
" Sayang kau tidak baik-baik saja ?" tanya Ryan dengan wajah khawatirnya , dan bermaksud memeluk gadis itu.
Sebelum tangan nya sampai , Randi segera menarik pinggang Riris agar mendekat ke tubuhnya, sehingga Ryan dengan tatapan membunuhnya menoleh ke arah lelaki itu.
Dan betapa terkejut nya Ryan kala melihat wajah lelaki itu dengan jelas , dia tidak tau bahwa duda yang di nikahi oleh Riris adalah Tama teman masa kecilnya.
Bukan hanya Ryan yang terkejut , tapi Randi juga . Dia tidak menyangka teman masa kecilnya sekaligus saingan cintanya dulu , bisa bertemu lagi di kota ini.
" Tama " ucap Ryan lirih
" Dimana kiki , Ryan ?" tanya Riris kesal.
Bukannya Riski yang datang , ehhh,,,, malah makhluk yang tidak bisa di ajak kompromi yang datang .
" Ada hubungan apa kau dengan lelaki ini sayang " tanya Ryan , bukannya menjawab Ryan malah bertanya.
Randi menguatkan tangannya pada pinggang Riris , sehingga membuat Riris bingung sendiri.
" Mas , tangan mu terlalu erat memelukku " bisik Riris
" Jangan kau dengar dia " ucap Randi dingin
__ADS_1
Dengan hati yang kesal , Ryan segera menarik tangan Riris dari pelukan Randi , sehingga terjadi lah tarik menarik antara lelaki tampan yang berwajah dingin itu.
BRUKK,,TAP,,TAP,,TAP,,
"Apa yang kalian lakukan ??? LEPASKAN DIA !!! apa kalian tidak melihat wajahnya yang kesakitan akibat tingkah bodoh kalian " ucap Riski setelah masuk ke dalam ruangan itu.
Randi dan Ryan melepaskan tangan mereka dari tubuh gadis itu , Riris segera berlari ke arah pelukan Riski , dan menyandarkan nya di bahu Riski.
" Dimana Tia , Bryan , Jeni dan anak buahnya kau eksekusi ?" tanya Riris dengan suara berbisik .
Inilah tujuannya berlari ke pelukan lelaki itu , untuk bertanya soal musuh mereka , agar Randi tidak mendengar nya , bukan untuk bersifat genit.
" Lex,, bawa anakku ke mension , dan berikan kepada bi Ratna , aku akan menyusul setelah urusanku selesai dengan cecenut ini " ucap Randi
" Baiklah karna kita masih punya urusan masing-masing , maka aku akan pulang dengan Riski , sedangkan Mas bisa pulang sendiri " ucap Riris.
" dan untukmu Ryan , kau bisa pergi sekarang " lanjutnya
" TIDAK , KAU IKUT KAMI BERDUA " ucap Randi dan Ryan bersamaan
Dengan mulut yang mengangga dan tatapan mata yang bingung Riris dan Riski menatap kedua lelaki itu , bagaimana bisa mereka memberi perintah yang bersamaan , sedangkan sedari tadi mereka bermusuhan.
__ADS_1
Dengan langkah yang malas , Riris menyuruh mereka berempat pergi ke cafe Flower's , tempat nongkrong biasa Riris sekaligus cafe nya sendiri.
Yang di kelola oleh salah satu anak buahnya.
Mereka duduk , Riris duduk di samping Randi dan di depannya ada Riski yang sedang duduk di samping Ryan.
Pesanan es krim Riris datang , dengan rasa coklat favoritnya.
" Suap " ucap Riris pada Riski
Dengan tatapan yang tajam , Randi dan Ryan menatap ke arah Riski , sehingga orang yang di tatap hanya tersenyum kikuk.
Riris yang melihat itu hanya mampu tertawa cekikan.
" ohh astaga ,,, apa yang terjadi dengan ke tiga lelaki ini ?? jika kalian punya urusan , aku akan pergi sekarang juga " ucap Riris dengan tersenyum sambil berdiri
" Duduk , dan makan es krim mu itu " jawab Randi
" sini say , biar aku yang suap , aaaa " ucap Riski dengan tangan yang sudah menyodorkan es krim kearah mulut Riris.
" Ki,,,jika kau ingin selamat hari ini , jangan macam-macam " ucap Ryan dingin
__ADS_1