
Suara pintu yang di buka menghentikan gerakan tangan seorang pria yang sedang meneliti sebuah bingkai foto di kamar itu , mata nya langsung mengarah ke arah pintu kala mendengar suara langkah kaki yang pelan namun mengandung ke tegasan.
" Apa kau sudah mulai berpikir adik iparku ?" tanya Riris yang langsung menjatuhkan badannya di atas tempat tidur
" Menjaulah,,,, jangan terlalu dekat lagi ke ranjang " titah Riski
Ardi masih tetap diam , namun matanya menatap intens ke arah Riris yang sudah mulai bergerak untuk duduk, sedangkan Riski dan Ardi duduk di sofa kecil yang sudah tersedia di dalam kamar tersebut.
Kamar yang dimiliki Riris lebih luas dari kamar yang lainnya , sebab barang-barang yang dimilikinya juga lebih banyak , namun hanya ada ranjang king sizenya , lemari pakaian , meja rias , beserta sofa untuk dua orang dengan posisi yang terhalang oleh meja kecil.
" Apa yang harus ku pikirkan ?" tanya Ardi dengan wajah bodohnya
" Kau harus setuju jika baby Rangga akan kami rawat , dan kau bisa terus melihat dan merawatnya jika kau bersedia tinggal di mension kami dengan tertib " jawab Riris
__ADS_1
" Kenapa kau sangat mencintai anak ku itu ?" tanya Ardi
" Itu bukan urusanmu , yang terpenting kau harus jawab pertanyaan ku tadi , dan jika kau menolak maka kau siap-siap saja untuk kehilangan anakmu " jawab Riris
Ardi bungkam , bukannya dia tidak setuju,,,,akan tetapi jika dia tinggal di mension kakak sepupunya itu , apakah suasana nya tidak akan cangkung.
Seakan bisa membaca pikiran Ardi , Riski langsung terkekeh melihat raut wajah yang di tunjukkan lelaki yang ada di hadapannya itu.
" Sudahlah jangan terlalu memikirkan suasana mension sebesar itu , kalau kau cangkung dengan kakak mu sendiri , kau bisa tidak tinggal dengan mereka kan , dan kau berkunjung saja tidak usah tinggal disana " ucap Riski santai
" Kenapa kau memajang mereka dengan begitu rapi , seakan akan mereka mengenalmu saja " ucap Ardi mengejek
" Lakban mulutnya jika dia masih ribut " jawab Riris kesal
__ADS_1
" Dan kau jangan menyentuhnya , nanti rusak nyett " lanjut Riris yang melihat jika Riski akan berdiri dan ingin menjamah foto di dinding.
" Huuuu sudah sekian lama , kau masih dendam " jawab Riski terkekeh
" Bagaimana aku tidak dendam , kau memecahkan foto yang ku ambil dengan susah payah nyett " ucap Riris kesal
" cuma kacanya yang pecah , bukan fotonya yang rusakkan " jawab Riski santai
" Sudahlah kau jangan menyentuhnya , dan katakan pada pelayan yang membersihkan kamar ku agar lebih berhati-hati lagi saat membersihkan kamarku " titah Riris
Ardi yang melihat perdebatan di depannya hanya bingung , dia tidak habis pikir kedua orang yang terkenal kejam di dunia hitam akan berdebat hanya karna foto yang tidak penting sama sekali.
" Kenapa wanita ini sangat suka dengan Idol k-pop ini , apa kak Randi tahu jika istrinya tergila-gila pada pria lain ya ?" batin Ardi dengan senyum usilnya
__ADS_1
Randi sangat kenal bagaimana sifat kakak nya jika sudah mencintai seorang wanita , dia akan bersifat posesif dan cemburuan , maka dari itu Ardi berani berselingkuh dengan mantan istri kakak nya itu Bulan .
Sebab kakak nya tidak pernah mencintai Bulan , mantan istrinya yang sudah meninggal dunia.