
" Kenapa Boss marah-marah , jika dia tidak mau menjawabnya cukup jadi patung saja " batin Reza
Dengan langkah mundur , namun pasti Reza pergi dari hadapan bossnya dengan wajah bingung bercampur kesal. Sedangkan Reza masih sibuk dengan pikirannya.
Sore menjelang malam ,di sebuah mension seorang pria sedang bersantai dengan wanitanya , namun dengan tiba-tiba wanita itu di buat gelisah.
" Kenapa sayang ?" tanya Denis
" Aku membutuhkannya " jawab Riris
" Butuh apa , katakan pada ku " ucap Denis
" Aku butuh obat itu " jawab Riris dengan wajah yang mulai panik dan gelisah
" Obat apa yang di maksudnya , dan kenapa di sangat membutuhkannya " batin Denis
Denis memanggil seorang pelayan , yang belakangan ini sangat dekat dengan wanita nya .
" Apa kau tahu obat apa yang di maksudkan nyonyamu ?" tanya Denis dingin
" Maafkan saya tuan , obat nyonya sudah habis , dan itu sangatlah susah untuk menemukannya " jawab Pelayan itu
__ADS_1
" Apa nama obatnya ?" tanya Denis
" Saya tidak tahu tuan apa namanya , namun yang pasti itu tidak di jual di apotek " jawab pelayan
" Obat macam apa itu ?" tanya Denis kesal
" Sejenis Narkotika tuan " jawab Pelayan
Bagaikan di sambar petir , kepala Denis tiba-tiba menjadi blank akibat keterkejutannya .
" Sejak kapan dia menggunakan obat terlarang itu , dan sejak kapan dia mulai menyukai *** " batin Denis
" Kenapa perubahannya berdampak negatif ?" batin Denis lagi*
Dengan gerakan tangan Denis menyuruh pelayan itu untuk pergi dari situ , dan Denis melihat wanitanya semakin uring-uringan tanpa dia tahu harus melakukan apa , namun wajah nya semakin gelisah.
" RICHAD,,,, cepat kesini " teriak Denis
" Kenapa kau teriak-teriak ?" tanya Jeny
" Dan kenapa dengan Riris ?" tanya Bryan
__ADS_1
Saat ingin menaiki tangga untuk menuju ke kamar mereka, Jeny dan Bryan mendengarkan terikan Denis dan dengan cepat mereka memeriksanya sebelum pria gila itu menghancurkan barang-barang lagi.
" Aku tidak memanggil kalian , jadi enyalah " jawab Denis geram
" Dasar pria gila dan bodoh , orang bertanya dia malah menjawab yang membuat orang kesal saja " umpat Jeny
" Sudahlah , jangan berdebat lagi , kita tunggu saja sampai Richad datang " ucap Bryan
Richad datang dengan Jesy yang mengikutinya dari arah belakang , dan betapa terkejutnya dia saat melihat gerak gerik Riris yang tampak gelisah .
" Tangkap dia , dan bawa ke ruang bawah tanah " titah Richad tiba-tiba
Denis yang melihat wanitanya ingin sudah di pegang oleh anak buah Richad dengan cepat mengeluarkan pistolnya , namun sayang gerakannya kalah jauh dengan gerakan Richad .
" Dan bawa pria gila ini bersama wanita yang tidak becus ini " ucap Richad setelah mengambil pistol itu dari tangan Denis
Anak buah Richad membawa mereka berdua , sedangkan Jeny , Jesy , dan Bryan di buat bingung kenapa mereka di bawa ke ruangan biadab itu.
" Jangan perlihatkan raut wajah konyol itu , Bryan siapkan semua anak buah kita , karna malam ini kita akan mulai permainannya " ucap Richad dengan melangkah pergi dari tempat itu
" Kenapa dia bisa mengetahui nya , sedangkan aku yang terus berkeliaran tidak mengetahui soal itu " tanya Bryan polos
__ADS_1
" Oh astaga , aku yang bodoh masih disini atau dia yang konyol " ucap Jesy sambil melangkah pergi
" Dasar pria bodoh , Richad tidak mengetahuinya namun dia yang mau memulainya " jawab Jeny melangkah pergi dengan raut wajah yang kesal