
" Alex,,, apa yang dia lakukan disini " Batin Riris
Semua yang melihat kedatangan Alex sangat bingung , dan terkejut .
Dengan langkah yang pelan namun pasti dari arah belakang Denis , muncul Randi dan Bukh,,, Denis terjatuh pingsan akibat pukulan keras Randi tepat mengenai kepala Denis.
Semua anak buah Denis maju untuk melawan , dan tiba-tiba terdengar suara tembakan tiga kali di luar mension , Ryan dan Riski menyusul untuk melihat nya namun tidak ada apa-apa , melihat reaksi Ryan dan Riski, Riris menyuruh anak buahnya untuk keluar mension .
Tanpa mereka sadari Jesy sudah berada di lantai atas untuk menyelamatkan Denis , sedangkan yang melakukan tembakan di luar adalah Bryan dan Jeny.
Saat semua orang fokus pada keadaan di luar mension , Jesy segera membawa Denis dan Richad ke dalam ruang bawah tanah , tempat yang tidak pernah semua orang ketahui kecuali Denis dan orang kepercayaannya.
Hahahahahahaha
Suara tertawa terdengar sangat menggelegar di dalam mension , dan semua orang bingung saat mendengarnya dan Bukkk , sebuah keranjang bayi jatuh dari atas dengan darah yang menghiasinya.
" Apa itu ?" tanya Riski dengan menunjuk kerangjang bayi
__ADS_1
" Aku tidak tau " jawab Ryan
" Dasar bodoh , makanya kalian periksa apa itu " ucap Riris
Dengan langkah yang pelan Reza maju untuk memeriksa , namun sebelum dia membukanya seseorang terjatuh lagi dari lantai atas dengan bersimpah darah .
" Cepat kalian periksa " perintah Riris histeris
Reza dan Xander memeriksa nya , Reza sampai membulatkan matanya saat melihat apa isi keranjang bayi di depan nya , namun Xander hanya biasa saja saat membalikkan tubuh seseorang wanita yang terjatuh itu , sebab dia tidak mengenalnya.
" TIDAK " teriak Riris histeris dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya
" Maaf kan aku Rangga , kalau bukan karna ku , kau akan tetap hidup , maaf kan aku " ucap Riris lirih sambil mengambil mayat baby Rangga yang sudah berlumuran darah dari kerangjang bayi
Riris menoleh ke samping , matanya yang di banjiri air mata segera bersimpuh di kaki Randi .
" Maaf kan aku , maaf kan aku , maafkan aku , jika aku tidak hadir di keluarga kalian , maka kalian tidak akan terlibat dalam masalah ku " ucap Riris terisak
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikan itu merasa sesak karna kesedihan yang di alami queennya , sedangkan Riski merasa iba kepada sahabatnya , dan dia berjalan untuk memeluknya.
Randi hanya diam saja , tidak bergeming sama sekali , karna dia masih syok melihat anak kesayangannya sudah berlumuran darah dan wanita yang sudah berhasil mengambil hatinya , sedang bersimpuh memohon maaf kepadanya.
Saat Riski ingin memeluk Riris , dengan segera Randi memeluk erat tubuh istrinya sambil mengelus lembut rambutnya.
" Sudah jangan menangis lagi sayang , semua ini bukan salah mu , semua ini sudah di atur oleh tuhan , dan maaf kan mas juga jika tidak mendengar nasehat mu untuk menjaga Rangga , sebelum kau pergi " ucap Randi terisak
" Sudah,, sudah,,, dramanya , gua muak melihat drama kalian " teriak Bryan dari lantai atas
DOR,,,
Reza menembak kaki Bryan sebelah kanan
" Brengsek kau bajingan , keluar lah dan singkirkan bajingan itu semua kecuali wanita yang sedang menangis itu " teriak Bryan sambil menahan kesakitan di kakinya
Semua anak Bryan keluar dari persembunyiannya dan pertarungan juga dimulai dengan Randi yang mengajak Riris untuk pergi dari tempat itu .
__ADS_1