
Randi yang sudah tidak tahan dengan hasratnya dengan gerakan cepat dia meloloskan semua benda yang masih berada di tubuhnya dan tubuh sang istri , sehingga membuat mereka berdua sama-sama polos.
Randi kembali menindih tubuh istrinya dan memberikan ciuman yang lembut namun dapat membuat istrinya lupa diri , saat Randi ingin memulai penyatuan mereka nada dering dari ponsel istrinya terdengar kembali , dan itu membuat Randi geram karna kesal.
Riris melihat nama yang tertera di ponselnya , saat melihat nama Xander dia pasti sudah tahu jika terjadi sesuatu dengan Denis , Riris menekan tombol hijau seakan dia lupa jika seseorang sudah kesal karna hasrat gairahnya sudah di ubun-ubun.
📲 " Ada apa dengannya ?" tanya Riris
Mendengar itu Randi dengan kasar menghujam milik istrinya dan itu membuat Riris mengerang sekaligus mendesah , seakan dia lupa kalau dia sedang menerima telepon.
" Ahhhkkk ,,,,, pelan-pelan mas " desah Riris
Randi yang mendengar ******* istrinya segera memberi ciuman dengan rakus sehingga menimbulkan suara decakan yang sangat jelas di pendengaran mereka , permainan panas itu semakin lama semakin membuat mereka melupakan seseorang yang menelpon.
*****
Sedangkan Xander yang mendengar Queen nya menjawab dengan santai seperti biasa dapat merasa lega , namun itu hanya sebentar karna dia dengan segera melemparkan ponselnya ke lantai dan berteriak .
__ADS_1
" Akkkkhhh apa yang barusan ku dengar " teriak Xander dengan wajah yang terkejut
" Kenapa ? , kau mendengar apa ?" tanya Reza
" Itu,,,,a,,,ku,,, mendengar suara ******* dari ponsel " jawab Xander yang masih syok
" hahahahahahaha,,,,, semoga Queen melupakan kejadian hari ini " ucap Reza dengan tawa yang pecah
" *ternyata bukan makian yang di dapatnya , melainkan suara laknat itu , hahahahaha " batin Reza melangkah pergi
" Bisa di hukum aku jika Queen bertanya itu " batin Xander yang mulai panik*
****
" Bagaimana bisa dia menyiapkan pengawal sebanyak itu , padahal hanya dia dan anak sialan itu yang tinggal di sana " ucap Monika angkuh
" Sudahlah , kau disini saja dan jangan terlalu obsesi kepadanya " jawab Morgan
__ADS_1
" Kau diamlah , dan pikirkan bagaimana cara kita agar masuk ke mension itu tanpa di usir " ucap Monika kesal
" Apa kau tidak mau dekat dengan pengasuh anak sialan itu " lanjut Monika
" Berhentilah menyebut anak itu anak sialan , bagaiman apun kau akan mengambil hati Randi melalui anak itu " jawab Morgan
" Tapi kau tahu kan jika itu bukan anak Randi " ucap Monika datar
" Sudah lah itu urusan mereka , dan jangan lupakan jika Randi sering menjamah Bulan , dan kita tidak tahu kepastian masalah anak itu , anaknya atau bukan " jawab Morgan dengan panjang lebar
" Huu kau selalu membela mereka " ucap Monika
" Aku bukan membela mereka Mon,,,, tapi aku takut jika suatu saat kita akan salah dalam memilih jalan , kau tidak lupa kan siapa Randi sebenarnya , dan kau tidak lupa kan jika kau sudah menjadi musuh sekaligus sahabatnya " jelas Morgan
" Tapi jika bertarung kita juga akan menang kan " ucap Monika
" Jangan meremehkan Randi sebelum kau menyesal , dan satu hal lagi ku harap kau bisa mengurangi rasa obsesimu itu " jawab Morgan sambil melangkah keluar dari kamar saudara sepupunya itu
__ADS_1
Morgan tidak habis pikir , apa sih kelebihan dari seorang Randi , kenapa Monika bisa setergila-gila seperti itu.