
" Dimana Tia ?" tanya Riris saat Riski dan Rere sudah duduk di hadapannya
" Sebentar lagi akan datang " jawab Riski yang sedang mendekati baby Rangga
" Jangan di ganggu , karna aku masih ada urusan disini " ucap Riris
Namun itu tak di gubris oleh Riski , di kembali mengganggu anak sambung sahabatnya itu dengan cara menciumi wajah nya yang masih tertidur.
" Kenapa kau memberi hukuman kepada pria gila nan sombong itu " tanya Rere
" Kau pasti tahu jawabannya , saat melihat hukuman yang ku berikan kepadanya " jawab Riris santai
" Tapi kenapa ke kamar ku " sunggut Rere
Namun sebelum Riris menjawabnya , Tia datang dengan langkah tergesanya .
" Maafkan saya Queen yang telah membuat Queen menunggu " ucap Tia menunduk
" Tidak apa-apa , duduk lah aku ingin memberi tugas penting untuk mu " jawab Riris sambil menepuk sofa di sampingnya
Tia duduk tepat di samping Queennya , setelah Tia duduk dengan nyaman , Riris segera menaruh baby Rangga ke dalam pangkuan Tia dan itu disambut baik oleh Tia.
__ADS_1
" Jaga dia sampai urusanku di sini selesai , jangan biarkan si Riski mengganggunya " ucap Riris sedikit terkekeh
" Aku tidak akan mengganggunya , sebab aku akan mengikuti mu " sahut Riski sambil berdiri dari duduknya
" Baik Queen " jawab Tia
" Dan satu hal lagi , apa kau masih bersedia untuk mengasuhnya ?" tanya Riris
" Bersedia Queen " jawab Tia dengan senyum manisnya
Riris berdiri yang di ikuti oleh Rere , saat langkah mereka sudah sejajar , pandangan Rere dan Riski bertemu.
" Queen,,,,, bagaimana dengan kabar Ryan ?" tanya Rere
" Kalau si Denis bagaimana ?" tanya Riski
" Aku tidak tahu , tapi kita bisa menghubungi Reza " jawab Riris
" Sudahlah , kenapa kalian tidak bertanya lewat telepon saja , dan aku kesini karna ada urusan nyett,,, bukan untuk di sensus " lanjut Riris sedikit kesal
" Huuuu , urusan itu saja kau sudah di buat kesal " sunggut Rere
__ADS_1
" Bagaimana gak kesal , di membuat keributan di mension , dan itu semua membuatku harus mengeluarkan jati diriku " jawab Riris
Mereka telah sampai di depan pintu kamar pribadi milik Rere , dan itu membuat Rere muak sehingga dia tidak mau masuk.
" Apa kau sudah puas dengan hukuman mu mike ?" tanya Riris sinis
" Ampunn,,,, suruh mereka berhenti , aku janji tidak akan mengusikmu lagi " jawab Michel pasrah dengan tangan yang berusaha menyingkirkan seorang wanita dari atas tubuhnya
" Bukan nya itu kenikmatan yang kau inginkan " ucap Riris
" Maaf kan aku yang sudah lancang berbicara seperti itu " jawab Mickel pasrah bercampur menyesal
" Kalian bertiga pergilah , temui Rere,,,, buat kalian yang belum tuntas kalian pergi ke tempat biasa " titah Riris
Mendengar perintah Queen mereka , ketiga wanita itu segera memakaian pakaian mereka dan bergegas keluar kamar dan melangkah pergi. Sedangkan di dalam kamar Mickel dengan gerakan cepat menutupi tubuh terbukanya.
Note : Riris tidak melihat apa yang terjadi didalam , sebab dia membalikkan badan nya agar tidak menghadap ke arah ranjang , dan lampu di kamar itu di buat dengan sengaja tidak terlalu terang , namun semua yang di lakukan oleh Mickel dapat di saksikan oleh Riski.
" Ki,,,,suruh salah satu anak buah kita untuk mengawasinya " ucap Riris sambil melangkah keluar dengan di ikuti Riski di depannya
" Iya,,,,iya,,,,kenapa kau bawell bangat " jawab Riski terkekeh
__ADS_1
" Sudahlah aku ingin menemui adik ipar ku itu , dan jangan pernah merusak semua barang-barangku jika kau ingin ikut " ucap Riris sedikit kesal kala dia mengingat saat sahabatnya itu menyenggol foto kesanyangannya.