
Riris yang melihat tingkah suaminya tersenyum jahil.
Dengan tangan yang nakal dan bibir yang sudah mulai menciumi leher suaminya , sehingga membuat hawa nafsu Randi menjadi tak terhankan lagi, melihat itu Riris tersenyum puas .
" Mas lanjut disini apa di kamar ?" tanya Riris sensual
Randi yang mendengarnya hanya mampu menahan desahannya agar tidak keluar.
" Kalau lanjut disini , maka kegiatan kita akan menjadi tontonan buat anak buah Riski yang di markas " ucap Riris
Randi langsung memeluk erat tubuh istrinya , dan menutupi punggung istrinya yang terekpos.
" Kenapa tidak bilang sedari tadi sayang " ucap Randi kesal
Dia langsung mengendong tubuh istrinya ala bride style , menuju ke kamar. Randi tidak perlu bingung kamar tidur dimana , sebab hanya ada satu kamar di dalam apartement itu.
" Dasar Riski brengsek , jika dia berhasil melihat tubuh istri ku , ku pastikan besok bola matanya tidak akan di tempatnya lagi " Batin Randi
" Jangan mengumpatinya mas , karna dia gak salah , kamu aja yang mesum " ucap Riris santai
" Sayang ,,,,, kamu memihaknya ??? " tanya Randi sambil meletakkan istrinya di atas tempat tidur
__ADS_1
" Bukan memihak , cuma aku mengatakan faktanya mas " jawab Riris
Randi tidak menjawabnya lagi , dengan segera dia menindih tubuh istrinya dan melahap benda kenyal yang sudah menjadi candunya, tangan nya sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
Sedangkan di tempat lain , seorang wanita sedang kesal karna Queen nya tidak menghubunginya , dan di sebuah mension yang megah , seorang pria dengan marahnya kembali melemparkan semua benda yang dapat di jangkaunya.
" Kenapa kalian lama sekali membawanya kesini ??? aku sudah merindukan nya " teriak Denis
" Sabarlah , tidak semudah itu Nis " jawab Richad
" Sampai kan chad , aku mulai bosan " teriak Denis
Dengan gerakan cepat , Richad segera menyuntikkan obat penenang kedalam tubuh Denis , sehingga itu membuat Denis tenang dengan secara perlahan.
Di sebuah kamar yang tidak terlalu luas , kedua sejoli itu masih memadu kasih , sehingga hanya erangan dan ******* kenikmatan yang terdengar.
Sudah dua jam mereka melakukannya , dan itu membuat Riris sangat lelah , namun dia masih belum bisa tidur.
" Istirahatlah sayang " ucap Randi sambil memposisikan kepala nya di bagian dada istrinya , agar lebih leluasa melakukan kebiasaannya sebelum tidur.
" Jangan minta lagi , kalau masih mau minta lebih baik di lepas mas " ucap Riris sambil menjauhkan kepala suaminya dari puncak dadanya
__ADS_1
" Mas tidak akan memintanya , sayang,,, kau tau kan jika mas ingin tidur , harus seperti ini " jawab Randi memeluk erat tubuh istrinya
Riris tidak menjawab lagi , dia hanya mengelus rambut suaminya dengan sayang , dan itu membuat Randi nyaman dan tertidur dengan damainya.
Riris berusaha melepaskan pelukan suaminya dengan gerakan perlahan , setelah itu dia berdiri dan mengambil ponselnya.
📲 " Datanglah sekarang , dan tunggu tepat di bawah jendela kamar " ucap Riris
📲 " Kenapa lama sekali ?" tanya Rere kesal
📲 " sudahlah jangan protes lagi , cepat datang sebelum Randi bangun " jawab Riris
📲 " Aku sudah sampai " ucap Rere
📲 " Sejak kapan kau di wilayah ini Re ?" tanya Riris
📲 " sejak tadi , dan apa yang ingin kau bahas ?" tanya Rere
Riris melemparkan sebuah kotak , dan itu membuat Rere kewalahan untuk menangkapnya , sebab Queen nya melemparnya tanpa aba-aba.
📲 " Pasangkan itu kepada dua orang yang di rumah mu tanpa menyakitinya " ucap Riris
__ADS_1
📲 " Dan semua isi kotak ini , pastikan kau memasangnya di tubuh Ryan " lanjut Riris sambil melemparkan kembali kotak yang kecil