
" Sahabat atau pacar mu " ucap Randi dingin
" mau sahabat atau pacar , itu bukan urusannya om " jawab Riris kesal
Dengan kasar Randi menarik tangan Riris agar naik ke dalam mobil , yang di dalam nya sudah ada Alex.
" Lex , kita ke rumah paman dulu , setelah itu ke kantor " ucap Randi
" siap tuan " jawab Alex
" Bisa hancur semua rencana ku untuk bertemu dengan Ryan !" batin Riris.
" dan kemana si bodoh itu ?" lanjutnya .
Kepala Riris tidak berhenti melihat ke samping kiri kanan dan belakang , lewat jendela mobil, sehingga Randi pun kesal dengan tingkah istrinya itu.
" apa yang kau lakukan ?" tanya Randi
" duduk " jawab Riris dengan santai
" Diamkan kepala mu itu , sebelum ku diamkan " ucap Randi datar
Dengan cepat Riris mengeluarkan smartphonenya , tanpa mengubris apa yang dikatakan suaminya itu.
Setelah selesai mengirim pesan lewat smartphone , Riris segera menyusun rencana yang matang supaya bisa bertemu dengan Ryan.
15 menit kemudian , mereka sampai di rumah pamannya Riris , dan sialnya rumah itu kosong sebab semua penghuni telah pergi bekerja.
__ADS_1
" Bagaimana ini mas ?" tanya Riris
" apa nya yang bagaimana ?" tanya Randi
" Mas duluan saja ke kantor , aku akan pergi ke kantor bibi ku " ucap Riris , bukannya menjawab dia bahkan memberi perintah.
" Tidak , kau akan ikut ke kantorku " ucap Randi tegas.
CHITT,,,,, suara mobil yang tiba-tiba berhenti.
" Alex , kau ingin membunuh kami " tanya Randi kesal
" maaf tuan , di depan ada beberapa mobil yang menghalangi jalan kita secara tiba-tiba " jawab Alex
Randi dan Riris melihat ke depan , dan betapa terkejutnya Riris bahwa mobil yang di depan adalah anak buah dari geng Anggel Drak yang dipimpin oleh Ryan.
" dasar bocah bodoh " umpat Riris lirih
" Apa " tanya Randi , karna dia mendengar ucapan Riris meskipun pelan.
Semua anak buah Ryan keluar dari mobil dengan senjata mereka masing-masing.
..." KELUAR ,,,, ATAU KU TEMBAK " teriak Deni...
Deni adalah orang kepercayaan Ryan dalam bisnis perdagangan di dunia hitam itu . Riris dan Deni sering bertemu di pasar perdangangan dunia hitam , jadi mereka saling mengenal .
Dan Deni tau bahwa semua anak buah Anggel Drak tidak boleh melukai sang pujaan hati bos mereka yaitu Riris victoriya .
__ADS_1
selain pujaan hati bos nya , Riris bukan lah lawan yang mudah untuk di taklukan , sebab dia adalah ketua no 1 di dunia hitam .
Alex keluar mobil dengan tangan yang sudah di angkat ke atas , sedangkan di dalam mobil Randi dan Riris duduk dengan santai.
" Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Alex
" serahkan wanita yang di dalam mobil itu ! jika tidak kami akan menembak kalian " jawab Deni
Dengan cepat Alex masuk kedalam mobil , dan menyampaikan permintaan dari orang-orang yang di depan.
Randi keluar mobil dengan senjata nya yang di keluarkan dari dalam jaz nya , sedangkan Alex memberi perintah kepada pengawal untuk menyusul ke tempat kejadian lewat telepon.
DOR,,,,
DOR,,,,
DOR,,,,
BUKK,,,BUKK,,BUKK
Beberapa anak buah Anggel Drak dan pengawal Randi terluka , sedangkan Randi telah kewalahan melawannya , sebab dia sudah lama tidak berkelahi, dengan santainya Riris keluar dalam mobil.
" BERHENTI " teriak Riris . semua orang yang mendengar itu tiba-tiba berhenti.
" Dengar semua , aku akan mendatanginya di tempat biasa , jadi kalian pergilah sebelum kesabaran ku habis " ucap Riris dingin dengan mata yang menatap tajam ke arah Deni dan Randi .
Beberapa anak buah Deni mundur dan beberapa tidak , sebab mereka tidak pernah melihat wajah Riris secara langsung , dan Riris paham betul setelah melihat wajah anak buah Deni , dengan cepat Riris mengangkat rambutnya ke atas sehingga menunjukkan,,,,,
__ADS_1