
Di sebuah mension yang mewah nan indah , seorang pria sedang mengamuk dan membanting semua bende yang dapat dia jangkau.
" Apa wanita ku belum keluar rumah ?" tanya Denis murka kepada anak buahnya
" Sudahlah Nis , Lupakan Riris dan buka lah hatimu kepada Jesy " ucap Richad
" Diam kau , jika bukan karna kau , aku tidak akan membunuh wanita tua itu " teriak Denis
" Kenapa jadi salah ku ?" tanya Richad
" Kau masih bertanya , jika bukan kau yang mengusulkan untuk menculik wanita tua itu , maka aku tidak akan melihat kasih sayang yang di berikan Riris kepadanya , dan aku tidak akan membunuhnya " teriak Denis sambil membanting Vas bunga yang di sampingnya
"Dasar gila ,,, jelas-jelas kasih sayang itu berbeda bodoh " umpat Richad dalam hati
" Pergi kalian semua , dan awasi wanita ku jika kalian sudah melihatnya , setelah itu bawa di kesini " perintah Denis
Mension Randi
" Mas , apa aku bisa memakai ponsel mu sebentar ?" tanya Riris yang sedang memeluk suaminya
" Ambillah di laci nakas itu sayang " jawab Randi sambil menunjuk ke arah belakang tubuhnya
__ADS_1
" Minggirlah mas , aku harus mengambilnya " ucap Riris
Randi bukannya minggir , suaminya itu semakin memeluk tubuh istrinya dan membenamkan kepalanya di dada istrinya.
Dengan gerakan yang tertahan , Riris akhirnya bisa mengambil ponsel milik suaminya di laci nakas .
" Kau ingin menghubungi siapa sayang " tanya Randi sambil mendusel duselkan kepalanya ke dada istrinya
" Reza mas , aku ingin dia membuatkan alat pelacak " jawab Riris sambil menekan nomor di ponsel suaminya
📱" Siapa ini ?" tanya Reza di sebrang sana
📱" Queen , ini kau ?" tanya Reza terkejut sekaligus senang
📱" Diamlah , cepat siapkan yang aku perlukan , sebanyak 10 buah , dan kau lacak terus keberadaan dokter sialan itu " jawab Riris dingin
📱" Baik Queen , besok semua yang queen perlukan akan sampai di mension tuan Randi" ucap Reza
📱" Bagus , dan satu hal lagi , cari seorang Ilmuan yang bisa membuat obat untuk melumpuhkan ingatan seseorang , dan setelah itu campurkan dengan sedikit barang yang kita jual " titah Riris
📱" Baik Queen " jawab Reza
__ADS_1
Randi yang melihat istrinya sudah mematikan sambungan telepon , segera mencium bibir ranum itu dengan lembut .
" Buat apa obat itu ?" tanya Randi
" Buat Denis mas , dan jangan terlalu dalam ikut campur mas " jawab Riris
" Sayang ,,, pengen " rengek Randi manja
Riris yang melihat suaminya seperti itu hanya tersenyum , namun sedetik kemudian dia di buat kesal sebab tangan dan bibir suaminya sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
" Mas aku lelah , bisa di tunda untuk malam nanti " pinta Riris
Randi yang sudah mulai bernafsu tidak mengubris yang di katakan istrinya dan dia memulai memangsa istrinya kembali , sedangkan istrinya hanya mampu pasrah dan menikmati semua permainan yang dilakukan suaminya.
" dasar suami mesum " batin Riris
Satu jam mereka baru selesai melakukan permainan panas mereka , dengan posisi Randi yang masih enggan untuk melepaskan benda favoritnya di bagian dada istrinya.
" Mas apa kau belum kenyang ? bayi saja tidak akan sampai satu jam untuk meminum susu " ucap Riris kesal karna dia ingin pergi membersihkan tubuhnya
" Sayang aku tidak akan berhenti sebelum aku tidur , dan ini akan aku lakukan setiap kali aku akan tidur " jawab Randi
__ADS_1