
Randi tidak mengubris penolakan yang di berikan istri kecilnya , dia terus saja mencumbu di bagian sensitif milik istrinya sehingga sang istri terbuai di buatnya.
" Mas janji satu kali saja " ucap Riris
" Mas gak janji sayang" jawab Randi yang lansung mencium bibir istrinya lembut
Ciuman itu terus turun ke leher jenjang sang istri , yang menimbulkan beberapa tanda kepemilikan disana , sedangkan tangan Randi tidak tinggal diam , dia membuka dress milik istrinya sehingga memperlihatkan benda favoritnya yang sangat indah.
Namun di sela-sela permainan panas mereka , bunyi ponsel yang sangat berisik membuat Randi mengeram menahan kesal , sebab kegiatannya di ganggu.
" Mas sebentar , aku angkat dulu " ucap Riris sambil menjauhkan kepala suaminya dari dadanya
" Gak mau " jawab Randi manja yang masih menenggelamkan kepalanya di dada sang istri , dia juga memeluk erat tubuh ramping itu , dengan lidah yang sesekali menjilati bagian atas dada istri.
" Mas sebentar,,,,,, menyingkirlah " rengek Riris yang sudah mulai tidak tahan dengan permainan suaminya
Randi tidak membiarkan istrinya untuk bergerak , sehingga dia lah yang harus mengambilkan ponsel milik istrinya , segera Randi mengangkat panggilan itu dengan mengeraskan suaranya.
Suara pria terus saja memanggil Riris , namun Randi tak menjawabnya sebelum sang istri setuju untuk melanjutkan permainan mereka .
" Terserah kaulah mas , aku milikmu " ucap Riris dengan memutar mata malas melihat tingkah suaminya yang mesum
__ADS_1
Randi membalikkan tubuh istrinya agar tidur menyamping , setelah itu Randi tidur dengan beralaskan legan sang istri , sedangkan kepala nya sudah berada di dada sang istri kembali.
📲 " Ada apa ?" tanya Riris
📲 " Kau itu dari mana saja ?" tanya Riski
📲 " Dari kuburan " jawab Riris santai
📲 " kembalikan Ryan ke tempatnya , biarkan Beni anak buahnya yang merawatnya , dan Rere akan terus mengawasinya " ucap Riski
📲 " Jemput dia ke mension , dan sekalian kau bawa Radit ke markas " jawab Riris
Randi yang mendengar itu segera mengigit dada istrinya agar sang istri menolehkan kepala kearahnya.
" Kenapa Radit di bawa juga " tanya Randi
" Astaga aku kira apa , makanya menyingkirlah dulu , atau mas pergi bekerja agar otak mu itu tidak soal yang mesum saja " jawab Riris
📲 " Kenapa Radit juga di ikutkan ke markas ?" tanya Riski
📲 " Agar dia bisa dengan leluasa berlatih , dan pertemukan dia dengan semua peliharaanku " jawab Riris
__ADS_1
📲 " Baiklah nanti aku akan menjemput dan membawanya " ucap Riski
Riris mematikan sambungan telepon , kala tangan suaminya sudah mulai aktif dengan gerakan nakalnya.
*****
Di negara X
" Bos ,,, Kapan kita akan memberi tahu Queen , kalau kondisi Denis sudah di tahap akhir , namun obatnya harus berhenti " tanya Xander
" Aku juga bingung " jawab Reza
" Bagaimana kalau kita hubungi sekarang ?" tanya Xander
" kau saja , dan siap kan mentalmu " jawab Reza
" Kenapa ?" tanya Xander dengan bodohnya
" Hubungi dan siapkan saja mental bodoh mu itu " jawab Reza
Reza tahu dimana Queen nya sekarang , dan dia tahu sedang apa Queen nya jika sudah berdua dengan tuannya , sebab alat pelacak yang di berikan nya dapat di akses dengan mudah oleh nya karna dia salah satu yang mengontrol dan mengawasinya.
__ADS_1
" Kalau bukan Queen yang semprot kau pakai sumpah serapah , ku pastikan tuan Randi yang akan memberimu semprotan itu " batin Reza terkekeh