Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku

Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku
# 81


__ADS_3

" Jangan menghalangi ku , biar ku berikan pelajaran kepada pria bajingan itu " geram Randi


" Maaf kan kami tuan,,, tapi kami mohon tetap lah disini jika masih kasihan dengan nyawa kami " jawab salah satu kelompok itu


" Siapa juga yang kasihan dengan nyawa kalian semua ?" tanya Randi kesal


" Tolong kasihani kami tuan, kami belum siap mati secara konyol tuan " jawab pria itu lagi


" Kalau begitu cepat lawan mereka " titah Randi


Namun sebelum mereka menjawabnya , suara perkelahian sudah terdengar kembali , dan itu berasal dari istrinya dan sekelompok anak buah Mickel.


Semua anak buah Mickel jatuh ke lantai , sehingga menyisahkan Mickel yang berdiri dengan benda tajam yang sudah di sedia kannya.


Riris menyanggul rambutnya ke atas , guna untuk tidak menghalangi gerakannya , sedangkan Randi dan semua anak buah yang sudah di lantai di buat terkejut setengah menahan nafas mereka.


Randi menahan nafas nya kala dia akan menyaksikan istrinya berkelahi melawan seorang pria yang bersenjata , sedangkan semua anak buah itu menahan nafas akibat melihat tato sayap itu.

__ADS_1


" Mampus,,,, aku tidak ingin mati konyol hari ini " batin semua anak buah itu


Riris melangkahkan kakinya untuk menyerang , dan Mickel juga tidak ragu untuk menyerang wanita itu .


Bukk,,,,Bukk,,,,,Bukk,,,, Riris memberikan tiga sekaligus tendangan ke wajah , perut , dan kaki Mickel , sehingga benda tajam itu melayang tepat di bawah kaki Riris.


Riris mengambiknya dan mengarahkannya ke wajah Mickel yang terjatuh akibat tendangannya , Riris menginjakkan kakinya di tangan sebelah kanan Mickel dan itu membuat pria yang di bawahnya berteriak menahan sakit.


" Hahahahahaha,,,,, hanya segitu kemampuan anak buah wahai adik sepupuku " tanya Riris dengan tawa iblisnya


Semua orang tanpa terkecuali , merinding kala mendengar tawa dan perintah dari wanita cantik itu .


" Apa kau tidak punya hati dengan perintahmu itu ?" hardik Ardi kala dia mulai di tarik oleh anak buahnya sendiri


" Hahahahaha jangan bernegosiasi dengan konyol di hadapanku wahai adik sepupuku , dan apa kau punya hati untuk berhenti berkelahi kala melihat suamiku tersungkur ke arah dinding , dan apa kau ingin berhenti kala mendengar suara tangis dari anakku, HAA" ucap Riris dengan tawa dan teriakan iblisnya


Mickel semakin berteriak keras kala tangannya semakin di injak dengan kuat , dan Ardi sudah berjongkok tepat di bawah wanita cantik itu.

__ADS_1


" Apa kau tidak di beri peringatan oleh sekretarismu itu , apa saja resiko yang bisa kau terima jika masih berani mengusikku " hardik Riris dingin


" Maafkan aku kak" ucap Ardi menyesal


" Hahahahahahaha tidak semudah itu " jawab Riris sambil menanjabkan benda tajam itu ke lantai dan itu hampir mengenai mata Mickel


" Kalian semua bisa memilih , nyawa siapa yang akan di korbankan " ucap Riris dengan santainya


" Maafkan kami semua Queen , kami tidak bermaksud untuk mengusik Queen " ucap Semua anak buah Mickel


yang sudah berlutut


Mickel yang mendengar itu semakin merinding , kala mendengar sebutan Queen terucap dari bibir anak buahnya , karna dia tahu panggilan itu hanya berlaku kepada RIRIS VICTORIYA di dunia hitam.


" Sayang sudahlah , jangan berbuat nekat,,,, kau membuat semua penghuni mension tambah takut " bujuk Randi yang ingin memeluk istrinya


Namun dengan gerakan cepat seorang pria menarik tubuh Randi kebelakang kala melihat perintah Queennya melalui tangan.

__ADS_1


__ADS_2