
" Apa yang kalian lakukan HAA ???" teriak Randi emosi
" Dasar bajingan ,,,,, apa sekarang adalah waktu yang tepat untukku menunjukkan siapa diriku " batin Randi yang sudah di balut emosi
Riris yang mendengar teriakan suaminya berniat untuk menyudahi perkelahian mereka , namun karna mereka sudah mengusik kedamaiannya , maka dia akan memberikan sedikit hukuman di markas.
DORR,,,,,DORR,,,,DORR,,,,
tiga peluru di tembakkan ke udara , dan sekelompok pria dengan memakai jaket yang berlogo Drak Devil's masuk kedalam mension , mereka menundukkan kepala tanda memberi hormat.
" Bawa mereka ke markas , untuk mereka yang tergelatak di lantai beri mereka sedikit hukuman, dan untuk mereka yang berdiri , latih mereka agar bisa lebih kuat lagi , sedangkan untuk yang dibawah ku ini masukkan dia ke kamar pribadi Rere , dan untuk adik sepupuku ini masukkan dia kekamar pribadiku , laksanakan sekarang " jelas Riris
Semua anak buahnya bergerak dan melaksanakan tugas mereka , setelah itu Riris kembali berjalan ke arah Bi Ratna yang sedikit bergetar karna takut melihat nyonyanya.
" cup,,,,cup,,,,cup,,,, maaf kan mommy sayang , sudah membuatmu terkejut " ucap Riris setelah mengambil alih anaknya dari gendongan bi Ratna
" Bi,,,, maafkan saya sudah membuat bibi seperti ini , tapi saya janji untuk kemudian hari ini tidak akan terulang lagi " lanjut Riris melangkah menaiki tangga
Randi yang melihat langkah istrinya segera mengikutinya , dan tidak butuh waktu yang banyak baginya dia sudah mensejajarkan langkahnya dengan sang istri , namun saat mereka sampai di anak tangga paling atas mereka bertemu dengan Radit yang didorong di kursi roda.
__ADS_1
" Kau mau kemana Dit ?" tanya Riris
" Aku hanya ingin melihat kakak " jawab Radit sedih
" Maaf kan kakak , untuk selanjutnya kakak tidak akan melakukannya lagi " ucap Riris yang sudah mengerti akan raut wajah yang ditunjukkan adiknya itu
" Tapi kakak sudah sering kali seperti ini , slalu minta maaf namun slalu saja di ulangi " jawab Radit
" Tapi mereka mengusik kakak Radit, kau paham kan " ucap Riris dengan sedikit menaikkan suaranya
" Tapi kakak bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin, bukan berkelahi dengan mereka kak " jawab Radit sedikit berteriak , sehingga itu membuat baby Rangga sedikit terkejut
Randi ingin mengikuti sang istri , namun saat mendengar permintaan dari adik istrinya , Randi mengurungkan niatnya untuk menyusul istri dan anaknya .
" Ada apa Dit ?" tanya Randi setelah mereka sampai di taman belakang dengan Randi yang mendorong kursi roda lewat lifh dari lantai atas
" Aku hanya ingin meminta bantuan kakak " jawab Radit sendu
" Apa ?" tanya Randi
__ADS_1
" Bisakah kakak menyuruh kak Riris untuk berhentib?" tanya Radit
" Bukannya kakak tidak mau , tapi kakak sangat mengerti perasaan kakakmu , jika kau mau mengantikannya , maka kakak akan berusaha membujuk nya " jawab Randi
" Tapi kak , aku tidak sekuat kak Riris , dan aku juga tidak cerdas sepertinya " ucap Radit
" Kau bisa belajar Dit , dan untuk mengenai kecerdasan kakak akan menyuruh Alex untuk mencari guru privat untukmu " jawab Randi
" Baiklah kak , aku akan memikirkannya " ucap Radit menatap lurus kedepan
" kakak pergi dulu , kau mau disini atau ikut dengan kakak ke atas " tanya Randi
" Aku masih ingin disini kak " jawab Radit
" Baiklah kakak pergi dulu , nanti suster akan membawa mu masuk ke dalam " ucap Randi
" Iya kak , makasih untuk semuanya kak " jawab Radit dengan senyum manisnya
" Sama - sama Dit " ucap Randi melangkah pergi menuju kamar mereka
__ADS_1