
" oh astaga mas , kita ini di dapur , dan aku masih lapar " jawab Riris
Namun Randi tidak mengubris ucapan istrinya dia segera membalik tubuh Riris sehingga mereka berhadapan , dan Randi mengangkat tubuh istrinya agar bisa duduk di meja dapur , dan dia sudah berbuat nakal.
" Mas berhentilah , aku makan dulu , ini hanya sebentar saja " ucap Riris sambil menyingkirkan tangan suaminya yang sudah mulai turun ke bawah
Randi yang mendengar istrinya berkata seperti itu , akhirnya merasa kasihan .
" mas apa kau sudah gila , ini di dapur " ucap Riris kesal di sela desahannya karna tidak habis pikir dengan suaminya yang mesum ini
" Diamlah , dan cepat selesaikan makan mu itu " jawab Randi setengah menahan nafas karna gairahnya sudah di puncak hasratnya.
" lanjutkan makan mu dan aku lanjutkan kegiatanku " ucap Randi dengan nafas memburu.
Dengan nafas yang masih ngos-ngos an , mereka akhirnya menyelesaikan kegiatan panas mereka di daerah dapur tersebut.
" Mas keluarkan itunya " titah Riris
__ADS_1
" Seperti ini saja , biar lebih nikmat dan nyaman sayang , apa kau mau dia ke dinginan lagi ?" ucap Randi sambil memakai kan kimono istrinya dan membawa istrinya kembali kekamar menggunakan lift tanpa melepaskan istrinya.
Saat sudah sampai di dalam lift suara laknat itu keluar kembali dari mulut mungill istrinya karna dia merasakan kalau suaminya sudah mulai bertingkah mesum lagi.
" lihatkan kau begitu menikmatinya dan aku pun merasakan nyaman " ucap Randi dengan senyum nakalnya
" Dasar lelaki gila , apa dia tidak lelah apa " batin Riris dengan wajah yang menahan kesal
" Jangan mengumpati ku sayang , nikmati saja karna rasanya memang nikmat " ucap Randi seolah tau apa yang sedang di pikirkan suaminya
Randi menurunkan Riris di atas ranjang dengan tubuh yang sudah polos.
" kalau begitu biarkan aku saja yang bekerja " ucap Randi sudah mengungkung istrinya dan dia mencium bibir ranum itu kembali.
******* terus saja keluar dari mulut Riris , dan suaminya sangat menyukai suara istrinya tersebut.
" Kau sangat basah sayang ku " bisik Randi dengan senyum jahil nan nakalnya
__ADS_1
Randi melakukan penyatuan mereka sampai pagi , dia melakukannya tanpa mengenal lelah , sedangkan yang di kungkung nya sudah tidur lelap akibat kelelahan.
Randi menelpon Alex , kalau hari ini dia tidak akan ke kantor , setelah itu Randi membaringkan tubuhnya di samping istrinya dengan memeluk posesif tubuh istrinya.
" Aku akan berusaha , agar secepatnya kau hamil Ris , dan setelah kau hamil , maka kau tidak bisa lagi pergi dari sisiku meskipun itu sebentar " batin Randi sambil mencium kening istrinya penuh cinta.
Pagi menjelang siang , Riris terbangun dari tidurnya saat merasakan cahaya matahari sudah masuk dari sela-sela gorden mereka .
" Sampai jam berapa ya semalam , baru dia berhenti " tanya Riris lirih
" huuuu duda jika sudah buka puasa , ganas juga " lanjut Riris lagi
Randi yang sudah bangun sejak merasakan kalau istrinya mengeliat dalam pelukannya , hanya mampu menahan tawa nya saat istrinya mengeluh tentangnya .
...*** MAAF YA KAKAK ððð Lama up nya soalnya kedua bab ini selalu di tolak , sebab umur author yang masih kecil , jadi tidak bisa membuat dengan hot ,,,, dan jika ingin lebih hot ,,,, mohon di bayang kan sendiri,,,, ...
Selamat membaca dan jangan lupa tinggal kan like dan comentnya kakak ðððð
__ADS_1