
" Ki,,, kenapa pertanyaan mu konyol sekali , jelas-jelas aku kan pengasuhnya , jadi kami akan sering-sering datang ke cafe , jadi aku buatkan dia taman ini " jelas Riris
" Tapi,, dia masih kecil sekali nyett" jawab Riski
" ah sudah lah , yang penting buat saja " ucap Riris
" Kalau Rangga sudah minum susu , mau ngapain lagi ?" tanya Riski
" oh astaga,,,, kenapa kau banyak sekali bertanya ?? atau jangan-jangan kau sudah berhasil membuat dede bayi ??" tanya Riris
" Dasar gila !!! gua hanya bertanya " jawab Riski kesal
" Dia akan tidur , dan stop bertanya lagi " ucap Riris
" Dan bagaimana perkembangan Bryan " lanjut Riris
" Bryan dan anak buahnya berhasil kabur ke Luar negri , dan kemungkinan mereka di lindungi oleh orang yang berkuasa " jawab Riski
" Siapa ??" tanya Riris
" jika kami sudah tau , aku tidak akan berada disini bodoh " jawab Riski
" oh iya ,, apa mungkin Mas Randi tau ya ???" tanya Riris
" tau apa ??" tanya Riski
" Sudahlah,, aku malas berbicara dengan mu , lama-lama kau semakin bodoh " jawab Riris dengan sedikit menahan tawa
__ADS_1
Riris melihat baby Rangga yang sudah selesai minum susu dodotnya , dan sedang bermain dengan Riski.
Ting,, suara notif dari HP Riris , menandakan sebuah pesan masuk ke HP nya , dengan segera Riris memeriksa nya dan dahinya berkerut saat membacanya . Riski yang menyadari perubahan raut wajah Riris segera bertanya
" Kenapa " tanya Riski
" coba kau baca dan lihat ini !" jawab Riris
Lama tidak berjumpa sayang,, aku sangat merindukan mu !!!!
Isi dari pesan tersebut , Riski yang membacanya semakin yakin bahwa Bryan di lindungi oleh Denis, tapi kapan dia mempunyai kekuasaan yang bisa menandingi Geng meraka , itulah yang membuat dia bingung.
Dan disisi lain Riris khawatir jika itu Denis, karna dia belum siap untuk bertemu dengan lelaki itu , karna Denis berhasil menyisahkan luka yang dalam.
" Apa yang kau pikirkan ???" tanya Riski
" Apa kau punya firasat yang buruk ??" tanya Riski dengan wajah yang serius
" Kembali lah ke markas , biarkan pekerja itu yang menyelesaikan tamannya , dan kita jangan bertemu dulu , karna aku akan fokus menjaga baby Rangga " jawab Riris
Mendengar perintah dari sahabatnya yang tidak biasa itu , Riski di buat curiga namun dia tetap kembali ke markas dan meninggalkan Riris yang masih bersama baby Rangga.
Sepeninggalan Riski , Riris mengendong dan menimang baby Rangga , agar tertidur.
Dan Riris mengambil teleponnya untuk menelpon Ryan.
Tut,,,,Tut,,,Tut,,
__ADS_1
📱" ohh ada apa sayang ?? tumben sekali kau menelpon ku duluan " tanya Ryan dengan suara yang centil
📱" Ryan aku ingin minta tolong , suruh anak buah Deni untuk mengawasi dan melindungi keluarga ku " jawab Riris
📱" kemana semua anak buahmu ?" tanya Ryan bingung
📱" Mereka akan sibuk , dan aku lebih percaya kepada mu Ryan , jadi tolong jaga keluarga dengan baik ,," jawab Riris
📱" Baiklah , aku akan menyuruh Deni dan anak buahnya untuk mengawasi dan melindungi keluarga mu , tapi dengan satu syarat " ucap Ryan
📱" Apa ??? jika kau ingin menjadi suamiku , maka bunuh dulu Randi " jawab Riris dengan santainya
📱" itu masalah kecil, tapi aku tidak ingin itu " ucap Ryan
📱" jadi apa mau mu ???" tanya Riris
📱" Makan siang , hari ini , itu yang aku mau " jawab Ryan
📱" Datanglah ke cafe , aku akan menunggumu " jawab Riris sambil mematikan sambungan teleponnya
Tanpa menunggu lama Ryan sudah sampai di depan cafe dengan Motor gedenya , dan dia segera turun dan mencari keberadaan Riris.
" Siang tuan , ada yang bisa saya bantu " tanya seorang pelayan saat Ryan sudah masuk ke dalam cafe
" Dimana Riris ?" tanya Ryan dengan datar
" queen sudah menunggu anda di dalam tuan Ryan " jawab Dimas yang baru datang dari arah belakang
__ADS_1
Ryan segera menuju ke arah yang dimaksud Dimas , tanpa sepengetahuannya , di luar cafe sudah ada seseorang yang terbakar api cemburu.