
" Radit " teriak Riski , Ryan , Randi dan Reza bersamaan
" Xander, keluarkan Radit dari kardus itu , dan kau cepat masukkan orang itu ke kardus ini " titah Reza kepada salah satu anak buah Ryan sambil menunjuk pria yang tertembak tadi
Xander dan salah satu anak buah Ryan mengerjakan perintah dari Reza , dan Reza menyuruh mengirimkan ke tempat dimana mereka mendapat kardus tersebut.
Pagi yang cerah telah memabngun kan semua penghuni yang berada di bumi tanpa terkecuali.
Disebuah kamar yang mewah dan cantik dengan pencahayaan lampu yang tamaram, Riris bangun dari tidurnya , saat dia ingin bangun dia merasakan sebuah benda yang berat menimpa badannya.
Dan betapa terkejutnya dia , saat melihat sebuah tangan telah memeluk erat tubuhnya dan dia melihat ke samping kalau Denis masih tidur dengan nyenyaknya.
Riris teringat dengan ibunya , dengan gerakan perlahan dia menurunkan tangan Denis dari tubuhnya , untuk melihat kondisi ibunya.
Setelah dengan perjuangan yang kuat Riris akhirnya bisa melepaskan tangan kekar itu , dan mengendap endap untuk keluar ,
DOR,,, Richad mengejutkan Riris tepat setelah pintu kamar tertutup dengan pelan.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan ?" tanya Richad
" Dimana ibuku ?" tanya Riris tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari Richad
" Di sebuah kamar , ibumu aman tenang saja " jawab Richad
" Apa Denis tidur dengan nyenyak semalam ?" tanya Denis
" kurasa iya , soalnya sampai sekarang dia masih belum bangun " jawab Riris
Richad yang mendengarkan jawaban dari Riris sangat senang , karna dia punya harapan kalau pasiennya akan pulih secara perlahan kalau Denis bisa tidur dengan nyenyak.
" Aku sudah menikah , jadi untuk tidur bersama dalam satu ranjang itu tidak bagus " jawab Riris dengan wajah yang sangat dingin
Riris pergi untuk mencari ibunya , saat dia ingin menuruni tangga dia mendengar sebuah teriakan seorang wanita , dan dia berjalan menuju sumber suara itu.
KREKKKK,,,, saat pintu terbuka , Riris terkejut melihat seorang wanita paruh baya yang di ikat di sebuah bangku dengan sepiring makanan di pangkuannya .
__ADS_1
" Ibu apa yang terjadi ? kenapa bisa begini dan siapa yang buat ibu begini ?" tanya Riris dengan air mata yang mengalir di pipinya
Riris membuka ikatan dari tangan ibunya dan memeluk tubuh ibunya yang sudah lemah tidak berdaya .
" Persetan kau Richad , kau bilang ibuku aman !! tapi apa ini ? dan kau Denis aku akan membuat perhitungan denganmu " Batin Riris dengan tatapan mata yang tak dapat di artikan
RIRIS.....
Suara teriakan seseorang dan Riris tau siapa pemilik suara itu , sedangkan anak buah Denis segera berlari menuju kamar tuannya saat mendengar suara itu
PRANK,,,PRANK,,,PRANK
Suara benda berjatuhan , Richad berlari menuju kamar Denis dan melihat kamar sudah seperti kapal pecah dengan penampilan Denis yang sudah berantakan dengan mata yang sembab.
Sedangkan Riris masih setia untuk menyuapi ibunya dengan telaten.
" Apa pun yang terjadi kepada ibu , jangan pernah goyah kamu harus kuat nak , dan jagalah keluarga kecilmu apa pun yang terjadi nanti " ucap Ibu Riris
__ADS_1
" Kenapa ibu berkata seperti itu ? apa yang sudah Denis katakan dan diperbuatnya kepada ibu ?" tanya Riris dengan hati yang sangat terluka
" Pergilah nak temui Denis , selesaikan urusan kalian agar suami dan anakmu dapat selamat , semoga kalian dapat bahagia di hari kelak " ucap Ibu Riris lagi