
Riris ingin melepaskan pelukannya saat mendengar pintu di ketuk , namun dengan segera Denis tidur di pangkuan Riris .
" Masuk " teriak Denis
" permisi bos,, ini es krim yang bos minta " ucap anak buah Denis setelah masuk kamar
" Letakkan di atas meja " jawab Denis datar
Setelah meletakkannya pria itu pergi dengan menutup pintu tanpa suara, dan Denis segera tidur menghadap perut rata Riris dan memeluknya erat.
" tubuh mu tetap harum dan nyaman " ucap Denis sambil mencium perut rata wanita itu
" Kapan kita punya anak ??" tanya Denis lagi
Riris hanya diam dan mengumpat dalam hati , dia mengambil es krim di atas meja .
" kemana sih dokter gila itu,, kenapa belum kasih kabar tentang ibuku , dan kemana Ryan dan Riski ??? " batin Riris kesal
Sedangkan di kediaman Randi , dia melihat Reza dan anak buahnya , sebab saat Riris keluar mension dia telah mengikuti lewat balkon kamarnya
" Apa sebenarnya masalah yang kau hadapi dan rencana apa yang sedang kau jalan kan " Batin Randi
Ingin rasanya Randi menemui anak buah Riris namun dia teringat dengan pesan dari istrinya agar menjaga Rangga dengan baik .
Ryan dan Riski setelah mendapat chat tentang alamat yang tidak dikenal dari Riris mereka memerintahkan anak buahnya sebagian menjaga keluarga Riris dan bertemu di cafe tempat biasa.
__ADS_1
" Masalah apa ini sebenarnya ?" tanya Ryan
" Entalah " jawab Riski dengan santainya
" Riski , kau jangan main-main ? " ucap Ryan
" Aku juga tidak tau Ryan , kau sudah bertemu dengan suaminya ?" tanya Riski
" Dia bukan suami Riris " jawab Ryan dingin
" Berhenti ingin menghancurkan pernikahan itu , meskipun kontrak tapi suatu saat mereka akan jatuh cinta " ucap Riski
" bocah " jawab Ryan
" Buat apa " tanya Ryan
" Minta sedekah nyet , buat apa lagi kalau bukan bekerja sama , kau mau Riris dalam bahaya bodoh " jawab Riski dengan wajah yang sangat kesal
Tanpa menjawab dan bertanya Ryan segera pergi menuju parkiran cafe dan menaiki motornya , namun gerakannya terhenti saat dia ingat kalau dia tidak tau alamat rumah Randi.
" Dasar bodoh , kalau tidak tau jangan sok tahu " ucap Riski setelah menaiki motornya dan melaju
" SIALAN KAU BOCAH TENGIK " umpat Ryan mengejar motor Riski
Mereka berdua bagaikan balapan , mengebut di jalan yang sepi sebab sudah larut malam.
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu yang lama , Riski dan Ryan membuat keributan di mension Randi, semua orang bangun , bagaimana tidak suara motor mereka sangat menganggu telinga tak terkecuali Randi yang sedang tidur di kamar anaknya.
Randi menyuruh pak satpam membukanya dan mempersilahkan Ryan dan Riski untuk duduk di sofa ruang tamu , Randi segera memanggil bi Ratna untuk menjaga Rangga di kamarnya dan mengembailkan minuman dingin.
" Kenapa kalian datang kemari , dan apa kalian tidak punya jam dan mata ?" tanya Randi dengan dingin saat meletakkan minuman itu di atas meja
" Apa yang di katakan Riris kepadamu saat dia pergi ?" tanya Riski tanpa berniat menjawab pertanyaan Randi
" Dan kapan dia pergi ??" tanya Ryan sambil meminum minuman dingin itu
" sudah dua jam dia pergi , dan saat dia pergi dia hanya berpesan agar aku dapat menjaga baby Rangga dengan baik karna dia mengambil cuti " jawab Randi
" Apa kau tau dia siapa ??" tanya Riski
" Aku tau , dia salah satu anggota kalian di dunia hitam " jawab Randi
" Kenapa kau bisa tahu ?" tanya Riski penasaran
Sebab dia tahu kalau Riris akan menutupi identitasnya kepada orang yang tidak penting , dan pada saat dia mendengar jawaban Randi dia sadar kalau Randi sudah masuk dalam orang penting itu.
" Riris berkata saat dia akan keluar mension , kalau masalah nya ini selesai maka dia akan keluar dari Dunia hitam itu " jawab Randi dengan santainya
"APA " teriak Riski dan Ryan dengan wajah yang terkejut
Sebelum Randi menjawab suara keributan terdengar dari luar.....
__ADS_1