
" Bagaimana ini ?? bisa mampus aku malam ini " batin Riris dengan berdiri di depan pintu tanpa bergeming , sehingga membuat Riski menimbulkan senyum iblisnya.
TING TONG,,,,TING TONG,,,TING TONG,,,
Riski menekan bel mension dengan keras agar cepat di buka .
" Selamat menikmati malam yang panjang say " ledek Riski dengan suara berbisik.
Dengan berlari cepat Riski kembali menaiki motor nya dan pergi ngebut secepat mungkin.
Tanpa mereka sadari , setelah mereka sampai di depan gerbang ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka , dan di saat mereka berbisik mata itu menyala bak api yang sedang berkobar.
Dengan langkah yang lesu Riris menuju ke kamar baby Rangga , akan tetapi sebelum dia masuk kedalam kamar , tangannya telah di tarik ke kamar sebelah.
" Kenapa mas menarik aku kesini ? " tanya Riris sambil menunduk
" Aku sudah memberi tahu mu , kalau mulai malam ini kau akan tidur disini " jawab Randi dingin
" Tapi aku harus mengasuh Rangga mas " ucap Riris
" Tidak perlu , karna mulai malam ini kau hanya boleh mengasuh ku " jawab Randi dingin
__ADS_1
" mandilah , masih banyak yang ingin ku ketahui tentang dirimu " lanjutnya
Segera Riris berlari ke kamar mandi tanpa membawa handuk dan pakaian gantinya.
Setengah jam telah berlalu , akan tetapi Riris belum keluar , dan itu membuat Randi khawatir .
" Ris buka pintunya sebelum aku dobrak " teriak Randi dari luar kamar mandi
1 menit , 2 menit , 3 menit belum juga ada jawaban dan Randi bersiap-siap untuk mendobrak pintu.
Ceklek,,,, suara pintu terbuka sedikit , dengan kepala yang sedikit muncul dari dalam.
" Mas tolong ambilkan handuk , aku lupa membawanya " ucap Riris pelan
" Cepat keluar " ucap Randi
Sambil menunggu Riris , Randi duduk di atas ranjang dengan bersandar di kepala ranjang dan memainkan HP nya , dan pintu kamar mandi pun terbuka , muncullah seorang gadis yang menggunakan handuk sebatas paha yang memperlihatkan sebagian tubuhnya yang mulus , bersih , dan putih ,Dengan rambut yang sedikit basah .
Mata Randi melotot dengan pandangan yang di depannya dan dengan susah payah menelan salavinya sendiri .
" Berbalik lah , sebelum semuanya tak dapat dikendalikan " ucap Riris dingin
__ADS_1
Randi bukannya menjawab dan menurut , tapi dia berdiri dan terus berjalan ke arah istrinya itu .
HAP,,,tangan Randi berhasil memeluk tubuh Riris dari arah belakang.
" Mas , jangan seperti ini " pinta Riris
" pakailah baju yang ku berikan , dan aku akan melepaskan pelukan ku ini " jawab Randi
" hmmm " sahut Riris malas berdebat
Randi melepaskan pelukannya dan mengambil baju tidur untuk Riris tanpa menggunakan pakaian dalam atas .
Dengan wajah yang malas Riris memakai baju itu dan berbaring di aras ranjang tepat di samping suaminya , karna Riris merasa sangat lelah hari ini.
Dengan cepat pula , tangan Randi telah melingkar indah di atas perut Riris , karna dia memeluk istrinya dari belakang.
" Sayang bisa kau jelaskan kehidupanmu " pinta Randi dengan pelan
" ohh astaga Mas seperti ujian pelajaran sejarah saja " canda Riris , tapi terselip rasa takut yang tidak di ketahui Randi.
" Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh dan dalam sayang " ucap Randi
__ADS_1
" Untuk apa mas, percuma saja karna aku hanya pengasuh Rangga " jawab Riris
" Ya ,, itu dulu !!! sekarang kau adalah istri dari seorang Randi pratama dan seorang mommy Rangga pratama " ucap Randi tegas