tadi memperhatikan gadis cantik itu
" Jika kau pusing , maka berikan yang dia butuhkan " jawab Reza santai sambil memainkan ponselnya
" Tapi obat itu belum di racik boss " ucap Xander kesal
" Selain obat , dia membutuhkan yang lain bodoh " jawab Reza sambil tersenyum miring terhadap anak buahnya itu sekaligus temannya.
Xander yang mendengar itu terdiam , bagaimana tidak,,,, jika dia memperhatikan lekuk tubuh wanita yang sedang mondar mandir itu , maka jiwa kelakiannya akan bangkit , dan itu dapat memberikan resiko yang buruk untuknya.
Bukannya apa , dia mau saja menyentuh tubuh itu , namun jika Queen nya tahu bisa mampus dia detik itu juga , namun jika Queennya mengizinkan maka dia dengan senang hati melakukannya.
" Kau saja yang bertanya , kan nanti kau juga yang menikmatinya " jawab Reza sambil terkekeh
Reza sudah pasti tahu , jika Queen nya tidak akan memberi Izin kecuali Xander membujuknya dengan bagus.
" Baiklah,,, karna aku ingin menolongmu maka aku akan membujuk Queen dengan rayuan mautku " ucap Xander sambil mengehubungi Queennya dengan ponsel pintarnya
" Kau juga akan menikmatinya monyett " umpat Reza cekikan
__ADS_1
📲 " Ada apa ?" tanya Randi dingin
📲 " Maaf tuan , apa saya bisa bicara dengan Queen ?" tanya Xander hati-hati
📲 " Istriku lagi mandi , ada urusan apa ? " jawab Randi datar
Xander melihat Reza untuk meminta izin , apa boleh di tanyakan kepada tuan mereka .
" Bilang saja , palingan nanti dia akan memarahimu " bisik Reza sambil terkekeh pelan
📲 " Begini tuan , nona Ambrella bergerak gelisah dan dia mondar-mandir sejak sedari tadi " ucap Xander
📲 " Truss apa hubungannya denganku , kenpa kau melaporkannya pada ku " jawab Randi dengan santainya
Mendengar jawaban tuannya Xander di buat kesal dan geram , sedangkan Reza hanya menahan tawanya agar tidak meledak.
" Siapa juga yang ingin melaporkannya padamu , sejak awal tadi aku sudah bertanya Queen dimana tuan " batin Xander kesal
Xander tidak berani mengucapkan isi hatinya secara langsung sebab dia takut akan dikira kurang hajarrrr.
__ADS_1