
Brukk,,,
Tubuh Riris jatuh ke lantai , dan sahabatnya tidak menyadari itu . sedangkan Denis merasakan hawa badan nya memanas dan Jesi menyadari keadaan Denis dengan senyum yang menawan Jesi melangkah ke arah Denis.
" Lu baik-baik aja kan Nis ?" tanya Jesi pura-pura khawatir
" Panas,,,panas,, gua gak tahan lagi " jawab Denis
" Kalau gitu , aku antar kamu pulang ya " ucap Jesi
Denis tidak menolak dan tidak mengiyakan juga , Denis hanya diam saja . Dengan langkah cepat Jesi membawa Denis ke hotel.
Pagi harinya di sebuah kamar , Riris bangun dari tidurnya dengan kepala yang pusing .
" Ahhhhh,,,,," teriak Riris ketika dia melihat tidak memakai sehelai benang pun .
" Apa yang terjadi denganku ?" tanya Riris dengan bingung
Saat dia ingin berdiri untuk memungut bajunya dia melihat sebuah surat di atas nakas.
__ADS_1
...JANGAN PERNAH MENCARI DAN MENGHUBUNGI KU LAGI , DAN HUBUNGAN KITA CUKUP SAMPAI DISINI !!!. by : Denis mantan kekasih mu...
Dengan hati yang hancur berkeping-keping Riris memungut dan segera memakai bajunya , setelah itu dia pulang dengan membawa surat tersebut.
Sedangkan di kamar hotel lainnya , Denis di buat tidak percaya dengan keadaannya sekarang . Dan yang membuat dia marah kenapa kekasih nya tidak bisa di hubungi.
" KENAPA LU BISA DISINI " teriak Denis kepada wanita yang masih diatas ranjang
" sayang , pagi-pagi sudah teriak !! apa kamu tidak ingat semalam jika kita sudah..." ucap Jesi tanpa malu
" Dengarkan baik-baik, aku tau kalau kau sudah memasukkan sesuatu keminumanku , dan jika kau masih ingin ini berlanjut , maka siap-siaplah agar keluargamu hancur " bisik Denis dengan wajah yang dingin dan sorot mata yang menakutkan.
Melihat itu nyali Jesi menciut dan dia terkejut melihat sisi keiblisan Denis , karna ini lah pertama kalinya dia melihat expresi itu.
" Sebarkan foto itu ke warga kampung wanita ****** itu " ucap Jesi melalui telepon
"Bu,,, ini Riris buka pintunya bu " ucap Riris di luar dengan mengetuk pintu
" Sebentar kak " jawab Radit adik laki-lakinya
__ADS_1
Krekkkk,,, Radit membuka pintu , Riris segera masuk karna jiwa dan raga nya lelah memikirkan keadaanya .
" Dasar wanita ****** , lihat lah anak mu ini , tidak tau malu " hardik ibu-ibu di pasar
" Pantas saja , suaminya meninggal tertanya sifatnya begini " ucap ibu-ibu lagi
Ya itu ibu Riris yang sedang di pasar , di tidak tahu menahu soal yang di bicarakan ibu-ibu itu. akan tetapi semua mata menuju ke arah nya , itu membuat dia risih dan segera pulang .
Di tengah jalan menuju ke rumah , ibu Riris bertemu dengan bebarapa warga.
Pukkkk,,,, sebuah foto terlempar tepat mengenai wajah ibunya .
" Lihatlah anak ****** mu itu , dia telah mengotori nama kampung ini " ucap Ibu Rt
" Usir saja bu , dari pada buat malu " lanjut ibu-ibu warga lainnya.
Syok dan terkejut itulah yang di rasakan ibu Riris saat ini , dan dia berlari menuju ke rumah nya tanpa menghiraukan ucapan para warga.
" Radit buka pintunya nak " teriak ibu Riris
__ADS_1
" kenapa ibu lari-lari " tanya Riris saat membuka pintu rumah .
" Pergilah ke rumah paman mu di kota X , sebentar lagi warga akan mengusirmu , kita akan membahasnya setelah sampai disana " ucap ibunya