
" Mas berhentilah , aku ingin bicara serius dengan Kiki mas " pinta Riris
" Bicaralah , aku tidak akan menyumpal bibir manis mu itu sayang " jawab Randi yang masih dengan aktivitasnya
" Tapi bibir dan tangannya bisa berhenti mas , atau aku akan pindah duduknya " ancam Riris dengan sedikit kesal
Riski yang mendengar itu tersenyum jahil , sedangkan Riris sudah mulai beranjak dari pangkuan suaminya , dan itu membuat Randi jinak dengan wajah yang cemberut.
" Duduk kembali " ucap Randi
Riris duduk kembali ke pangkuan suaminya , dan Randi langsung memeluk Riris dengan tangannya yang menelusup ke dalam dress milik istrinya dan mengelus perut rata istrinya itu.
" Mas " tegur Riris
" hanya seperti ini saja sayang " jawab Randi dengan menaruh bibir nya di ceruk leher istrinya dan tangannya terus mengelus perut rata istrinya
" Sudahlah biar kan suami mu itu " lerai Riski yang sudah mulai bosan dengan sifat Randi
" Apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya Riris
__ADS_1
" Anak buah Denis sudah mulai bergerak , jadi kau tinggallah di apartement ku " jawab Riski dengan wajah jahilnya
Dan benar saja Randi langsung terpancing dengan permintaan dari Riski.
" Mas sakit,,, kenapa di gigit ?" tanya Riris saat leher nya di gigit pelan oleh suaminya , sehingga meninggalkan kissmark .
" Lihatlah sahabatmu yang tidak punya malu itu , dia meminta mu untuk tinggal di apartementnya " jawab Randi kesal dengan memeluk erat istrinya
" Riris sudah sering menginap disana Di " ucap Riski terkekeh
" Mulai besok kau tidak boleh keluar dari mension , jika kau bosan maka ikut aku ke kantor " ucap Randi dingin
" Astaga , apa sih , kenapa dia begitu posesif " batin Riris kesal
Mendengar hal itu , Riski di buat kesal dan dengan cepat melahap bibir istrinya dengan kasar , sehingga Riris dibuat terkejut dengan mata yang melotot , sedangkan Riski di buat cekikikan.
" Ki,,, berhenti menjahili suami ku , dan siapkan topeng wajah buatnya" ucap Riris kesal
" Dan kau mas , minggirlah aku ingin makan es krim " lanjut Riris dia malu atas ulah suaminya yang langsung nyosor saja
__ADS_1
" Aku tidak mau " jawab Randi datar
" Jelaskan apa betul yang di katakan sahabat gila mu itu " lanjut Randi
" Aku tidak gila , dan dulu Riris sangatlah sering menginap di apartement ku " jawab Riski
" Pergilah Ki , dan antarkan nanti topeng wajahnya " titah Riris yang sudah mulai geram dengan tingkah kedua mahkluk tersebut.
Tanpa menunggu lama , Riski berdiri dan melangkah pergi dengan senyum meledek yang di lontarkan kearah Randi.
" Aku tidak akan merebut nya selagi kau tidak menyakitinya , dan berhati-hatilah kepada Ryan karna dia saingan mu yang benar " ucap Riski sebelum dia pergi melangkah jauh
" Mas kau dengarkan apa yang dikatakannya , jadi lepaslah dia sudah pergi " ucap Riris
Dari kejauhan Riski yang melihat itu hanya mampu tersenyum bahagia.
" semoga kau bahagia dengan pilihan mu Ris , dan aku akan selalu berdiri tepat di belakangmu jika ada yang berani menyakitimu " batin Riski dan dia pergi dari caffe
Sedangkan Randi masih enggan untuk melepaskan pelukannya pada istrinya , Riris yang melihat itu hanya pasrah saja .
__ADS_1
" Mas ayo pulang , kalau mas terus memeluk ku seperti ini disini itu tidak bagus " ucap Riris
Mendengar itu Randi tersenyum cerah , dan dengan segera menggendong istrinya menuju ke parkiran mobil di luar cafee .