
" Kalau kau tidak mandi , tidak boleh peluk-peluk " ucap Riris sambil melepaskan tangan Denis dari tubuhnya
Dengan wajah yang cemberut Denis melangkah dengan lemas ke arah kamar mandi , melihat itu Riris hanya mampu tersenyum tipis , bagaimana pun jahat nya lelaki di depannya , tapi dia pernah mengisi hati Riris hingga sampai sekarang.
Mension Randi
" Jadi kau adalah tangan kanan Riris di luar daerah Devil Drak's ?" tanya Riski
" Ya , dan sekarang kalian susul lah dia , sebab dia berada dalam bahaya " jawab Reza
" Apa ??" ucap Randi terkejut
" Diamlah , jangan teriak-teriak kau bisa membuat telinga kami pecah " ucap Ryan
" Baiklah , aku akan membawa beberapa anak buah sekarang dan kami akan menuju pintu belakang " jawab Riski
" Di depan siapa nyet ?" tanya Ryan
" Gk usah berlaga bodoh , siapa lagi kalau bukan kalian " jawab Riski santai
" Jangan pernah ragu dan gegabah dalam mengambil tindakan sebab lawan kalian bukan lah orang yang waras " ucap Reza
__ADS_1
" Maksudnya ?" tanya Riski
" Denis gila ?" lanjut Riski lagi
" Denis setelah merayakan kelulusan kalian di waktu SMA , dia mengalami gonjangan hebat pada mentalnya , itu semua akibat queen Riris yang pergi tanpa kabar , dan Denis bisa berbuat apa saja demi menjadikan queen miliknya " jelas Reza
" Apa saja yang sudah di lakukan Denis ?" tanya Riski
" Denis akan membunuh siapa saja yang menghalanginya dan siapa saja yang di sayangi oleh queen tak terkecuali orang tua nya sendiri " jawab Reza
" Apa ?? Denis membunuh orang tua nya sendiri ? dasar gila !!" ucap Riski terkejut
" Aku titip queen kepada kalian , dan untuk tuan Randi mohon maaf anda tidak di perbolehkan untuk menemui queen " ucap Reza
" Aku adalah suaminya , jadi kalian tidak ada hak untuk melarangku " jawab Randi dingin
" Dengarkan saja sebelum kita bertindak gegabah " ucap Ryan yang tak kalah dingin
Ryan dan Riski segera pergi menuju ke markas , untuk mengumpulkan anak buah mereka masing-masing , sedangkan Reza dan Randi tinggal di mension mewah itu.
" Sayang kau ada dimana ??" teriak Denis setelah selesai mandi dan berpakaian dengan rapi
__ADS_1
Namun dia tidak mendengar sahutan atas panggilannya, dia segera keluar kamar untuk mencari pujaan hatinya .
Saat di tangga dia mendengar seseorang memasak dan bau masakan yang sangat harum , Denis menuju ke dapur dan dia tersenyum melihat pemandangan yang di depan nya .
HUP.. Denis memeluk tubuh Riris dari belakang , dan semua itu tidak luput dari pandangan Richad.
" Mungkin belangan ini , dia tidak akan butuh obat " ucap Richad dari kejahuan
" Sedang apa sayang ?" tanya Denis sambil memeluk dan mencium ceruk leher jenjang Riris
" kalau bukan karna kau gila , dan ibuku masih disini sudah ku tendang kau sejak tadi " batin Riris kesal
" Duduklah disana aku akan menyajikan nya " jawab Riris
Denis hanya menurut saja , dia duduk manis dengan wajah yang tersenyum.Riris datang membawakan beberapa hidangan ke meja makan , dan dia tidak langsung duduk sebab dia akan memanggil ibunya.
Dan tak berapa lama , Riris sudah duduk tepat di depan Denis dan disamping Riris ibunya duduk, Riris melayani ibunya dan menyuapi nya dengan telaten , sedang Denis di buat cemburu atas perhatian Riris kepada ibunya.
" Ibu aku akan ke atas untuk mandi , jadi ibu tunggulah disini " ucap Riris tanpa menoleh ke arah Denis
Denis yang melihat tingkah gadisnya seperti itu membuat dia marah dan memandang wanita paruh baya yang didepannya dengan pandangan yang sangat menakutkan
__ADS_1