
" Hai " sapa Ryan dan Riski dengan senyum hangat nan manis mereka
Randi dan Riris menuruni tangga dan duduk do sofa berhadapan dengan kedua lelaki yang sudah duluan duduk di sofa ruang tamu tersebut .
Bi Ratna datang mengantarkan minum air dingin dan sebuah es krim di mangkuk.
" Ini nyonya es krim kesukaan nyonya " ucap Bi Ratna
" Makasih bi " jawab Riris
" oh ya mas , kapan radit akan datang kesini ?" tanya Riris sambil melihat wajah suaminya
Namun suara pintu yang dibuka memebuat semua pandangan orang beralih ke arah mintu , dan beberapa suster rumah sakit terlihat sedang membawa alat-alat medis dan tiga dokter sedang mendorong tempat tidur yang sedang di tiduri oleh Radit , dan Alex sedang memegang kantong infusnya.
" Alex bawa mereka menaiki lift , dan tata kamar Rangga sesuai instruktur dari dokter " ucap Randi
" Baik bos , dan untuk para dokter harap mengikuti saya " titah Alex
Mereka yang berada di ruang tamu segera menaiki tangga untuk menyusul Radit , saat Riris berdiri di pintu kamar , dia sangat sedih melihat adiknya terbaring lemah tidak berdaya seperti itu.
__ADS_1
" Jangan bersedih lagi , ceria lah agar Radit dapat merasakan kebahagian kakak nya " ucap Randi
Riris tidak menjawab , dan kepala nya kembali tertunduk agar dia bisa menangis dalam diam , dia tidak kuat untuk melihat semuanya , namun dia harus kuat agar adiknya cepat sembuh.
" Mohon maaf , kami akan meninggalkan satu suster disini , untuk berjaga-jaga tuan " ucap dokter
Setelah selasai mengintruksi semua tata letak kamar tersebut , dan Radit pun sudah bisa di jenguk dengan dekat .
" Tidak apa-apa dok , dan terimah kasih " jawab Randi
Riris masuk , dan duduk di samping adiknya , semua yang melihatnya hanya diam dan memberikan waktu sendiri kepada Riris agar hatinya tenang.
" kalau begitu kami permisi dulu bro " ucap Ryan setelah mereka sampai di lantai bawah
" Lex , antar para dokter itu kembali , dan kau Riski sering-seringlah jenguk istriku , tapi dalam sepengetahuanku " lanjut Randi lagi
Alex dan para pihak rumah sakit telah pergi setelah urusan mereka selesai .
" Kau posesif tama , si bocah ini kenapa boleh sering-sering ?? sedangkan aku tidak ?" tanya Ryan kesal
__ADS_1
" Dia itu berguna , sedangkan kau hanya menggoda nya saja " jawab Randi
" kapan aku menggodanya ?" tanya Ryan bingung
" dasar pria pelupa , apa dia tidak ingat dulu dia sering menggoda istriku dengan panggilan sayang nya itu " batin Randi
" pergilah aku bosan melihat kalian di mension ku , husss" jawab Randi sambil mengibaskan tangannya
Riski hanya tersenyum saat melangkah pergi karna dia lega jika sahabat nya sudah mendapatkan orang yang tepat , sedang Ryan pergi dengan wajah yang bingung bercampur kesal.
Tanpa Riris sadari ternyata dia sudah lama duduk dan termenung di dekat adiknya , Siang pun sudah berganti menjadi malam .
" Sayang apa kau tidak ingin membersihkan dirimu ?" tanya Randi saat memasuki kamar Radit
" iya mas , aku akan membersihkannya sekarang " jawab Riris sambil melangkah pergi ke kamar mereka
Saat Riris sudah pergi , Randi memanggil suster yang tinggal di mension dan menyuruhnya untuk membersihkan tubuh Radit , dan pergi menyusul istrinya di dalam kamar.
Randi duduk di sofa memainkan ponselnya , dan dia mengangkat pandangannya saat pintu kamar mandi sudah di buka oleh istrinya.
__ADS_1
akhhhhh teriak Riris terkejut saat melihat suaminya sedang memandangi dia yang hanya memakai handuk yang sangat sangat pendek.
Randi mendekat dan berjalan perlahan,,,,