
Sore hari yang begitu dingin , Riris mengawali nya dengan wajah yang cemberut , dan itu semua di sebabkan oleh suaminya.
" Sudahlah sayang ,,,, kenapa cemberut trusss " goda Randi sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri
Riris tidak menjawab , dia trus melangkah menuju ke lift dengan sesekali berusaha melepaskan tangan suaminya.
" Betapa malunya aku saat Xander menelpon , dan ini lagi kenapa suami ku tidak lelah kalau sudah urusan ranjang,,, huuu " batin Riris kesal
" Lepaskan mas ,,, sebentar lagi kita akan sampai di loby kantor " ucap Riris
" Kalau aku gak mau gimana ?" tanya Randi sedikit terkekeh
Ting,,, pintu lift terbuka sebelum Riris berhasil menjawab pertanyaan suaminya , dan betapa terkejut nya mereka saat melihat siapa yang sudah berdiri di depan pintu.
Monika yang melihat Randi bersama pengasuhnya satu lift dan tangan Randi berada di pinggang wanita itu di buat marah sekaligus murka.
" Dasar wanita ******,,,,, berani nya kau menggoda tuanmu sendiri " teriak Monika
" Ada apa kau kemari ???" tanya Randi yang masih belum mau melepaskan tangannya
" Aku kesini untuk menemuimu , dan ternyata ****** ini berani mengodamu " jawab Monika marah
__ADS_1
" Diamlah,,, kau berisik sekali , dia bukan menggodaku , aku yang menggodanya , dan apa salahnya kami tergoda ,,, toh kami suami istri " ucap Randi santai
" Dan satu lagi,,,, dia bukan ****** " lanjut Randi sambil melangkah pergi dengan membawa istrinya
Randi pergi dengan langkah yang pasti namun hatinya mulai ragu akan keselamatan istri dan anaknya , sebab dia tau akan kegilaan Monika yang akan terjadi.
" Mungkin ini adalah waktunya untuk memberi tahu siapa aku sebenarnya " batin Randi
Tanpa menunggu waktu lama , Randi dan Riris sudah sampai ke mension , setibanya di mension Randi hanya diam tanpa kata , dan itu membuat Riris sedikit merasa aneh.
******
" Kau kenapa ??? habis dari kantor Randi kau marah-marah terus " tanya Morgan
" wanita mana ?" tanya Morgan
" Pengasuh anak sialan itu , ternyata dia bukan hanya pengasuh namun sekaligus istrinya " jawab Monika murka
Morgan sangat terkejut mendengarkan fakta itu , namun dengan segera mungkin dia menetralkan keterkejutannya.
" Aku tidak akan membiarkan Monika membunuh wanita itu " batin Morgan
__ADS_1
" Apa kau tidak takut setelah insiden itu ?" tanya Morgan
" Diamlah , jika kau tidak mau membantu ya sudah , aku bisa sendiri " jawab Monika
" Terserah kau saja , yang penting aku tidak ikut , dan ingat jangan menyesal di kemudian hari " ucap Morgan
Morgan pergi, dia berniat untuk kembali ke negara asalnya sebab jika melihat kemarahan dari saudara sepupunya itu sudah pasti akan menimbulkan banyak masalah , dan dia tidak mau mengambil resiko dengan berurusan dengan Randi.
" Mungkin ini adalah akhir dari cerita mu Mon , semoga kau baik-baik saja " ucap Morgan
Sedangkan Monika yang sudah marah bercampur murka , dia di butakan dengan amarahnya sendiri dan dengan kepala yang penuh dia menyusun rencana dengan matang.
*****
" Mas kau kenapa ?" tanya Riris
" Tidak apa-apa sayang , bisa mas meminta ?" tanya Randi
" Apa ?" jawab Riris
" Bisakah jangan keluar dari mension , sebelum kegundahan hati mas selesai ?" pinta Randi
__ADS_1
Mendengar itu Riris di buat bingung , kenapa bisa hati sang suami gundah dan kenapa juga dia di larang keluar mension , namun dengan anggukan kepala Riris menjawab nya , sebab dia khawatir jika dia menolak.